Sebenarnya apa agama saya?
Dari Catatan Seorang Agnostik, 13 September 2007…

—
Saya kesal.
Saya lelah.
Kesal karena terus-menerus dihujani pertanyaan yang sama.
Yang bagi saya tidak ada gunanya.
Lelah karena pertanyaan itu seakan tidak ada akhirnya.
Sedari saya mendaftar di Perguruan Tinggi.
Melewati ujian masuk, seterusnya ke pendaftaran uang ulang.
Di ospek pun begitu, makrab tak ketinggalan pula.
Seterusnya kuliah perdana, dan kuliah-kuliah setelahnya.
Sebenarnya untuk apa kalian bertanya seperti itu?
“Agama kamu apa, sih?”
“Kamu agamanya apa ya?”
Saya kesal.
Saya lelah.
Memang, solusinya mudah.
Cukup saja katakan agama yang saya warisi dari orangtua anut.
Yang tertera sangat jelas di KTP saya.
Walau saya sebenarnya miris melihat kolom pencantuman agama.
Tapi tidak semudah itu.
Bagi saya jelas tidak mudah.
Saya sebenarnya bisa dan bangga menjawabnya.
Cuma ada satu masalah.
Mengapa agama yang saya anut harus ditanyakan segala?
Pentingkah itu?
Oh, lupakan.
Saya tidak menjawabnya dan hanya tersenyum simpul.
Lalu muncul beberapa spekulasi.
“Kamu Katholik ya?”
“Agama kamu Katholik?”
“Kamu pasti Kristen.”
“Hmnnn… Buddha?”
“Kamu Islam?”
“Kristen?”
Dan masih banyak lagi spekulasi.
“Kamu Konghuchu?”
Dan lagi, lagi seterusnya.
Saya tetap tidak menjawab, hanya bertanya balik.
“Darimana tebakan itu?”
Tebakan, ya, tebakan!
“Wajah kamu keliatan banget deh.”
Takjubnya, agama bisa ditebak dari fisik!
“Sifat dan sikap kamu kayaknya sih.”
Lagi, dari sifat dan sikap?
Saya tetap tidak menjawab.
Membiarkan mahasiswa seangkatan di fakultas tetap tidak mengetahuinya.
Agama itu di dalam diri saya.
Dan Tuhan lah yang saya sembah.
—
…dalam nama rozenesia~
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
dipaksa baca 15:03 on 09.13.2007 Permalink |
yah mau gimana lagi…kau sendiri yang mempersulit agama yang kau anut dengan kepercayaan yang kau ikat…kalo emang g mau repot…tinggal jawab aja beres kan…???
islam kek..
kristen kek..
protestan kek..
budha kek..
hindu kek..
agama lain yang belum saya sebutkan jangan marah karena saya emang g peduli dengan agama
dan mengenai dapat diliat dari fisik…kan memang benar bahwa agama adalah faktor keturunan,ras juga faktor keturunan…agama = faktor keturunan = ras…
Uchiha Miyu 15:08 on 09.13.2007 Permalink |
terserah apa menurut lho…
qnewt 15:36 on 09.13.2007 Permalink |
gitu aja ribut.
rozenesia 15:45 on 09.13.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Nah, komentarnya ngadat di tengah nih, bukan menuju sasaran dari tulisan. Ga apa deh. Memang, sudah dijawab kalau menjawab itu gampang, seperti yang tertulis.

Namun ada masalah lain, dan inilah saya sebenarnya saya bahas.
Agama itu, memang keturunan, mayoritasnya begitu. Orangtuamu agama A, kamu kemungkinan besar agama A pula… Dan jika dikaitkan dengan ras, saya agak sensitif masalah ini. Bagi saya, aneh jika menebak agama seseorang dari fisiknya.
@ Uchiha Miyu: Nah, begitu dong. Terima kasih.
@ qnewt: Ini bukan ribut, bung. Ini hanya tanya jawab kebatinan yang diungkapkan dalam sebuah karya sastra (??).
dipaksa baca 16:03 on 09.13.2007 Permalink |
secara gw rasial…
lo mau apa…???emang beberapa ras identik dengan agama tertentu kok…
kalo emang pingin nyalahin sesuatu…salahin aja tuh orang” suci bego yang nyebarin dogma secara terpusat….
ya aku tau sasarannya
semoga benartuh kenapa melihat dari fisik kan…???ya itu aku bilang tadi…ras membentuk penampilan luar…???ya….ras dipengaruhi faktor keturunan…???ya…faktor keturunan sangat mempengaruhi agama…???ya…….seseorang menebak agama orang lain dari penampilan luarnya saja…???sangat mungkin..*apalagi kau kuliah ditempat banyak orang dari berbagai
rasdaerah berkumpul…otomatis mereka mencari apa yang kau sebut dengan konformitas sosial,mereka cenderung untuk mencari teman dengan beberapa ciri khas yang sama…dalam hal ini agama…salam damai,kalo g terima ayo kita perang sekarang…*ditendang*
peyek 16:10 on 09.13.2007 Permalink |
Ehem…
remeh tapi memang menjengkelkan, apalagi dihubung-hubungkan sama fisik, ah… !! serasa pengen muntah
alex 16:24 on 09.13.2007 Permalink |
*catet*
Terasa individualistis, tapi memang demikian adanya.
Couldn’t agree more…
cK 22:12 on 09.13.2007 Permalink |
kita senasib
Ady 01:20 on 09.14.2007 Permalink |
Benar,
Agama ada dalam hati, ngga usah di permasalahkan. Yang terpenting bagaimana saling menghargai… tul ga??
Lam kenal yah
NesiaWeek 04:44 on 09.14.2007 Permalink |
Tidak setiap rasa harus diberi nama. Jadi orang baik saja, sudah lebih dari cukup, buat Tuhan dan manusia.
Salam Nesia!
Sawali Tuhusetya 05:07 on 09.14.2007 Permalink |
Pencantuman agama di KTP un bisa jadi salah satu bentuk diskriminasi juga. Sebab dengan mengetahui agama seseorang, orang lain cenderung untuk mengambil sikap yang sesuai dengan agama dua.
sigid 05:34 on 09.14.2007 Permalink |
Saya punya temen waktu KKN tahun 2002 yang mengisi kolom agama dengan kata Kemanusiaan.
Dia juga kecewa terhadap kondisi “kolom agama di KTP”.
Sepertinya dia berpikir bahwa agama tidak seharusnya menjadi sarana untuk saling nge-cap
Kopral Geddoe 05:54 on 09.14.2007 Permalink |
Ah, bikin agama baru, yuk. Situ susun kitab sucinya, saya jadi nabinya.
gi males login 07:12 on 09.14.2007 Permalink |
dah dibilang buat agama agnostik, nggak mau sih.
secondprince 08:32 on 09.14.2007 Permalink |
wah sama tuh kalau saya sering dibilang “orang hindu” ya
saya setuju kalau agama gak bisa dilihat dari fisik
@ Difo
walah bagusnya Mas sekaligus buat kitab sucinya
biar mencegah kemungkinan kontradiksi
eh kalau Mas udah jadi Nabi, saya yg jadi kafirnya ya
@ Mas Dana
agnostik jadi agama??
bukannya lebih tepat gak beragama tuh
Bachtiar 13:17 on 09.14.2007 Permalink |
ya sudah saya katakan.
kamu bukan orang beragama !!!! dasar atheis !!!
wakakakakkkk
gitu aja koq repot
danalingga 13:32 on 09.14.2007 Permalink |
@secondprince
yah itu agama yang tak beragama. *bingung*
Resta 15:15 on 09.14.2007 Permalink |
eh eh, apapun agamanya yang penting salam kenal ajah…
regsa 15:26 on 09.14.2007 Permalink |
Agama itu di dalam diri saya.
Dan Tuhan lah yang saya sembah.
agama bukan untuk diperdebatkan..itu urusan saya dengan Tuhan saya
Amed 16:02 on 09.14.2007 Permalink |
Apapun agamanya… minumnya te….
*Dihajar karena nyampah*
cK 21:28 on 09.14.2007 Permalink |
saran saya, pake
pecijilbab saja biar kelihatan agamanya apa.*digampar sekampung*
alex 21:33 on 09.14.2007 Permalink |
*tarik2 jilbab chika*
huh! saya tertipuh! kirain miyabi!rozenesia 21:58 on 09.14.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: *ngasih sesajen* (moga ga nolak, ga minta yang macem-macem kayak sebagian oknum mbah)
(OTT mode: ON)
Well… Sebenarnya bukan masalah saya kuliah di mana, mbah. Tapi masalahnya itu uang kuliah… Kasih solusi dong, mbah.
[ntar disambung, kau ada di sebelahku sih, jadi ga selera ngetiknya]
@ peyek: Kadang hal yang remehlah yang menyebabkan perpecahan, cak.
@ alex: Sayangnya kepedulian
agamissosial saya mulai terkikis.@ cK: *jabat tangan*
@ Ady: Salam kenal. Yup, ga usah dipermasalahkan lebih jauh. Bikin repot aja.
@ NesiaWeek: Hidup agnostik! Hidup nesia!
@ Sawali Tuhusetya: Tauk nih, Pak. KTP saya kegedean, jadi ngepas banget di dompet. Hilangkan aja kolom agama, KTP tambah kecil. Pas deh~
@ sigid: Nah, ayo buat agama “Kemanusiaan”.
*ngomporin*
@ Kopral Geddoe: Kalo saya yang nyusun kitab sucinya, saya tulis kalo Tuhannya saya.
@ gi males login: Bisa diganyang beberapa kelompok ‘pokoknya’.
@ secondprince: Hindu?
@ Bachtiar: Tidak beragama bukan berarti atheis, tuan.
@ Resta: Salam kenal lagi!
@ regsa: Jadi kepikiran kalo Tuhan geleng-geleng kepala (??) ngeliat manusia ribut sendiri.
@ Amed: Makannya apa? *lempar sampah*
@ cK: *ngakak liat foto yang komen ini pakai jilbab*
rozenesia 21:58 on 09.14.2007 Permalink |
@ alex: Dia mirip Miyabi?
*catet*
Magister of Chaos 01:47 on 09.15.2007 Permalink |
Hehehe…. Lingkaran agama nie…hehehe
Asal jangan keasyikan keluar masuk……hihihi…….
kalau ditanya, ya tanya balik aja….
baliazura 04:24 on 09.15.2007 Permalink |
saya juga pernah mengalami hal semacam itu(pertanyaan)
saya rasa keingin tauhan mereka wajar,ya sapa tau nanti suatu saat diajak sholat ech ternyata bukan muslim (notabene kan mayoritas di Indonesia ini Muslim)
Black_Claw 08:19 on 09.15.2007 Permalink |
Kok kayaknya nyang bikin blog ini gue kenal.. Hmm…
fertob 19:55 on 09.15.2007 Permalink |
kayaknya lebih penting kolom golongan darah di KTP dibandingkan agama, tapi seringkali golongan darah dikosongkan (atau malah nggak ada ?)
misalnya, waktu kecelakaan dan butuh transfusi darah secepatnya, yang ditanyakan kan “eh, golongan darahnya apaan ?” bukannya “eh, agamanya apaan ?”
betul, agama itu dalam diri sendiri
alex 22:11 on 09.15.2007 Permalink |
Ahahahahaha….
Benar memang
*ngakak subuh2*
antobilang 10:29 on 09.16.2007 Permalink |
jadi inget ada tulisan gedhe di tembok deket malioboro,
AGAMA, ANTARA AKU DAN DIA
BUKAN ANTARA AKU DAN MEREKA
ditulis gedhe2 pake pilox, kayaknya perlu deh sekali2 ente melihat tembok itu
*kabur, mo buka puasa dolo di lembah UGM*
Dream Maker 12:33 on 09.16.2007 Permalink |
Agama?
Santai ajah~ Jawab ajah beda-beda ke setiap orang… [anak ini kok minta digaplok ~__~]
Tapi benernya apa sih pentingnya agama? Yang disembah itu satu kan? [eh, gak tau juga deh, siapa tau ada yang nyembah yang lain...
]
Bebek Jamuran... 14:05 on 09.16.2007 Permalink |
Sebenarnya apa agama Anda?
Hindu? Buddha? Katolik? Islam? Kristen? Agama2 lainnya?
*Pertanyaan nggak guna karena sebenernya nggak penting juga kita tau agama orang lain… Tapi kebanyakan orang2 kurang kerjaan dan pengen tau agama orang lain trus dengan pandangan sempitnya mengkotak-kotakkan orang lain menurut agamanya…*
Mondrosen 16:14 on 09.16.2007 Permalink |
Saya setuju. Segitu pentingnyakah agama sampai harus dipertanyakan?
Salam kenal,
Uchiha Miyu 19:24 on 09.16.2007 Permalink |
gue blg ‘terserah apa menurut lo’ bukan berarti lo salah ato benar lho ya? -____-;a
Love is Cinta
Opinion is Opini
Bastard is Kurang Ajar
nur 04:09 on 09.17.2007 Permalink |
mmm…
ribut lagi!
rozenesia 06:34 on 09.17.2007 Permalink |
@ Magister of Chaos: Nanya balik juga sama aja.
@ baliazura: Iya juga ya…
Kalau di RRT (selain di Fujian dan Guangzhou), kayaknya ga ada rasa keingintahuan yang berlebihan. Tapi yah, positive thinking aja dulu.
@ Black_Claw: :rolleyes:
@ fertob: Perlu bang.
Perlu tanya agama, siapa tau tewas, terus bisa manggil pemuka agama yang tepat buat ritual.
@ alex: *ngakak siang2*
@ antobilang: Wah, sekali-kali ajak saya melihatnya ya?
@ Dream Maker: Djaman sekarang, agama itoe penting! Pokoknja jang ini jang benar! Jang lain? Ke selokan Mataram adja…
@ Bebek Jamuran…: Nanya balik. Agama om bebek jamuran?
*siap-siap mengkotak-kotakkan*
@ Mondrosen: Salam kenal. Hayoo… Agama Mondrosen apa?
@ Uchiha Miyu: Nee? Kan udah dibilang terima kasih juga.
Ga paham makna terima kasih itu?
@ nur: Niatnya ga ribut kok.
dobelden 07:51 on 09.17.2007 Permalink |
“itu orang kok gak puasa…. ah pasti bukan islam…. ”
sering banget denger kata2 itu :-s
rozenesia 08:02 on 09.17.2007 Permalink |
@ dobelden: Iya, bung. Sifat pukul rata gitu, lho.. Yang sudah merakyat.
“Hei kamu, kenapa ngeblog! Blog itu buatan orang kafir! Harom tauk!!”
'K, 08:21 on 09.17.2007 Permalink |
agama,,ras,,
hmm,,,
dah biasa dipertanyakan padaku
*salaman ma ck n rozenesia*
Kopral Geddoe 08:28 on 09.17.2007 Permalink |
Saya sendiri lebih suka kalau agama itu benar-benar ada di dalam private sphere. Nggak masuk katepe, nggak ke mana-mana.
Btw, itu mbak-mbak yang gendong-gendong bebek di atas fungsinya apa?
walau memang pesannya entah kenapa jadi lebih kuat.rozenesia 12:51 on 09.17.2007 Permalink |
@ ‘K,: Yak, agar lebih akrab, anda traktir ya?
@ Kopral Geddoe: Samaaa! Ini dia yang saya mau sebenarnya. Fungsi gambar itu? Penegasan saja sih, kalau agama apa yang dianut, ga perlu banyak dipertanyakan segala.
danalingga 13:02 on 09.17.2007 Permalink |
Agamamu adalah tidak beragama. *satu lagi fatwa ngawur*
rozenesia 13:04 on 09.17.2007 Permalink |
@ danalingga: Wah, baru tau saya kalau ada agama yang namanya “tidak beragama”. Udah legal di indonesia belum?
danalingga 13:17 on 09.17.2007 Permalink |
Wah , anda di Indonesia ya? Syusyah kalo begitu, wong agama bola aja yang jelas jelas umatnya banyak ndak lolos lolos juga nih.
rozenesia 13:24 on 09.17.2007 Permalink |
@ danalingga: Tauk nih… Nih negara selektif amat milih agama. Kasian ya agama bola.
Pake disalahkan pula tuh agama.
deking 14:40 on 09.17.2007 Permalink |
Wah parah banget atau hebat banget ya jika ada orang yang bisa mengetahui agama dari fisik
rozenesia 14:46 on 09.17.2007 Permalink |
@ deking: Sangat hebat, malah.
extremusmilitis 16:45 on 09.17.2007 Permalink |
siggghhh…klise dan klise…
apa ini gak bisa dihindari ya? kayanya kita semua disini pasti dan yakin udah mendapatkan pertanyaan yang sama
rozenesia 03:46 on 09.18.2007 Permalink |
@ extremusmilitis: pertanyaan yang saya sendiri sebenarnya malas membahasnya. Tapi lumayan berhasil, sampai sekarang ini di fakultas saya, belum ada yang tahu.
CY 08:58 on 09.18.2007 Permalink |
Kok waktu kuliah saya ga pernah ditanya ya?? tampangnya preman kali ya hihihi…
agama ditebak dari fisik?? Itukan yg namanya Generalisasi kan…
@Geddoe
Gambar mbak2 itu kan maksudnya yg bertanya adalah bebek dan yg ditanya adalah makhluk cakep… tul kan rozenesia?? (duh.. nih nama rozenesia susah banget ngetiknya pake sistem 10 jari, lain kali pilih yg gampang ya, Udin misalnya ato butet)
almascatie 12:13 on 09.18.2007 Permalink |
aha… membaca tulisan pertama….
cara menulis… cara bertanya…. uhmmm hanya satu yang terlintas dikepalaku..
uhmm sepakat sih.. kadang menjengkelkan kalo pertanyaan2 tersebut malah mengganggu privasi….
*busyet makin lama persahabatan lebih didasarkan pada stempel yg melekat dari pada ketulusan*
rozenesia 14:05 on 09.18.2007 Permalink |
@ CY: (susah? asyekkk) Generalisasi pukul rata sial…
@ almascatie: That’s I mean.
dipaksa baca 14:09 on 09.18.2007 Permalink |
lhah komenku kemaren belon dibales lagi…???dasar nih orang….
rozenesia 14:11 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Sabar amat kenapa sih… (bilang aja ngeles)
Komen pendek akibat sibuk >> Menebak agama dari fisik, hebat jika benar-benar yakin.
katasa07 14:36 on 09.18.2007 Permalink |
hihihi ..ternyata ada teman senasib, aku malah lebih parah yang nanya dosen pas lagi absen…wuiiiiiiiiiiiiih…bukan hanya tampang, NAMAku yang sedikit “aneh” kata mereka di hubung2kan(nebak2) dengan apa ?agama yang ku anut!!!
aduh emak n bapak ‘ aku tetep cinta dengan nama yang kalian berikan’
rozenesia 14:44 on 09.18.2007 Permalink |
@ katasa07: Dosen aneh.

Menebak agama dari nama…
Mungkin sih, cuma buat apa coba?
dipaksa baca 15:08 on 09.18.2007 Permalink |
*honestly,aku g tau kau ngomong apa….jangan jadi shiba ahh…
g paham nih…orang awam gini….
rozenesia 15:12 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Ini blog-o-spehere, bung.
Biasakan diri dengan komen tersirat.
dipaksa baca 15:47 on 09.18.2007 Permalink |
*jep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep*
yang namanya g paham itu y ga paham bang…dijelasin dulu dunks…khusus untuk orang awam ini
rozenesia 16:30 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Makanya, join…
CY 03:42 on 09.19.2007 Permalink |
Agamamu apa ya bung??
CY 04:00 on 09.19.2007 Permalink |
oops salah… agamamu apa ya non..??
caplang™ 04:06 on 09.19.2007 Permalink |
liat aja di katepe
kan harus dicantumkan
suka ato tidak suka
Mondrosen 06:47 on 09.19.2007 Permalink |
@rozenesia:
Aih, agama saya? Yang berdasarkan KTP? Yang sesungguhnya?
Berdasarkan KTP sih Kristen, yang sesungguhnya? Entahlah….
Kopral Geddoe 07:09 on 09.19.2007 Permalink |
Btw, kolom agnostik di katepe belum disahkan juga, ya?
rozenesia 09:56 on 09.19.2007 Permalink |
@ CY: Bung atau Non ga masalah.
Agama? Kalau mau nulis, agnostik aja. Cuma di Endonesa… susah…
@ caplang™: Agama di KTP sama di hati mah banyak yang beda.
@ Mondrosen: Waduh o.O
Aku ga nanya kok~ Kan cuma parodi.
@ Kopral Geddoe: Susah, brader.
dipaksa baca 13:12 on 09.19.2007 Permalink |
@geddoe…*diplomat mode on*haha…agnostik kan bukan agama tapi aliran kepercayaan…ntar kalo ditulis aliran kepercayaan : agnostik banyak yang protes karena KTP-nya kegedean lagi
@mawar (bukan nama sebenarnya)…ajari aku dumz mbak..g paham dunia per-blogg-ingan nih
aRuL 15:08 on 09.19.2007 Permalink |
agama itu ditanyain supaya mereka tau anda beragama apa, sehingga bisa menghormati anda… misalnya anda muslim, jadi tau aktivitas2 apa saja yang dilakukan, misalnya kristen, hari minggu pasti ada gerejaan, dan sebagainya.
Bukan mau dikotomi tapi memang seperti itu.
Kalo misalnya di luar negeri kita di tanya agama kita, supaya mereka tau kebiasaan2 apa saja yang tidak kita lakukan.
dwihandyn 16:53 on 09.19.2007 Permalink |
Ya… turuti kata hati aza….
Apapun agama yg kita anut, yg penting kita happy menjalaninya.
hehehe…. *itu klo menurut aku*
mr lekig 05:49 on 09.20.2007 Permalink |
agama lagi.. agama lagi… cuapeee deh…
Beda itu indah kan…?
Kopral Geddoe 06:05 on 09.20.2007 Permalink |
@ aRuL
Prakteknya tidaklah seagung dan seindah itu, mas.
Misalnya mas agamanya Apel. Saya agamanya Pisang. Setelah saya ngasih tahu kalau saya agamanya beda dengan mas, yang selanjutnya terjadi adalah pengotakan. Tentunya mas ada tendensi (walaupun kecil) bahwa, kalau saya beragama Apel, mas akan mengajak saya beribadah ini lah, berdiskusi ini lah, dan merasa bahwa saya lebih dekat. Nah, setelah mas tahu saya ternyata umat Pisang, mungkin mas akan mengurangi keramahtamahan itu, misalnya, memilih untuk tidak berbicara masalah Tuhan dengan saya. Apakah mas bisa menjamin mas akan menyajikan keramahtamahan yang setara? Sebab bagaimanapun dari kacamata umat Apel, umat Pisang adalah pendosa yang bisa membahayakan akidah dan akan disiksa selamanya oleh sang Maha Pengasih di neraka.
A-isy 08:37 on 09.20.2007 Permalink |
hidup harus punya prinsip
rozenesia 09:18 on 09.20.2007 Permalink |
@ aRuL: Teori di mulut dan kenyataan di lapangan saya rasa berbeda.
Ah, mau jelaskan, tapi keduluan sang Kopral.
@ wihandyn: Bener!
Apapun agamanya, kita sama-sama umat manusia.
@ mr lekig: Sangat indah, tuan.
@ Kopral Geddoe: oalah, aku telat…
@ A-isy: Tentu saja, saya setuju. Prinsip saya adalah semua agama itu benar.
danalingga 09:26 on 09.20.2007 Permalink |
Wah kok bisa sama yak? jangan jangan…..
rozenesia 09:43 on 09.20.2007 Permalink |
@ danalingga: Sama? Salaman dong~
Jangan-jangan apa?
Uchiha Miyu 13:20 on 09.20.2007 Permalink |
Iya, iya. Ngerti, ngerti.
rozenesia 13:33 on 09.20.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu:
dipaksa baca 16:20 on 09.20.2007 Permalink |
lhah mbak…komen ke 67
komenkukok ga si feedback…???dipaksa baca 16:21 on 09.20.2007 Permalink |
lhah mbak…komen ke 67
komenkukok ga si feedback…???dwihandyn 16:53 on 09.20.2007 Permalink |
Namaku kok ga ada “d” nya seh??!
*protes*
dipaksa baca 16:59 on 09.20.2007 Permalink |
wah mbaknya nyang punya blogg rada error nee…
*kabur, takut dilempar gara-gara ngejunk*
aRuL 19:51 on 09.20.2007 Permalink |
@ Kopral Geddoe & Rozenesia :: yah kalo bagi saya tetap pandangan saya begitu koq… teman saya banyak juga tidak seagama dengan saya, dan saya bisa saling memahami jika kita tau agama masing2..
begitu ketika anda di negara2 notabene tidak satu agama dengan anda, semisal seorang muslim berada di antara non muslim, wajar dong ditanya agamanya apa? supaya mereka tidak mengajak atau memberikan makanan yang haram buat mereka. danbegitu pula sebaliknya.
Intinya gini boz… bahwa menanyakan agama itu tidak berarti hanya sekali lagi hanya mau mengotak2an, tetapi juga ada yang ingin menghormati.
dipaksa baca 05:23 on 09.21.2007 Permalink |
@aRul : kagak setuju bozz….soalnya ini kasusnya di Jawa, yang notabene agamanya Islam, ini mah salah mukanya mbak Rose aja nyang tidak mencerminkan agamanya, makanya ditanya oleh orang agamanya apa…
aku rasa dia ditanya bukan untuk menghormati, tapi emang pada dasarnya yang nanya itu berharap kalo agamanya si mbak Rose ini sama kek agamanya dia….nah kalo gini apa buikannya pengkotak-kotakan…???
last, aku rasa memang dari luar kelihatannya bertanya untuk bisa menghormati lebih jauh, tapi sapa yang tau sih kalo ternyata dalam hati mereka yang bertanya itu memaki-maki…???
Menemukan Allah « Se A Vida E 05:40 on 09.21.2007 Permalink |
[...] yang lain, saya perasaan ingin tahu yang berlebihan. Jika rozenesia merasa capek dan lelah karena sering ditanya tentang status agamanya, banyak orang lain yang mengalaminya. Saya juga pernah dicap kafir meski yang bersangkutan tidak [...]
rozenesia 09:58 on 09.21.2007 Permalink |
@ dipaksa baca [1]: Ahemn… Mana?
@ dwihandyn: Anoo… Maaf, salah ketik. m(_ _)m
@ dipaksa baca [2]: Cih…
@ aRuL: Di ‘western culture’, jika ada yang bertanya “What’s your religion?” saya hanya akan berkata “It isn’t your business…”.
Dan kata “dipaksa baca”, jika kita nanya agama dengan seseorang, memang kecenderungannya pasti berharap agamanya sama agar bisa lebih dekat, jika beda, jangan harap perlakuannya sama seperti yang beragama sama.
@ dipaksa baca [3]: Cih, muka saya memangnya bisa mencerminkan agama saya ya?
Zazi 12:26 on 09.21.2007 Permalink |
* di paksa komen lagi *
jadi inget dulu waktu aku balik ke indonesia lagi.. aku di tanyain molo sama temen-temen
‘ agama mu apa ? ‘
wakkakakak
rozenesia 12:27 on 09.21.2007 Permalink |
@ Zazi: Guna ga seh?
vincentiusferrer 12:37 on 09.21.2007 Permalink |
Mmmmm…
Perlu dikomuniskan, eh?
Ah.. sudahlah.. ^^
Senpai.. pelik sekali ternyata masalah ini ya?
Saya sendiri suka menanyakannya soalnya.. hahahaha.. ^^
Tujuannya cuma satu sih.. memberi lecture dogma.. ^^
Kalau agama beda.. uhmm.. selama orangnya enak diajak omong plus nyambung.. it doesn’t matter.. wong Gusti Allah sing disembah kuwi yo nggak kiro bedo2.. ^^
—
~intermezzo~
@Mond: Mond Kristen? Saya kira Budha.. -_-
—
Haih.. mungkin kalau tanya-nya gitu malah semakin mengerucut (eh?)..
Yang dipentingkan mungkin bukan “Sesuatu yang Agung” itu sendiri.. tapi kebiasaan, “ritual”, dan praktek hidup menurut AJARAN agama..
Huh.. saya benci otoritas lembaga yang dinamakan agama itu..
Saya menyembah Tuhan dan melayani Tuhan..
Saya bukan menyembah agama dan melayani agama.. ^^
rozenesia 12:49 on 09.21.2007 Permalink |
@ vincentiusferrer: He? Komunis?
Nah, mau diskusi sama saya masalah Teologi?
NICEEEEEEEEEEE!!!!!!!!
SNeedroNNiNgeN 03:06 on 09.22.2007 Permalink |
Daripada ditanya: Kamu Wild Muslim ya?
ROFL
Kalo saya mah, simply tiap kali mereka tanya apa agama saya, saya anggap aja mereka cuma nanya food preferance saya :p
caplang™ 04:39 on 09.22.2007 Permalink |
masih belom dapet jawabannya?
kalo ada yg tanya, jawab aja apa yg ada di katepe
masalah prakteknya kan ga mesti lapor pak lurah juga
SNeedroNNiNgeN 04:42 on 09.22.2007 Permalink |
Yahhh….
Basically, on papers, Ima muslim…
But apart from that, Ima wild
rozenesia 11:22 on 09.22.2007 Permalink |
@ SNeedroNNiNgeN [1]: Bagi saya, males rasanya membahas itu terus, karena nantinya cenderung kepada sikap dan perlakuan.
@ caplang™: Saya ngejawabnya mudah kok, ada di antara 6 agama yang sudah diakui di Indonesia.
@ SNeedroNNiNgeN [2]: You got that, milady.
dipaksa baca (kagak log in) 11:34 on 09.22.2007 Permalink |
te~~he….
agama yang diakuin Indonesia itu ada 6 yak…???
kalo merujuk pada sila pertama pancasila mah kagak bisa itu…
trus yang salah, agamanya atau pancasila…???
secara Indonesia negara hukum bukan negara agama…..bakar semua agama….
*kabur*
rozenesia 11:38 on 09.22.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in): Hush, makar loe!
Esa aja dipermasalahkan…
dipaksa baca (kagak log in) 11:40 on 09.22.2007 Permalink |
lah…gw kagak bilang trinitas dan politheis itu g boleh kok…..darimana anda tau kalo yang saya permasalahkan itu Esa…???gw pan cuman ngomong kalo g bisa merujuk pada sila pertama pancasila
rozenesia 11:46 on 09.22.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in): Ahemn… Trinitas, konsepnya harus kau mengerti dulu. *males jelasin di sini, panjaaaaaang*
Plotheisme?
dipaksa baca (kagak log in) 12:05 on 09.22.2007 Permalink |
ha ha ha….
tetep aja bang trinitas itu kan berarti, 3 adalah satu dan satu adalah tiga….g konsisten gini begimanne sih…???satu ya satu, tiga ya tiga….
rozenesia 12:09 on 09.22.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in): You’re not a Christian, dude, so you don’t really know.
Ah, jangan bahas itu. OOT jauh tauk.
holy2 13:16 on 09.22.2007 Permalink |
gitu aja kok repott…
agama kok ditanya2? kalo ga ditanya ya gimana mau bergaul?
pokok nya ya kalo agama lain?? sori deee… wakakakaaaa….
*siul2*
rozenesia 13:18 on 09.22.2007 Permalink |
@ holy2: Hahahaaaa… Perbedaan perlakuan jika beda agama ya?
Nathania 14:35 on 09.22.2007 Permalink |
ck..ck..ck……
harusnya si ga usah..
oiah, buat yg dipaksa baca itu,,
jangan sok tau dee… trinity itu sebenernya SATU bukan TIGA.. TIGA pribadi, SATU KESATUAN.. sama kayak Indonesia, BANYAK golongan, tapi SATU bangsa.. dah ah,, emang ni.. OOT..
Nathania 14:37 on 09.22.2007 Permalink |
satu lagi.. maap emosi..
dipaksa baca (kagak log in) 14:38 on 09.22.2007 Permalink |
ya iyalah…ngapain baik ke orang yang agamanya beda…???
orang yang agamanya beda mah perlakuan beda lagi…
makanya “kami-kami” ini tanya agamanya dulu
rozenesia 20:53 on 09.22.2007 Permalink |
@ Nathania: You should not listen to him/her…
Since he thinks he’s a Deist.
@ dipaksa baca (kagak log in): Nice satire..
calonorangtenarsedunia 04:23 on 09.23.2007 Permalink |
kalo ada yg nanya “agama kamu apa sih?”
Jawab aja “penting ya buat kamu?”
Nanti kalo saya jadi
lurahpreside, kolom agama di KTP harus sama semua isinya. Yaitu “damai”Jadi ga penting apa agamanya, yang penting selalu bs tebar kedamaian.
Sheiren_Chan 02:26 on 09.25.2007 Permalink |
agama?
tidak begitu penting untuk di tanyakan!!!
rozenesia 08:28 on 09.25.2007 Permalink |
@ calonorangtenarsedunia: Bukannya dikosongkan aja?
@ Sheiren_Chan: Yakin?
Mihael "D.B." Ellinsworth 10:06 on 09.25.2007 Permalink |
Saya sih tidak
pernahsesering itu, bertanya yang berkaitan dengan SARA….rozenesia 10:09 on 09.25.2007 Permalink |
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Oh ya?
kakeko 22:35 on 09.25.2007 Permalink |
apapun agamanya minumnya yah ********
Sheiren_Chan 03:56 on 09.26.2007 Permalink |
yakin dong…..*tidak penting untuk ditanyakan*
but…menarik untuk dibahas.
rozenesia 08:22 on 09.26.2007 Permalink |
@ kakeko: Promosi!
@ Sheiren_Chan: Yang dibahas apanya? Salah satu agama atau pandangan multireligi?
Sheiren_chan 04:26 on 09.27.2007 Permalink |
dua-duanya….tapi lebih suka perdebatan tentang kebenaran agama dan pandangan multireligi…and you?
dipakasa baca (kagak log in) 17:12 on 09.27.2007 Permalink |
ahhh~~~
aku mau curhat….
akhirnya aku merasakan apa yang kau rasakan TT___TTtemen : heh agamu tuh apa sih?
aku : ehehehehe
temen : puasa kagak lo hari ni…???
aku : puasa…???mungkin ya secara warung pada tutup aku juga ndak bisa maem.
sahabat : udah batal berapa kali.??
aku : sabar, definisi batal menurutmu kea’ gimana?kau bilang batal belum tentu Tuhanku bilang batal
temen : wah ketauan nih g pernah puasa
aku : he?maksudnya?
temen : kamu bukan Islam to? pantes g pernah puasa. diajak sholat juga g mau
sahabat : tapi dia diskusi agama waktu AAI [baca : aksistensi agama islam] tadi bagus kok.
temen : halah paling cuman cari nilai, dia kan gila popularitas.
aku : mending agama gak jelas daripada kau keimanan gak jelas *pergi OL pake kompie kampus*
sebbel degh gw…emangnya kenapa kalo gw belajar agama buat tambahan nilai…???kenapa harus ditanyain…???
trus seenaknya pukul rata gitu, kalo
keliatannyag menjalankan ibadah yang sama berarti bukan seagama…???trus kalo emang g seagama mau apa…???perang…???dasarkaukasianbarbar keparat…!!!auriNgoNpaiSte 18:04 on 09.27.2007 Permalink |
@dipaksa baca
Whoops, hati-hati kalo ngomong…
Saya suka kaukasian
*ditimpuk pake bule*
celotehsaya 18:26 on 09.27.2007 Permalink |
ahh saya juga doyan
bodynya bukan sikapnya ahh mukanya juga okkey, matanya, hidungnya, kyaaaa kyaaaabukannya mereka itu lebih bebas ya…???kenapa ngurusin agamanya orang sih…???dasar bule siyal….fanatis keparat…
auriNgoNpaiSte 18:44 on 09.27.2007 Permalink |
@celotehsaya
Yahh… mostly mereka penasaran soal agama lantaran mereka ga terlalu peduli soal itu.
Apapun agamanya, bule tetep nomor satu
*nyari bule lagi*
auriNgoNpaiSte 18:46 on 09.27.2007 Permalink |
*ups, salah
Maksudnya mereka ga tau banyak soal itu. Berdasarkan pengalaman saya sih
Pokoknya, tiap kali mereka tahu agama saya, pasti yang mereka tanya: What do you think about terrorism?
Walahwalah O.o
Yah, selama saya masih bisa tetep bergaul tanpa permasalahan agama, everything is okay.
Menurut saya, masalah agama itu balik ke privasi masing2, gak usah dipamer-pamer toh?
celotehsaya 19:02 on 09.27.2007 Permalink |
nah itoe dia jang ik bingoeng..apa mereka oedah sebegonnoh paranoidnja…???
soempah tjhrist itoe tjakep sangadhpadahal mereka [batja : kaukasian] itoe kan jang terkenal paling bebas dalam hak individoe…tapi kok jaaa~~~ kae’gitoe pertanjannja…
apalagi si penanja ini soedah lama di Indonesia, dan joega soedah memeloek agama majoritas Indonesia…kok bisa-bisanja masih paranoid dengan agama terseboet…???
kenapa dipertanjakan…???
auriNgoNpaiSte 20:35 on 09.27.2007 Permalink |
Ya itu tadi teh. Mereka grow up di tempat yang kaum agamisnya minoritas.
Makanya mereka
polaroidparanoid toh?Mungkin sih…
Menurut pemikiran saya ajah :p
rozenesia 03:32 on 09.28.2007 Permalink |
@ Sheiren_chan: Saya cuma suka universalitas, perbandingan saya ga suka.
@ celotehsaya & auriNgoNpaiSte: *hanya ngakak*
Radka 03:38 on 09.28.2007 Permalink |
Hmmmm…..
Keren…..
Cool jg tuh gayanya….
^^
rozenesia 04:04 on 09.28.2007 Permalink |
@ Radka: Gaya siapa, tuan?
Chorshiva Langley 09:05 on 09.28.2007 Permalink |
for ya, mibro XD : jangan terlalu larut dalam sajak.. karena kadang sajak itu menyesatkan pikiran orang yang bodoh…
dan karena saya bukan orang yang bodoh saya hanya akan mengatakan bahwa agama adalah sebuah jadwal untuk mendekatkan diri kita terhadap sebuah kepercayaan yang diluarnya dibungkus dengan nama “agama”
nyem.. karena saya memakai nama “agama” diluar bukan berarti saya akan menuruti semua erintahnya…
1 kalimat penutup deh..
tidak ada agama yang apsti di dunia ini.. yang ada adalah kepercayaan terhadap sesuatu yang pasti dan menjanjikan..
mana ada agama yang nggak menjanjikan.. ya kan~
rozenesia 09:08 on 09.28.2007 Permalink |
@ Chorshiva Langley: Okay milady~ feedback spesial nih~
Menyinggungku ya? -_-
*siap ditertawakan cK dan Rizma*
Nggak ada kebenaran absolut selain Tuhan, eh? Dan semua agama itu benar, meski ga absolut kan? ^^
Chorshiva Langley 09:16 on 09.28.2007 Permalink |
Tuhan pun tak absolut… tuhan terlalu banyak dimuka bumi ini….
Sepertinya yang dijul oleh agama bukanlah kepercayaan secara keseluruhan,,, tapi cara… IMO..
Tuhan yang absolut hanyalah Tuhan yang benar2 pemurah…. dan benar2 sesuai dengan pandanganmu..
tapi kadang pandangan bisa menyesatkan..
begitulah,,, tiada yang sempurna di dunia ini.. tiada yang absolut…
Sheiren_Chan 04:11 on 09.29.2007 Permalink |
oh…ada perbedaan dong kita. sekarang ini saja saya sedang gemar- gemarnya membaca buku tentang berbagai kebenaran dari berbagai kalangan agama yang ada di Indonesia.
Kopral Geddoe 04:36 on 09.29.2007 Permalink |
Kembali ke goa, kalau deis agnostik itu di katepenya mesti ditulis apa, ya?
CcM 08:54 on 09.29.2007 Permalink |
jika saja, ada orang yang bertanya seperti itu (apa agama kamu), saya pribadi tidak merasa tersinggung, kecuali saya sudah berjilbab dan masih ditanya juga.
menurut saya, tak masalah jika orang mempertanyakan hal itu. memang di negara lain pertanyaan seperti itu dianggap tak sopan karena sangat privasi. Namun, orang mempertanyakan itu, mungkin disebabkan karena sikap kita.
Sikap dan tingkah laku seseorang itu, bahkan juga apa yang diucapkan (dan dituliskannya) akan sangat dipengaruhi oleh pemikirannya. Menurut saya, setiap manusia sejatinya mempunyai visi dan tujuan yang jelas dalam hidupnya. Tidak ambigu (meskipun untuk itu kita harus terus belajar). Dia sudah berpikir jauh ke depan.
Dan dari situlah dia akan memperjuangkan nilai -nilai yang diyakininya itu. Hidup untuk berjuang menjadi lebih baik, sebab dengannya hidup akan lebih bermakna. Dan kalau kita sudah yakin dengan apa yang kita perjuangkan, kenapa tak dijawab dengan tegas bahwa saya adalah berwarna merah atau putih.
Anis Matta mengatakan, ”Dalam kenyataannya, setiap yang muncul dari rekayasa pemikiran manusia, tak pernah mencukupi untuk disebut sebagai benar (dengan kata lain, nisbi). Manusia tak pernah bisa menciptakan kebenaran” (Arsitek Peradaban –”Nisbi”, hal 96, Anis Matta, 2007)
dewo 15:35 on 10.07.2007 Permalink |
Kalau aku sih selalu terus terang menjawab ketika ditanya agamaku.
Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak! « r o z e n e s i a 15:20 on 10.09.2007 Permalink |
[...] Mahasiswa aneh yang masuk ke beberapa kelas agama, baik diam-diam atau terang-terangan. Status agamanya masih belum diketahui oleh sebagian besar teman [...]
bakazero 10:34 on 10.10.2007 Permalink |
hihi… ga ngerti euy…
*liat-liat aja deh…*
,,,ItadaKimasu Onigiri,,, 12:22 on 10.10.2007 Permalink |
Bawel banget, sih… Agama doang ditanyain
Aha, mungkin itu para fans-fansmu kali? *ditabokin bolak-balik 6x*
Eh, eh… Tapi capek juga yah kalau disuruh memberi jawaban yang sama
rozenesia 15:04 on 10.10.2007 Permalink |
@ Chorshiva Langley: Bukan Tuhan yang banyak, tapi nama Tuhan yang bermacam-macam.
Tuhan yang pemurah?
@ Sheiren_Chan: Bagus, sekadar referensi.
@ Kopral Geddoe: IMHO, nggak perlu ada itu di KTP, bahkan kolom agama pun sangat ga diperlukan.
@ CcM: Perjuangan ya? Apa yang saya perjuangkan ya? Ah, sayangnya saya tidak pernah dan tidak mau memperjuangkan agama.
@ dewo: Beda itu memang indah, pak.
@ bakazero: Ahahahaaa… Cuma wanita yang perlu dimengerti, kok.
@ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,,: Intinya, males ngejawab aja.
One Piece 09:40 on 10.12.2007 Permalink |
Siapkan Kertas berisi sajak mu itu brother. Kopy sampe banyak.
Kalo ditanya lagi kasih selebaran yang udah kamu buat…
“silahkan baca”
beres…jangan cuma terkulai curhat di Blog…
eh, modal fotocopynya pake modal ndiri yah…wkwkwkwk
celo *kagak log in* 15:51 on 10.12.2007 Permalink |
*ngakak batja atas*
ahh ndak perloe itoe…kopi satoe adja…tempel di djidat…
ehh djangan di djidat ding…ntar stempel kapirnja ketoetoepan…
rozenesia 08:46 on 10.14.2007 Permalink |
@ One Piece: Bawanya repot, mas. Tapi untungnya bisa jadi kertas toilet.
@ celo *kagak log in*: Nggak sekalian sablon di kaos sama jaket?
One Piece 15:47 on 10.14.2007 Permalink |
moga2 aja curhatan mas gak dianggap bisa digunain buat di toilet juga…
tapi biarin aja lagi…tinggal jawab aja koq..
kau terlalu memikirkannya dengan sangad dalam..
nanti cepat tua loh…
min 03:14 on 10.16.2007 Permalink |
kalo mau jujur ya, mereka yang tanya ama kamu, itu sama “ribet”.nya sama kamu. Kamu juga ribet sekali menjawabnya. ya kan . . . . .?
kalo kamu anggap mereka terlalu memikirkan anutan agama seseorang, kamu juga terlalu memikirkan anutan agama seseorang, makanya kamu ogah njawabnya. Jujur aja ya?
plus..mau usul, kalo ada orang nanya ke kamu, jawab aja trus lupain pertanyaan itu, jangan terus di pikirin terus curhat ke blog. malah kamu yang lebih ribet dari mereka….. sekali lagi, jujur ya?
rozenesia 17:44 on 10.16.2007 Permalink |
@ One Piece: Lha? Saya jawab kok. Kalau mereka menebak, saya jawab “mungkin”.
@ min: Masalahnya saya tipe pemikir yang kalau sudah tertarik pada satu hal, kudu digali terus.
Tapi saya nggak pernah mikir apa agama orang, toh saya juga masih ngambang.
dewilanjar 08:14 on 10.17.2007 Permalink |
kalo ditanya jawab dong, shinto, konghucu, belum beragama, pokoke dijawab, nah…. yang susah di KTP agama apa ya ? ga ada yg cocok ? abis…agama mirip kaya partai sih, yah tau lah partai politik kaya apa sih, padahal agama lahir dari suatu keheningan, ketertindasan, keteraniayaan untuk mencari keadilan, kebenaran dlllll, namun setelah agama itu besar sering kali menganiaya, menindas, membunuh itu menjadi halal karena dengan meminjam atas nama tuhan, padahal aku tau tuhan dari katanya, katanya bapak, ibu, mbak, teteh, mas, a’a', ustadz, guru, kyai, biksu, pendeta, pastur, romo, suhu, dukun dan temen-temen, ya katanya, katanya, katanya, jadi kalo mau jujur kita nih semua percaya mati dari katanya…he he… maaf aku ingin sekali merasakan adanya tuhan, bukan sekedar katanya… yang kucari, kuinginkan bukan agama, tetapi yang memberiku kedupan.
rozenesia 23:05 on 10.17.2007 Permalink |
@ dewilanjar: Amin. (bahasa Ibrani: Pasti)
Yah saya nggak menjawab, saya cuma bilang ‘mungkin’ kalau yang lain undah spekulasi.
ulu 17:53 on 10.18.2007 Permalink |
Ini Indonesia bung. Mardeka baru 62 tahun, jadi masih ndeso dan katrok. Urusan orang, mau tau aja. Ngurus diri sendiri aja kagak becuuss. Masih dalam proses menuju memerdekakan cara fikir.
rozenesia 17:58 on 10.18.2007 Permalink |
@ ulu: Saya jadi merasa miris sendiri akan keadaan negeri tercinta ini.
Sheiren_Chan 07:51 on 10.20.2007 Permalink |
mungkin….
rozenesia 07:59 on 10.20.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan: A m e n
Sheiren_Chan 10:15 on 10.24.2007 Permalink |
rozenesia 17:25 on 10.24.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan:
joyo 13:41 on 10.25.2007 Permalink |
agnostik
rozenesia 13:51 on 10.25.2007 Permalink |
@ joyo: rite, sir.
danalingga 13:54 on 10.25.2007 Permalink |
Eh bro, gimana kalau agamamu anonymous aja?
rozenesia 13:59 on 10.25.2007 Permalink |
@ danalingga: Usul yang bagus, tapi kena sweeping nggak ya?
Ferry ZK 02:15 on 10.26.2007 Permalink |
Setahu saya buat di tempat kerja saya yang Rumah Sakit, pertanyaan itu perlu khususnya buat si pasien coz 4 treatmen tertentu dibutuhkan, misal jika pasien meninggal dunia or pasien melahirkan (* selain buat catatan sipil, perlakuan terhadap ari – ari juga beda pada agama berbeda *) or buat donor coz bisa jadi pasien sensitif untuk beberapa treatment yang akan dilakukan terkait dengan kepercayaannya.
So jangan terlalu sensitif ya sama pertanyaan tersebut…
Salam Damai.
goop 08:05 on 10.26.2007 Permalink |
Ohm roze, ternyata banyak yang keberatan dengan pencantuman agama di KTP. Namun di sisi lain ada pula yang setuju. Akhirnya sayapun memilih untuk tidak setuju dengan pencantuman tersebut, karena pernah ada teman blogger (maaf saya belum bisa bikin link) yang ada di blog gulung saya, keberatan ketika mo ambil uang di bank ditanyain agamanya… ituh kan ga ada hubungannya ya sepertinya??
rozenesia 09:22 on 10.26.2007 Permalink |
@ Ferry ZK: Dalam konteks itu memang bisa. Namun dalam pergaulan?
@ goop: Bleeeeeeehh… Saya jadi miris sendiri dengar kisahnya, bung.
Ferry ZK 02:24 on 10.27.2007 Permalink |
Yup, kalau dipergaulan saya rasa memang tidak perlu, tp lain halnya kalau KTP, coz menyangkut banyak hal, salah satunya negara ini tidak mengakui atheisme sehingga identitas resmi tentu harus ada (* bahkan meski rezim ORBA dolo memelihara aliran kepercayaan tp gak ada di KTP agama kepercayaan *), juga UU perkawinan mensyaratkan satu agama dan acuanya adalah KTP dan saya rasa masih ada alasan lainya untuk pencantuman agama dalam KTP.
Salam Damai.
rozenesia 09:13 on 10.27.2007 Permalink |
@ Ferry ZK: Saya sendiri bingung, karena atheisme dan nggak beragama itu beda, IMO.
Saya sendiri masih males mikirin kolom agama di KTP.
Ferry ZK 01:51 on 10.29.2007 Permalink |
memang beda pan dolo yang enggak beragama tp bukan atheis ada wadahnya di mimbar agama kepercayaan yang intinya percaya Tuhan tp agama sih lain soal he.. he..
rozenesia 03:00 on 10.29.2007 Permalink |
@ @ Ferry ZK: Mari kita kembalikan kolom agama di KTP ke tangan Tuhan…
Puji Tuhan. Amin.
Ferry ZK 03:05 on 10.30.2007 Permalink |
klo ketangan Tuhan tar pas perlu mesti tanya Tuhan dulu dunk hi.. hi..
rozenesia 02:26 on 11.02.2007 Permalink |
@ Ferry ZK: Amen, saya ga sanggup menghadapNya sekarang.
Kamera, Foto, dan Narsisisme « Deathlock 14:22 on 11.08.2007 Permalink |
[...] Identitas Diri Alasan ini lebih condong kepada penggunaan dari berfoto narsis, tapi tetap saya masukan disini. [...]
Eksplorasi Tubuh « r o z e n e s i a 03:09 on 11.12.2007 Permalink |
[...] di saat blogsphere dihiasi perdebatan mengenai religi, perang identitas, sampai sibuk mencari bokep, timbul sebuah pertanyaan menarik–yang konon kaanya berbau [...]
vino 04:08 on 11.16.2007 Permalink |
pertanyaan2 disaat manusia “mature” hinggap di semua orang, disaatnya. ada potensi akal yang bisa kita gunakan buat menyibak keburaman keyakinan. akal adalah pelita, cahaya.
rozenesia 04:09 on 11.16.2007 Permalink |
vino: Amin.
shinobi 16:49 on 12.11.2007 Permalink |
kesimpulan yang sangat komplit o_O
hehehe apakah engkau tahu, engkau melupakan satu…. (rada sinsitip nih soalnya
) : “sst, apakah anda juga… jewish?” hehehe
(maka lengkaplah sudah agama (setidaknya yang termasuk agama, bukan aliran kepercayaan .red) yang ditanyakan, iya kan?))
only a joke, bro ^ ^
semangat!
rozenesia 10:50 on 12.14.2007 Permalink |
@ shinobi: Jewish? Heheheee… Entah. Saya juga tak mencantumbkan Mormon, Baha’i, Shinto, dan lainnya.
Partisimon 16:34 on 12.16.2007 Permalink |
Saya pikir ambil hikmahnya aja. Kadang pertanyaan orang tentang agama kita, atau kita menanyai orang agamanya apa kadang penting juga.
Misalnya begini :
Kasus 1 :
Di wilayah publik (misal ospek perguruan tinggi), sebisa mungkin orang mengenal kita. misalnya kejadian kita mengalami kecelakaan (misal meninggal) …kartu identitas gak ada, tapi ada orang tau agama kita apa, (misal kita beragama kristen protestan seperti saya) orang ramai/massa bisa langsung menghubungi pendeta gereja terdekat, jadi minimal cara penguburan kita gak salah.
Kasus 2.
Misalnya di tempat kerja kita (misalnya tempat kerja kita kebanyakan karyawannya kristen/ katholik), misal ada karyawan baru …. tentu kita ingin mengenal dan mengetahui agamanya. Tujuannya bukan untuk apa. tapi karena di dalam aturan agama masing2 ada perbedaan. Kalau kita sudah tau dia beragama muslim misalnya, tidak mungkin kita menawari dia makan daging B2 … jadi dengan mengetahui kepercayaan seseorang kita bisa menghindari hal-hal yang yang bisa merusak hubungan sosial antar sesama.
kasus 3.
Seperti saya saat ini, saya masuk dan berdiam (kost) di kawasan berpenduduk muslim (mungkin 99%) …secara jalas saya memberitahu pak RT dan tetangga kanan kiri saya bahwa saya seorang kristen (kalau di tanya agama saya apa). juga saya gerejanya dimana. Jadi orang gak heran kalau hari jum’at kok saya gak ikut sholat, karena mereka sudah maklum.
makanya saya di hari lebaran kita bisa dapat ketupat sayur dengan lauknya dan esoknya saya kembalikan mangkuknya dengan lapis legit surabaya.
Jadi, menurut saya, kita mengetahui agama orang atau orang mengetahui agama kita itu penting, asalkan tujuannya bukan untuk saling curiga dan diskriminasi.
-Mari sebarkan kebaikan hari ini -
salam
partisimon
You, Me, and Agnosticism « all hail rozenesia™ 19:00 on 12.16.2007 Permalink |
[...] ask about religion, please. I wonder why my friends from the class of International Relations department don’t [...]
rozenesia 19:04 on 12.16.2007 Permalink |
@ Partisimon: Ah, terima kasih masukannya, pak. Saya sebenarnya sih nggak begitu masalah dengan menyebutkan agama yang ada di KTP saya, tapi saya nggak begitu suka kalau di mana-mana selalu ditanyakan pertanyaan itu, harus ada kondisi dan situasi yang tepat dulu bagi saya pak. Salam juga, Pak.
I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™ 18:31 on 12.28.2007 Permalink |
[...] kegundahan hatiku kala manusia bertanya kepadaku, apakah agama yang melekat dalam jiwa dan ragaku? Sebenarnya apa agama yang aku anut? Ah, kebingungan dan kegundahanku kala itu melahirkan sebuah tulisan yang mungkin pantas kutahbiskan [...]
Alun 12:51 on 01.05.2008 Permalink |
Saya benar-benar sependapat. Nggak seharusnya agama digunakan untuk mengelompokkan manusia. Tapi cukup untuk dimengerti saja. Sehingga nantinya toleransi bener-bener tercipta. Bukan kelompok-kelompok.
rozenesia 13:02 on 01.05.2008 Permalink |
@ Alun: Ya, agama itu domain pribadi.
Terima kasih
Penyembah Sumur 14:44 on 01.23.2008 Permalink |
gua dari dulu selalu bilang agamanya menyembah sumur
Goenawan Lee 14:46 on 01.23.2008 Permalink |
@ Penyembah Sumur:< ?b> Kenapa oh kenapa?
daeng limpo 15:39 on 05.13.2008 Permalink |
A : agamamu apa ?
?????????????????????????
B : saya nih belum punya agama pak, lagi dibuat
A
Fortynine 05:34 on 07.22.2008 Permalink |
Eh, entri ini kok jadi hadiah ultah saya ya?
Solusinya? Bikin aja poster atau baju kaos yang di bagian depannya bertuliskan “AGAMA SAYA ADALAH ANU”. maka takkan ada lagi yang mempertanyakan apa agamamu.
fiona 20:11 on 08.05.2008 Permalink |
gw juga suka bingung kalo ditanya agamanya apa
agama ktp sih ada.
fiona 20:18 on 08.05.2008 Permalink |
wow balesnya cepet banget. haha :d
Adriano Minami 11:31 on 09.02.2008 Permalink |
Orang2 Indonesia mang gak jelas yak
Masa liat Agama dr Fisik? Agama ya dari hati, jangan seperti suatu organisasi di Islam, sok Islam tp lebih kafir dr yg kafir dari agama manapun.
mantan kyai 03:38 on 09.08.2008 Permalink |
belom dapat SIB (surat ijin beragama) ??? *halah* !@!!@!!@!