
kepada yang berpuasakuasa,
o yang berpuasakuasa, apa salah kami hingga gubuk reyot tempat kami mencari nafkah harus ditutup pada siang hari? apa hanya alasan menghormati mereka yang puasa? apa itu berarti di bulan puasa semua harus serba puasa? tak bisakah membiarkan kami mengais sedikit rezeki di bulan yang ujarmu suci ini? kami tahu kalau kami harus menghormati mereka yang berpuasa, tapi bisakah yang berpuasa juga menghormati kami? mengapa harus kami yang harus menghormati sementara kami tidak dihormati untuk mencari nafkah? apa ini arogansi mayoritas? atau ini bukti bahwa jika ingin berpuasa, segala sesuatu di sekelilingnya harus berpuasa juga? atau ini hanya bukti bahwa mereka yang berpuasa tidak bisa menahan hawa nafsunya jika di sekitarnya ada yang tidak berpuasa? lalu apa esensi dan hakikat puasa mereka? sekadar budaya saja? apa berpuasa artinya harus mencegah dulu segala sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu, bukannya menahan diri dari sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu tersebut? jika begitu, alangkah hampanya spiritual mereka. puasa yang tidak berarti apa-apa.
o yang berpuasakuasa, pantaskah kalian membrendel mereka yang tidak berpuasa? menangkap satu demi satu mereka yang makan dan minum di pinggiran jalan. merazia mereka yang mengisi perut lapar mereka. mungkin saja di antara mereka ada yang bukan kaum wajib puasa. lalu di mana makna puasa kalian? toh kalian dengan arogan menahan. apakah dengan sikap seperti itu puasa kalian akan bermakna?
o yang berpuasakuasa, tolong beritahu kami, mengapa kalian begitu semena-mena? kami tidak menghormati kalian yang berpuasa? dengan apa kami tidak menghormati? makan dan minum? apakah kami dengan congkaknya melakukan itu di hadapan kalian? apakah kami memamerkannya? jika tidak, lantas mengapa kami dituduh tidak menghormati?
o yang berpuasakuasa, mari kita sama-sama menghargai. kami hargai kalian yang menjalankan ibadah. tapi tolong hargai kami. hargai kami untuk mengais rezeki, hargai kami untuk mengisi perut lapar kami. kami menghargai kalian, dengan tidak makan dan minum dengan sombong di hadapan kalian.
o yang berpuasakuasa, apakah dengan menuduh, puasa kalian tetap bermakna? apakah dengan melarang kami membuka usaha, esensi puasa kalian tetap terjaga? apakah dengan menangkap dan menghukum yang tidak berpuasa, tidakkah spiritual puasa kalian makin hampa? apakah dengan saling ribut, mempersoalkan rumah makan, kalian akan mendapatkan pahala puasa?
o yang berpuasakuasa, tolong dengarkan keluh kesah kami, tolong jawab pertanyaan kami…
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
cK 13:09 on 09.18.2007 Permalink |
vertamax, yay!!
yang berpuasakuasa 13:11 on 09.18.2007 Permalink |
anda tidak salah kok. tenang aja.
yang berkuasa 13:12 on 09.18.2007 Permalink |
edit nama *baru inget nggak bisa html*
komen lagi ah…
saya dengarkan keluh kesannya. silahkan telpon 0809-protes-ke-tuhan
bebas pulsa…
kemudian tinggalkan pesan. nanti akan saya jawab secara personal.
terima kasih…
almascatie 13:17 on 09.18.2007 Permalink |
jeritan ini mengingatkan perjalanan dari rumah ke ambon

disepanjang jalan walau banyak warung buka tapi sodara2 sayah yg non tidak terlihat merokok sama sekali.. syah kagum bener…
padahal kalo hari biasa kita bisa nemu dimana saja..
*sayah rindu toleransi seperti ini*
btw.. satu hal yg sayah ingat… setiap kebiajakan yang berkuasa tidak pernah berasal dari kalangan bawah.. selalu hanya untuk mengikuti kehendak yang berkuasa.. s***t
Fajar 13:41 on 09.18.2007 Permalink |
saya menghargai ko
ente tenang aja
Fadli 13:47 on 09.18.2007 Permalink |
basi!
saRe' 13:54 on 09.18.2007 Permalink |
kalo ga ada geregetnya kan ga seru
rozenesia 13:57 on 09.18.2007 Permalink |
@ cK: ….
@ yang berpuasakuasa: Amen
@ yang berkuasa: Saya ga funya hengpon.
@ almascatie: Hidup pluralitas dan toleransi!
@ Fajar: Gut!
@ Fadli: He? Ga ada yang jual makanan basi di bulan puasa kok?
@ saRe’:
bachtiar si pengemis 13:59 on 09.18.2007 Permalink |
nyante aja bro……
kalau di kampung saya warung hanya dianjurkan untuk tiadak buka….
hanya dianjurkan loh….
kalau mau buka ya silahkan , wong dia punya wewenang .iya gak ?
kalau warung yang buka juga agak ditutup gitu bro….
haha….
stay cool
rozenesia 14:01 on 09.18.2007 Permalink |
bachtiar si pengemis: Bagoesss!!! Ada godaan. Love that~
dipaksa baca (lagi) 14:06 on 09.18.2007 Permalink |
hoahem…
ohh…ini toh celoteh orang yang kemarin ngajakin saya makan mie ayam dipinggir jalan sekitar jam 4 sore….
kalo menurutku (yang ngekost didaerah warung) mereka tuh nutup warungnya bukan karena menghormati yang puasa…tapi emang jam segitu g ada yang beli boz…yang g puasa cuman brapa doang..percuma dumz mereka masak dari shubuh tapi makannannya yang kebeli cuman dikit.mending mah masaknya deket-deket maghrib terus makanannya laku degh dibeli buat buka…
kalo diAmbon mah,mereka emang rugi kalo nutup warungnya…makanya warungnya teuteup buka….
rozenesia 14:08 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (lagi): Kurang ajar kau.
Lha? Kau kan kost di kampung santri. Kau bilang sendiri begitu kok.
katasa07 14:47 on 09.18.2007 Permalink |
hihihi…warungmu di daerah mana sih roze
di daerah aku, warung tetep buka tuh
malah ada yang warungnya buka (pura2 tutup/pura2 toleransi?) di pakein layar githu
rozenesia 14:56 on 09.18.2007 Permalink |
@ katasa07: Saya biasa mangkal di Babarsari deket Atma Jaya.

Banyak yang buka atuh…
Tapi saya ga permasalahin daerah kok.
dipaksa baca 15:03 on 09.18.2007 Permalink |
kampung santri juga warungnya lebih banyak tauk….depan kamar udah warung,samping juga warung…bahkan kalo kau liat juga bapak kost itu juga punya warung….sebelah kost,kanan-kiri warung…depan kost,warung…jalan lagi…warung lagi…
*mie ayamnya kemaren g enak…udah aku bilang bakso aja malah maksa mie ayam…
rozenesia 15:06 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Tapi bulan fuasa buka ga?
antobilang 15:20 on 09.18.2007 Permalink |
sekali lagi, beragama itu urusan pribadi dengan Tuhan
gak perlu ada yang ikut campur, apa maksudnya pengen masuk surga bareng2 ya? atau cuma gagah2an?
rozenesia 15:24 on 09.18.2007 Permalink |
@ antobilang: Ho-oh, setujuh!
Uchiha Miyu 15:24 on 09.18.2007 Permalink |
apa maksud sih? -__-
rozenesia 15:25 on 09.18.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu: Baca yang bener.
dipaksa baca 15:45 on 09.18.2007 Permalink |
buka dengan alasan yang aku sebut dipostku yang pertama…
danalingga 16:22 on 09.18.2007 Permalink |
Loh, yang jualan itu juga berfuasa toh?
rozenesia 16:31 on 09.18.2007 Permalink |
@ dipaksa baca:
@ danalingga: Kayaknya.
alex 18:22 on 09.18.2007 Permalink |
Suratmu….
Menyentuh…
Menyeret tanganku menggeser mouse untuk “Save Page As” begini…
deKing 21:57 on 09.18.2007 Permalink |
Jawabannya sederhana …
Mohon hormatilah kami2 yang ber
puasakuasa ini*Ah … alasan basi ya*
deKing 21:59 on 09.18.2007 Permalink |
Waduch terlalu cepat klik “submit”
Mmmm maunya dihormati taoi kok malahan tidak mau menghormati (hak) orang lain ya
Ah … ironis sekali
Sawali Tuhusetya 22:00 on 09.18.2007 Permalink |
Masyarakat di negeri ini, lebih-lebih yang berkuasa, agaknya perlu banyak belajar bagaimana melakukan toleransi, tidak hanya dalam hal ibadah puasa, tetapi juga pada aspek kehidupan yang lain.
sigid 01:39 on 09.19.2007 Permalink |
Saya ndak puasa, tapi ndak makan siang gara-gara pengin ngirit
Puasa itu apa to sebenarnya?
Waktu mencari pahala, latihan menahan lapar, latihan menjadi bijak, latihan menjadi sabar, latihan menahan nafsu atau apa ya?
Kalo latihan menahan nafsu, makin banyak godaanya kan makin cool kalo berhasil
Rizma 02:33 on 09.19.2007 Permalink |
siapa yang puasa?? siapaa?? suruh buka aja semua!!
jadi saling paksa gini,,
*Ma lagi error*
CY 03:39 on 09.19.2007 Permalink |
Kalo melaksanakan ajaran agama dgn berakibat menyusahkan manusia lain, bahkan Tuhan sendiripun tidak akan pernah setuju. Mari kita tunggu bersama
bencana alamperingatan berikutnya dari Sang Sumber sbg pertanda bhw Dia tidak setuju.k* tutur 04:41 on 09.19.2007 Permalink |
Kopral Geddoe 05:24 on 09.19.2007 Permalink |
Buka semua rumah makan!
Mondrosen 06:49 on 09.19.2007 Permalink |
Bayangkan: selama bulan puasa, semua yang menjual makanan di alam Universitasku dilarang buka! Kami sampai makan di food court Univeritas Tarumanegara!
KEJAM! KEJAM! KEMBALIKAN NASI PADANGKUUUU!!!!!
rainazure 07:48 on 09.19.2007 Permalink |
nyante aja bro. bukannya dilarang buka, tapi mereka yang membiarkan warungnya tutup. ato, kami nyante aja kalo ada siapa yang makan ato minum, ato ngoker..,
(ngetes juga, aku baru belajar ngoment…:D)
ya,, kami tetap menghormati mereka yang nggak puasa…
(salah ya??)
Mihael "D.B." Ellinsworth 08:53 on 09.19.2007 Permalink |
Surat terbuka ? Mana tembusannya ?
rozenesia 10:08 on 09.19.2007 Permalink |
@ alex: Hiks…
@ deKing: Nah ini dia, Pak. Harus ada hubungan timbal balik yang saling menghargai, ga ada arogansi mayoritas.
@ Sawali Tuhusetya: Benar.
Dengan adanya toleransi itu, Indonesia bisa berjalan maju, ga jalan di tempat. Ga usah menyalahkan siapa-siapa, introspeksi dulu.
@ sigid: Bener!

Makan ga makan asal
kumpultahan godaan~Puasa? Ah, mikir dulu… Ajang menjadi bijak, sabar, dll. Pokoknya yang baik-baik lah.
@ Rizma: Lapar?
@ CY: Yap! Ajaran agama saya yakin untuk kebaikan bersama umat manusia, bukan hanya segolongan manusia saja.
@ k* tutur: Waduh… Kan “kami”, susah ngontok yang lain, tuan.
eh, kok “bro” sih? o.O
@ Kopral Geddoe: Setuju!
@ Mondrosen: Aduh, yang ga wajib puasa kasian kalau begini. Kan ga sahur. Lapar banget dong…
@ rainazure: Bro… Lagi-lagi bro…
Eh, ini kan sedikit menyinngung PerDa di beberapa daerah yang meskipun bagus aturannya tapi penerapannya kelewatan, lho.
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: “Terbuka” yang ini kan maksudnya untuk semua kalangan, ga ekslusif.
Mihael "D.B." Ellinsworth 13:01 on 09.19.2007 Permalink |
Baru tahu itu surat merujuk pada curhat.
dipaksa baca 13:03 on 09.19.2007 Permalink |
heee…soir, Tuhan g sempet baca..
lagi sibuk ngawasin yang ber
puasakuasa soalnya mereka itu kalo g diawasinpuasakuasanya bisa batal…trus kalo batal nyalahin tuh warung yang pada buka…
duuhhh…sussah degh jadi Tuhan
Javenne 13:10 on 09.19.2007 Permalink |
Daku sendiri sih gak puasa, tapi IMHO daku setuju-setuju aja kalo warung-warung ditutup asal udah keputusan bersama (pemilik warung+org yg minta nutup+org skitar).
Kalo udah keputusan bersama, yah daku can’t object on that.
Kalo warungnya dbuka bakal menguntungkan banyak orang (di skitar warung banyak yang gak puasa), kurasa gak masalah dibuka. Tapi kurasa kalo emang warung tuh sebegitu ngeganggu-nya yah mungkin dicariin jalan tengah, misalnya daku setuju banget tuh ama warung yang nutupin warungnya pake layar gitu. Intinya gak ada pihak yang terlalu dirugikan lah.
Kalo daku jadi gak bisa jajan, yah mau tak mau makan di rumah. Kalo gak sempet masak, yah beli n ngestok cemilan nan banyak / makanan instant / masak H-1.
Jendral Bayut™ 15:18 on 09.19.2007 Permalink |
maunya puasa tanpa godaan kali yeeeee
dwihandyn 16:41 on 09.19.2007 Permalink |
Mungkin ya, mereka yg puasa jadi kepengen makan klo lihat orang lain lagi makan. Padahal yg lagi makan kan tidak menawari mereka makan.
Yach… saling menghargai lah… biar damai selalu…
Salam kenal yach….
extremusmilitis 05:31 on 09.20.2007 Permalink |
*mode OOT: on*
Ini ada PR yang harus dikerjain secepat mungkin
*mode OOT: off*
mr lekig 05:55 on 09.20.2007 Permalink |
lupa bilang, Salam Kenal ya..
Memang susah menjadi minoritas… Makanya besok2 kalau reinkarnasi, pilih jadi mayoritas..
rozenesia 09:58 on 09.20.2007 Permalink |
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Rencananya hampir semua tulisan di sini akan saya kemas dalam bentuk curhat, lho. Saya ga mau sok ngerti sok bicara lantang panjang lebar ngejelasin. Ya, curhat aja dulu. Ga semua curhat itu melankolis atau gimana gitu ya…
@ dipaksa baca: Ahahaaaa… I like your comment, bro.
@ Javenne: Keputusan bersama sih okay, tapi kalau pemerintah (terutama daerah) udah ikut campur, apalagi memaksa, itu yang susah.
@ Jendral Bayut™: Ga seru dong. Dapat apa coba?
@ dwihandyn: Salam kenal. Yang ga wajib, makan silahkan. Asal ga dengan sombongnya sengaja makan di depan yang puasa.
@ extremusmilitis: *klik*
@ mr lekig: Salam kenal juga. Ahahaaaa… Mayoritas di mana dulu, tuan?
Ravelt 10:54 on 09.20.2007 Permalink |
Terharu…
Good good..
rozenesia 11:30 on 09.20.2007 Permalink |
@ Ravelt: Lha? Kok terharu?
Uchiha Miyu 13:16 on 09.20.2007 Permalink |
Yah, kan ditutup demi kebaikan org yg berpuasa jg kan? Kshan org yg berpuasa kalo tergoda.
rozenesia 13:28 on 09.20.2007 Permalink |
@ : Komentar dari satu sisi nih. Yang ga puasa bagaimana? Misalnya ada PerDa yang melarang semua rumah makan atau warung makan tutup di bawah jam 12 siang. Lalu yang ga puasa? Yang ga sempat nyiapin makanan?

Terus kasihan karena tergoda? Lha? Memangnya puasa HARUS ga ada godaan ya?
Jadi semua yang bisa membatalkan kudu ditutupi selama siang hari?
almascatie 13:45 on 09.20.2007 Permalink |
sttttt…….. kadang memang merasa ga enak pada saat nge-liat orang makan disamping kita… tapi yah itu karena pluralitas maka semua mempunyai hak untuk melakukan apa saja termasuk makan bagi yang ga berpuasa.. nah dalam kondisi ini kan kembali lagi kepada esensi ber-toleransi antar manusia.. bagaiman penganut agama lain atau yg tidak berpuasa bisa menghormati orang berpuasa…
makan ditempat yang mungkin tertutup, tidak makan ditempat yg sekiranya ada orang yg melakukan puasa dan hal-hal sepele lain….
teman-teman sayah disini pada saat mau merokok pasti mereka tanya sayah dulu apakah boleh merokok disamping sayah yg mereka tau puasa, dan sayah mengijinkan mereka sebab saya tau itu hak mereka dan sayah ga mungkin tergoda.. nah toleransi yg ditunjukkan dengan bertanya.. tentang hal sepele itu yang sangat saya hormati bahkan menambah erat tali persahatan…
kenapa harus digugat salah satu pihak, bukankah kita bisa saling menghormati
Peraturan untuk melarang membuka usaha itu bukan penyelesaian yang baik… sebab akan menjadi bentuk penindasan baru seperti diungkapkan disini.. tapi maukah kita saling menghormati diantara yang puasa dan tidak puasa?
almascatie 13:47 on 09.20.2007 Permalink |
weh comment sayah panjang jga yah
*mijit jari jempol yang retak*
rozenesia 14:50 on 09.20.2007 Permalink |
@ almascatie: Wuiiiihhh…
Panjang…
Yup, asal makan di tempat tertutup dan ga sengaja manas-manasin yang puasa, why not? Kenapa harus ada peraturan yang melarang pembukaan usaha di siang hari segala?
dipaksa baca 16:33 on 09.20.2007 Permalink |
halah alasan basi…!!!
Allah g pernah tuh nyuruh warung tutup setiap puasa…Tuhan-Tuhan nyang laen juga kagak ade tuh nyang ngelarang warung buka waktu umatnya lagi puasa…???
di kitab-kitab suci kagak ade juga tuh fatwa-fatwa atawa ayat-ayat yang bilang puasa, warung harus tutup… dari Al-Qur’an, injil, kamasutra ampe dikitabnya ratu adil dijabanin kagak ada larangan tuh….
kalo peraturan manusia bisa ngelampaui peraturan
paraTuhan,ngapain juga percaya ama Tuhan….danalingga 16:36 on 09.20.2007 Permalink |
lihat posting di atas.
*ngakak di neraka lapis ke 7*
extremusmilitis 16:45 on 09.20.2007 Permalink |
bukankah semakin besar tantangan semakin nikmat bagi yang berpuasa?
apalagi kalau berhasil melewatinya sebulan penuh, wah itu akan lebih baik.
berdasarkan hasil survey:
banyak temen-temen yang memilih untuk berpuasa di tempat yang justru banyak tantangan-nya mulai dari yang makan dan minum di depan umum, ngerokok dengan santainya, sampe yang ada maksiat-maksiatnya, daripada di daerah yang justru adem-adem saja, karena merasa bahwa dengan bisa melewati semua itu, arti dan makna puasa yang sebenarnya dapat mereka rasakan
dipaksa baca 16:51 on 09.20.2007 Permalink |
feedback kalle tribute to danalingga,nerake nyang mane bang…???
peraturan
paraTuhan aja dilampaui…kali-kali aja para orang nyang berpuasakuasa itu ntar nutup neraka juga…ntar dagh,kalo udah bosen diancem ama neraka paling ujung-ujungnya neraka ditutup juga….wadduh,niatnya menjalankan perintah Tuhan kok malah sambil mendikte perintah Tuhan….
hoek 16:56 on 09.20.2007 Permalink |
*OOT Mode ON*
ada afa ini?
ada afa ini?
ko rame sekali??
*baca suradna*
emang mas rozen lagi usaha warung apa segh? makanya mas, kalo baru mbukak warung jangan pas bulan fuasa, harom tauk! ntar bisa diseret malekad ke neraka lho!!!
rozenesia 10:06 on 09.21.2007 Permalink |
@ dipaksa baca: Ah, biasalah… Kenapa batal puasa? Karena ga tahan liat yang lain makan di warung makan.
Kenapa batal puasa? Karena MARAH liat yang lain makan.
@ danalingga: *ikutan ngakak*
@ extremusmilitis: Nah, itu juga yang saya pikir.
Jika hanya diam diri seharian di rumah, apalagi tidur. Rasanya puasa biasa-biasa aja deh.
@ hoek: Kok ‘mas’ sih?
Well… Ane ga funya warung.
Uchiha Miyu 11:47 on 09.21.2007 Permalink |
Yg ga puasa masak sendiri lah -__-
rozenesia 11:51 on 09.21.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu:*catet*


Nah, bagaimana dengan mahasiswa?
Karyawan kantor?
Sempat masak?
bakebake 11:52 on 09.21.2007 Permalink |
Enggak setuju!
Masa’ gara2 Ramadhan warung ditutup?!
Harusnya warung2 dsb dibuka, biar bisa melatih iman lebih kuat lagi~
*ditimpuk*
rozenesia 11:59 on 09.21.2007 Permalink |
@ bakebake: Bagoesss! Kulkas pun mendukung pembukaan warung.
dipaksa buat (kagak log in) 12:04 on 09.21.2007 Permalink |
yosh….
miyu kau keknya terlalu idealis yak…g semua orang yang g puasa punya tangan buat masak. g semua orang yang g puasa punya kompor buat masak. yang paling gampang nih, g semua orang yang g puasa bisa masak…
baka~sama….yosh…setujju…!!!
kalo dimanja terus apa gunanya puasa…???
rozenesia 12:05 on 09.21.2007 Permalink |
@ dipaksa buat (kagak log in): Dan ga semua orang yang puasa punya waktu untuk masak.
*maratapi nasib mahasiswi-mahasiswi cantik yang terpaksa mengungsi ke univ lain buat nyari kantin*
Uchiha Miyu 12:17 on 09.21.2007 Permalink |
There’s something called MI GELAS/POP MIE!!!!
rozenesia 12:20 on 09.21.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu: Mau bunuh perlahan-lahan ya? Kejam amat. Para ahli kesehatan udah bilang kalau mie instan itu kurang sehat. Jadi dianjurkan kalau mau makan, ya seminggu sekali. Kalau tiap hari makan itu, mau bunuh minoritas ya?
Zazi 12:21 on 09.21.2007 Permalink |
* di paksa komen *
saya bingung
rozenesia 12:22 on 09.21.2007 Permalink |
@ Zazi: Fans kan kudu komen di blog sang idola.~
danalingga 12:22 on 09.21.2007 Permalink |
@miyu:
sadis amat, nyuruh orang makan mi gelas selama sebulan
rozenesia 12:25 on 09.21.2007 Permalink |
@ danalingga: Iya tuh.
Genocide.
Uchiha Miyu 12:26 on 09.21.2007 Permalink |
Mikir dong! Kan cuma buat sebelum buka puasa. malamnya kan bs makan luar. cape de.
dipaksa baca (kagak log in) 12:26 on 09.21.2007 Permalink |
wah bener tuh katanya mbak rose…lhah kalo emang pada awalnya orang yang kagak puasa disuruh makan mi gelas…ngapain dari awal buka warung…???
beggimanne sih…kok kagak konsisten gittu…
satu lagi…g semua orang yang g puasa tau kalo besok itu puasa…jada ya mereka kagak siap-siap….lapper degh seharian…apalagi orang yang sibuk….yang biasanya dikantor cuman nyuruh OB beli ini beli itu…
lha kalo OB nya bilang, “mbak warungnya tutup” mampus udah….
dan hello….apa ya mau kekampus atau kekantor sambil nenteng-nenteng MI GELAS/POP MIE ama air panas….
idddihh…najjis mah kalo gw…
Zazi 12:27 on 09.21.2007 Permalink |
=_______________________=
Dream Maker 12:31 on 09.21.2007 Permalink |
[setuju ma zazi, anaknyapun tiap hari dikejer2 suruh komen di sini]
Miyu, dari seantero komen, kayaknya komenku paling menarik
Yah… Puasa itu kalo gak salah tahan nafsu kan? Kalo misalnya gak ada godaan yang bikin nafsu sama ajah bukan puasa dong ah
Kasian bener tiap hari denger anak kos2an yang ga puasa terpaksa puasa gara2 gak ada makanan
Makan pop mie/mi gelas? Aku tiap hari makan indomie ajah udah kena marah, cari mati katanya
Miyu, kalo misalnya kamu puasa di sebelah orang yang lagi makan, pas buka itu rasa ‘puasa’nya terasa loh
[orang yang ga puasa mah bia komen kayak gini~ hohoho]
rozenesia 12:32 on 09.21.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu: Paling ga sehari sekali, dan tetap ga sehat. Lagipula, kata “dipaksa baca”, nyari mie gelas kan di toko/minimarket/supermarket, terus air panasnya?
Mahasiswa atau karyawan kantor yang sibuk mah dapat darimana?
@ dipaksa baca (kagak log in): Udah dibilang juga kalo nyurun makan makanan instan itu Genocide.
@ Zazi: Kenafa?
rozenesia 12:34 on 09.21.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Anak baik harus nurut apa kata papi/mami kamu ini.
Iya, kasian yang kost-kostan, kecuali dia bisa sewa rumah di Casa Grande.
dipaksa baca (kagak log in) 12:37 on 09.21.2007 Permalink |
hapuskan POP MIE dan MIE GELAS selama bulan puasa…!!!!
Uchiha Miyu 12:40 on 09.21.2007 Permalink |
Kalo gitu beli buku masak dong >>
emg ga ada mall yg restox buka? di balikpapan ada sih, tp di ‘tutup2in’.
almascatie 12:44 on 09.21.2007 Permalink |
udah besok sayah mo buka warung aja…
“warung es degan wordpress”
jualannya di blog aja ah tapi apamasih kena grebeg ga sih
dipaksa baca (kagak log in) 12:48 on 09.21.2007 Permalink |
ceileh…lagi ngampus atawa kerja disuruh ke mall….
balik-balik disambit dosen ama supervisor itu mah….
rozenesia 12:52 on 09.21.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in) [1]: SETUJUHHH!!!
*dibantai perusahaan mie instan*
@ Uchiha Miyu: Di sebuah kota di Indonesia, sebelum jam 12 siang dijami yang ga puasa bakal kelaparan karena pemerintah daerah melarang semua warung makan dan resto buka.
@ almascatie: Haram! Haram! Grebekk!!
@ dipaksa baca (kagak log in) [2]:
Dream Maker 13:11 on 09.21.2007 Permalink |
@almascatie
wah? warung es degan wordpress?
papi roze jahat sih, udah 3 harian dikejer2 suruh komen
harusnya kayak mami roze dong, bisa tahan godaan!
walaupun… [lirik2 statusnya sekarang]
calonorangtenarsedunia 13:14 on 09.21.2007 Permalink |
ga ada perintah buat nutup warung kan?
kalo emang warungnya tutup ya berarti datengnya dari keinginan si pemilik warung. kalo ternyata ada oknum2 yang maksa dia tutup, ya kita bakar™ aja oknumnya..
gampang…
rozenesia 13:22 on 09.21.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Papi? Mami? Status?
@ calonorangtenarsedunia: Ada beberapa peraturan daerah di beberapa daerah yang ‘menyuruh’ untuk menutup.
dipaksa baca (kagak log in) 13:22 on 09.21.2007 Permalink |
masalahnya oknumnya itu berupa perda…masak ya dibakar…yang ada kita dicap makar dan tiba-tiba mayat kita ada di teluk tokyo sono noh
dipaksa baca (kagak log in) 13:23 on 09.21.2007 Permalink |
halah keduluan ama mbak rose….intinya gitu lah…..
Uchiha Miyu 13:28 on 09.21.2007 Permalink |
yah, kalo mo komplain sana ke pemerintahan -___-
rozenesia 13:29 on 09.21.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in):
*tertawa melecehkan*
rozenesia 13:30 on 09.21.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu: Pemerintah daerah, tepatnya.

Pemerintah daerah yang terkesan menunjukkan arogansi mayoritas.
Komplain? Saya melakukannya lewat blog ini.
dipaksa baca (kagak log in) 13:32 on 09.21.2007 Permalink |
ha ha *tertawa miris*nangis darah*
kalo pemerintah mau ndenger mah, mbak rose kagak bakal bikin entry ini dagh….
almascatie 13:42 on 09.21.2007 Permalink |
sembilan puluh
*gubernur mode on*
demi kenyamanan masyarakat semua.. maka warung2 yang ingin buka harap membayar upeti kepada pegawai yg telah ditunjuk
*gubernur mode on*
dirikan negara sendiri aja yok
dipaksa baca (kagak log in) 13:44 on 09.21.2007 Permalink |
iddih…negara satu aja peraturan macem-macem…apalagi negara dua…
bisa-bisa, peraturan pertama selama siang warung kagak boleh buka, peraturan negara kedua, selama malam, warung kagak boleh buka juga… apeeeuuuunn DJ
danalingga 13:50 on 09.21.2007 Permalink |
Walah, rame banget di sini ya, berarti warungnya dah buka. Analisa singkat dari saya.
manusiasuper 14:28 on 09.21.2007 Permalink |
Curhat dari sosok yang kesulitan mencari bekal di perjalanan
Selamat meng-Indonesia Gun!
hoek 17:31 on 09.21.2007 Permalink |
wiw, bukan mas yak? sori sori, engkau genderless yak kawan? maapkan saia kalo bgidu…
rozenesia 00:54 on 09.22.2007 Permalink |
@ dipaksa baca (kagak log in) [1]:
@ almascatie: Nah, loket pembayarannya di blog ini.
@ dipaksa baca (kagak log in) [2]: Malam apa hubungannya sama warung?
@ danalingga: mau makan apa, mas? Yang ++ juga ada kok.
@ manusiasuper: Kehabisan uang buat makan, tepatnya.
@ hoek: Anooo… Ntar dibuat entry membahas yang ini.
CY 08:25 on 09.22.2007 Permalink |
haha… uchicha miyu udah kehabisan bahan malah nyuruh komplain ke pemerintahan… wakakakak… hijo deh muke gue…
rivafauziah 08:56 on 09.22.2007 Permalink |
Puasa – Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.
CY 09:37 on 09.22.2007 Permalink |
ehem… ada dongeng nih..
alkisah di Republik Mimpi ada sebuah kota yg ujicoba perda yg dibuat utk menghargai org2 dari kepercayaan Mayoritas yg sedang menjalankan ritual selama sebulan dlm menahan segala godaan. Langkah pertama dibuat perda melarang dibukanya warung2 dan rumah makan selama bulan itu dari pagi sampai sore hari saat ritual selesai. Setelah 5 tahun ternyata perda itu sukses menuai pujian 80% warga kota krn cukup
memanjakanmembantu mereka menahan godaan rasa ingin makan.Tahun ke-6, dibuat perda baru utk mendampingi yg ada, yaitu menutup semua toko yg menjual perangkat elektronik dan perabot, hal ini dilakukan utk membantu menahan godaan ingin memiliki perangkat & perabot baru utk dipamerkan ke tetangga dan rekan2 arisan. Kenapa? krn akibat godaan itu membuat warga yg budgetnya tidak mencukupi akan berusaha mencari tambahan dgn korupsi di segala lahan (dari pada malu kan sama tetangga?) yg pada gilirannya akan membatalkan ritual tersebut.
Tahun ke-11, krn perda kedua sukses dibuat lagi perda ketiga yg melarang dibukanya Mall2 terkemuka dan toko2 perhiasan sebelum ritual berakhir di sore hari, alasannya spy umat yg sedang ritual tidak tergoda ingin membeli perhiasan2 dan baju2 model baru utk dipamerkan saat ritual tersebut berakhir. Kenapa? dikhawatirkan krn budget (baca gaji bulanan) yg pas-pasan membuat sebagian warga akan mencoba cari alternatif pendapatan lain yg illegal yg pada gilirannya akan membatalkan ritual tersebut.
30 tahun kemudian saat bulan utk melaksanakan ritual tersebut tiba, maka pola kehidupan di kota tersebut masuk Guiness Book of Records. Yaitu seluruh aktifitas ekonomi dan kerja serta bisnis maupun sekolah dilaksanakan mulai jam 7 malam – 6 pagi. Warga kota beristirahat (baca tidur) dari jam 8 pagi s/d 5 sore, dan hal itu berlangsung sebulan lamanya.
Hihihi… kyk drakula aja tuh…..
*halah… kok jadi men-dongeng, sory ya roze… nyamfah disini*
hoek 10:24 on 09.22.2007 Permalink |
@CY
dongeng yang mengena sangadh itu!!!bisa aja terjadi disini kalo misalna masyarakad “dimanjain” sangadh!!!keren sangadh entuh!
hoek 10:50 on 09.22.2007 Permalink |
komen ke 100 kah saia?
dipaksa baca (kagak log in) 11:31 on 09.22.2007 Permalink |
bang CY, sampahnya berguna tuh…masi bisa dijilatin sisa-sisanya, masih ada nyang bisa diresapin….
kapan yak negara tetangga bisa kek gitu…lumayan kan…istirahat saat puasa….
eh tapi kasian para pasutri tuh….
jam-jam puasa kagak bisa buat anak…
ya iyalahmalemnya juga kagak bisa lagi…pan kerjarozenesia 11:37 on 09.22.2007 Permalink |
@ CY [1]:
@ rivafauziah: Selamat! Selamat~
@ CY [2]: Nice story, buat bahan pelajaran tuk ‘kebijakan’ pemerintah. 100!!
@ hoek [1]: Bener, ga dibuat senetronnya yak?
@ hoek [2]: Selamat, anda mendapatkan paket ‘alat bantu’ dari rozenesia Inc.
@ dipaksa baca (kagak log in): Loe ini mikir mesum mulu sehh…
Guh 12:26 on 09.22.2007 Permalink |
ALLAHUAKBAR!!, pekik sang guru sebelum anak-anak berangkat, menjalankan misi suci, merazia kedai-kedai makan yang nekat buka di siang hari.
Sayang rencana itu bocor, kedai-kedai yang sudah di incar ternyata tutup.
keciaaan de lo!
- – - -
Kayaknya puasa emang susah kalau udah terlanjur merasa berkuasa.
rozenesia 12:31 on 09.22.2007 Permalink |
@ Guh: Nice story, tuan Guh.
*ngakak di depan kompie*
Benar, baru merasa berkuasa saja sudah susah, apalagi jika memang memiliki kekuasaan.
remichan 14:20 on 09.22.2007 Permalink |
jawb pertanyaanku terlebih dahulu~ *ditabok2*
rozenesia 14:21 on 09.22.2007 Permalink |
@ remichan: Pertanyaan apa Deme-chan? =3
peyek 16:12 on 09.23.2007 Permalink |
Penguasa sok komat-kamit….
ya..maklum gerakan kagetan, sok melindungi
Sheiren_Chan 02:20 on 09.25.2007 Permalink |
Aha…..aku setuju dengan kamu
Di tempat kost aku aja masih banyak buka, no problem!!!!
Tergantung yang punya diri yang lagi menjalankan puasa dong, bisa atau tidak untuk menahan hawa nafsu mereka.
rozenesia 08:16 on 09.25.2007 Permalink |
@ peyek: Ahahaaa….
Iya juga, cak. Tiba-tiba gitu.
@ Sheiren_Chan: Kost di kota mana? Daerah mana?
Sheiren_Chan 03:51 on 09.26.2007 Permalink |
kenapa nanya tempat kost aku? *mencurigakan*
di indonesia tepatnya di kota jakarta, dan lebih tepatnya lagi di daerah jakarta pusat.
kamu sendiri???
Naru 05:30 on 09.26.2007 Permalink |
Bgaya lah…
sjag kapan dikaw berganti alamad niey?
soir lah… kada tahu ku ni… ku pikir asli kasan beramiannn
rozenesia 08:25 on 09.26.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan:
(bukan sasaran pengeboman kok)
Me? YK
@ Naru: Damen ih.
Sheiren_chan 04:20 on 09.27.2007 Permalink |
rozenesia 02:59 on 09.28.2007 Permalink |
@ Sheiren_chan: ConCat.
grace 07:30 on 09.28.2007 Permalink |
laper gila nihhh………
rozenesia 07:39 on 09.28.2007 Permalink |
@ grace: Mau ditratir di mana? – -
Chorshiva Langley 09:19 on 09.28.2007 Permalink |
itulah larangan manusia.. bukan larangan Tuhan,,,
manusia tak ingin menjadi tuhan tapi sifat mereka ingin merajalela layaknya tuhan,,,
end.
Sheiren_Chan 04:03 on 09.29.2007 Permalink |
?????
Naru 02:44 on 10.02.2007 Permalink |
Weheleh…helehhh…..
ngalih kam mancari kakawanan niey lagi…
kapan-kpan yu kita dapad berchat bramiannn???
ajaki yang layin punkkk..
kam bukil kada niey lbaran kayna?
bgaya lah…..
dobelden 14:24 on 10.02.2007 Permalink |
lihat lah JOGJAKARTA…
disini toleransi masih di junjung tinggi… semoga
rozenesia 15:08 on 10.02.2007 Permalink |
@ Chorshiva Langley: Jadi ingat ucapan si Ajar…
@ Sheiren_Chan: Ya?
@ Naru: Ane kagak pulang Lebaran atawa Natal.
@ dobelden: Ameeennn… *makan mie ayam deket Atma Jaya*
Lemon S. Sile 18:20 on 10.02.2007 Permalink |
Ini tergolong prosa yah?
*melirik ke ilustrasi.
nice. baidewei. Kisah Tiga Negeri (apa kerajaan?) bakal dilanjutkan tidak, Guru?
rozenesia 18:26 on 10.02.2007 Permalink |
@ Lemon S. Sile: Herheheee… Yeah.
Kisahnya lain kali ajha, lagi males.
celotehsaya 18:39 on 10.02.2007 Permalink |
apa seboet-seboet kata sakti itoe….???
*ngelirik keatas*
ija ija…setoedjoe….!!!atoeran manoesia g boleh ngelampaoei atoeran Toehan *kalo emang ada* kalo manoesia maoe bikin atoeran jang ngelampaoei kekoeasaan Toehan…bikit petisi tanda tangan oemat seloeroeh doenia doeloe….
sekalian djadi toehan jang baroe sana….
*emang pemerintah maoe njari tandatangan oemat sedoenia…???
kagak degh….jawda kalo gittoe mah g perloe bikin atoeran jang aneh-aneh….
rozenesia 18:45 on 10.02.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Hoi, ‘membunuh’ Tuhan itu perlu, lho.
cK 21:46 on 10.02.2007 Permalink |
blash! rame~
sedekah komen saja di bulan puasa…
rozenesia 15:06 on 10.10.2007 Permalink |
@ cK: …
Lemon S. Sile 15:13 on 10.13.2007 Permalink |
Landjoetkan dong, goeroe!!!
rozenesia 15:40 on 10.13.2007 Permalink |
@ Lemon S. Sile: Sabar! Tugas kuliah!
Kau anak SMA tau apa sih? Wakakakaaa… *ngakak sendiri, stress*
celotehsaya 19:59 on 10.13.2007 Permalink |
apdett apdett
rozenesia 08:47 on 10.14.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Kau yang lagi libur di semarang tau apa hah?
min 04:04 on 10.16.2007 Permalink |
emang yang nangkep orang lagi makan minum sape mas ?
ini film kartun apa? emang sih salah sebenernya yang berkuasa nyuruh nutup RM di siang hari sekedar mengais rejeki. Lagian kenapa gak bawa ke meja pengadilan aja, kan gak ada dasar hukumnya to?
rozenesia 17:59 on 10.16.2007 Permalink |
@ min: Ini sengaja menyinggung sebuah perda yang terkesan sewenang-wenang di daeran non-syariat.
endjivanhouten 14:54 on 10.17.2007 Permalink |
khan tidak semuanya begitu..
tapi konteksnya menyinggung perda y,
bukan orang yang berpuasa.
berhubung yang berpuasa itu jumlahnya mayoritas disini,
kesannya mereka berkuasa y?
terus bikin perda seenaknya y?
ah..
jadi ingat jaman sekolah dulu,
sempet diajarin tentang persamaan hak,
tentang saling menghormati hak orang lain.
orang tidak puasa punya hak untuk makan.
orang puasa punya hak untuk menjalankan ibadahnya dengan baik.
orang tidak berpuasa punya hak untuk makan dimana saja dia mau,
dengan tetap menghormati yang puasa.
kalo dengan terang-terangan makan di depan orang yang berpuasa,
rasanya kok tidak etis gitu.
kok sepertinya kehilangan nilai toleransi gitu..
begitupun yang puasa,
tidak bisa seenaknya menyuruh warung tutup,
tidak bisa seenaknya nangkepin orang-orang yang makan di siang hari.
haah….
bingung gw..
lagi giting gw..
rozenesia 23:07 on 10.17.2007 Permalink |
@ endjivanhouten: Intinya bagi saya ya kesadaran diri. Nggak usah dipaksa-paksa. Bagi yangg nggak puasa ya musti sadar kalo makan ya jangan di depan yang puasa. Yang puasa juga mesti sadar kalo nggak semua orang juga berpuasa. Terlalu bebas juga kacau, dikekang apalagi.
Sheiren_Chan 07:50 on 10.20.2007 Permalink |
Ya, apa?
rozenesia 08:01 on 10.20.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan: Ah, lupakan.
Pekerjaan Asli Rozenesia « hanja oetjapan konjol tjalon remadja 16:13 on 10.22.2007 Permalink |
[...] ngefans ama orang bersangkutan mending jangan diliat degh kalaupun liat jangan marah kita disini terbuka aja [...]
Sheiren_Chan 10:01 on 10.24.2007 Permalink |
lho?
ya sudah tidak pa lah…
rozenesia 17:25 on 10.24.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan:
I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™ 18:32 on 12.28.2007 Permalink |
[...] sebelah utara Pulau Jawa memberlakukan peraturan daerah yang serasa menyesakkan dada. Maka lahirlah sebuah surat yang menyoroti penguasa di sana. Mungkin saja beberapa pembaca menilai aku melakukan aksi pukul rata. Tapi tidak, nyatanya. [...]