bacalah suratku!

kepada yang berpuasakuasa,

o yang berpuasakuasa, apa salah kami hingga gubuk reyot tempat kami mencari nafkah harus ditutup pada siang hari? apa hanya alasan menghormati mereka yang puasa? apa itu berarti di bulan puasa semua harus serba puasa? tak bisakah membiarkan kami mengais sedikit rezeki di bulan yang ujarmu suci ini? kami tahu kalau kami harus menghormati mereka yang berpuasa, tapi bisakah yang berpuasa juga menghormati kami? mengapa harus kami yang harus menghormati sementara kami tidak dihormati untuk mencari nafkah? apa ini arogansi mayoritas? atau ini bukti bahwa jika ingin berpuasa, segala sesuatu di sekelilingnya harus berpuasa juga? atau ini hanya bukti bahwa mereka yang berpuasa tidak bisa menahan hawa nafsunya jika di sekitarnya ada yang tidak berpuasa? lalu apa esensi dan hakikat puasa mereka? sekadar budaya saja? apa berpuasa artinya harus mencegah dulu segala sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu, bukannya menahan diri dari sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu tersebut? jika begitu, alangkah hampanya spiritual mereka. puasa yang tidak berarti apa-apa.

o yang berpuasakuasa, pantaskah kalian membrendel mereka yang tidak berpuasa? menangkap satu demi satu mereka yang makan dan minum di pinggiran jalan. merazia mereka yang mengisi perut lapar mereka. mungkin saja di antara mereka ada yang bukan kaum wajib puasa. lalu di mana makna puasa kalian? toh kalian dengan arogan menahan. apakah dengan sikap seperti itu puasa kalian akan bermakna?

o yang berpuasakuasa, tolong beritahu kami, mengapa kalian begitu semena-mena? kami tidak menghormati kalian yang berpuasa? dengan apa kami tidak menghormati? makan dan minum? apakah kami dengan congkaknya melakukan itu di hadapan kalian? apakah kami memamerkannya? jika tidak, lantas mengapa kami dituduh tidak menghormati?

o yang berpuasakuasa, mari kita sama-sama menghargai. kami hargai kalian yang menjalankan ibadah. tapi tolong hargai kami. hargai kami untuk mengais rezeki, hargai kami untuk mengisi perut lapar kami. kami menghargai kalian, dengan tidak makan dan minum dengan sombong di hadapan kalian.

o yang berpuasakuasa, apakah dengan menuduh, puasa kalian tetap bermakna? apakah dengan melarang kami membuka usaha, esensi puasa kalian tetap terjaga? apakah dengan menangkap dan menghukum yang tidak berpuasa, tidakkah spiritual puasa kalian makin hampa? apakah dengan saling ribut, mempersoalkan rumah makan, kalian akan mendapatkan pahala puasa?

o yang berpuasakuasa, tolong dengarkan keluh kesah kami, tolong jawab pertanyaan kami…

Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!