Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!

sudah, buat apa membicarakan yang lain
UPDATE: Ending ditambahkan…
PERINGATAN PENULIS: Kisah ini disadur dari kisah nyata belaka. Nama orang, lokasi, dan lain-lain telah disamarkan agar menjaga privasi.
Kisah kali ini disadur dari kisah nyata, jadi bukan karangan saya semata. Peringatan, agar nantinya tiada penyesalan, tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?
Baiklah, sekadar perkenalan tokoh terlebih dahulu.
Mahasiswa A, di sini kita singkat MA saja. Eits, bukan mahasiswa abadi, maksudnya. Mahasiswa aneh yang masuk ke beberapa kelas agama, baik diam-diam atau terang-terangan. Status agamanya masih belum diketahui oleh sebagian besar teman seangkatannya.
Dosen B, kita singkat DB saja. seorang dosen agama X yang mengajar di kelas MA. Dosen yang sangat-sangat mengutamakan disiplin, apalagi soal absensi dan keterlambatan masuk kelas.
Ada apa dengan kedua tokoh ini? Konflik kah?
***
Kelas Agama X, pertemuan pertama, Minggu kedua September…
Pembahasan mengenai apa itu agama.
DB: “Jika saya melakukan kekeliruan, jangan sungkan untuk mengkoreksi. Mengerti?”
MA: …
Kelas Agama X, pertemuan kedua, Minggu ketiga September…
Pembahasan mengenai pemahaman mengenai agama X.
DB: Sekarang ini, banyak sekali umat-umat non-X yang melancarkan tuduhan kepada agama X hanya berdasarkan pemahaman yang sepotong-sepotong mengenai kitab suci X. Untuk itu, kita sebagai umat agama X haruslah mengkoreksi pemahaman mereka yang hanya sepotong-sepotong itu. Karena kitab suci bukanlah sesuatu yang bisa dipahami secara tekstual saja. Jika hanya secara tekstual, anak kecil pun bisa menjadi ahli agama.”
MA: “Jadi, menurut Bapak, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan umat agama X jika umat non-X menyerang agama X dengan pemahaman mengenai agama X yang hanya sepotong-sepotong?”
DB: “Sebaiknya tak perlu saja, toh mereka juga nanti capek sendiri. Tapi jika sudah meresahkan banyak pihak, ada baiknya sebagai umat agama X yang baik, kita sebaiknya melakukan pengkoreksian atas tuduhan mereka. Bicara baik-baik dan berikan penjelasan kepada publik mengenai dajaran yang sebenarnya,”
MA: …
Kelas Agama X, pertemuan ketiga, Minggu keempat September…
Pembahasan…
MA tidak masuk karena ada urusan mendadak di pulau lain.
Kelas Agama X, pertemuan keempat, Minggu pertama Oktober…
Pembahasan mengenai mengapa memilih agama X sebagai pedoman hidup.
DB: “Agama X adalah agama universal yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Agama bagi seluruh umat manusia, tidak seperti agama Z yang khusus bagi bangsa M saja, atau juga agama Y. Di kitab suci agama Y sendiri juga ditegaskan bahwa agama itu hanya untuk bangsa M saja. ‘Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M.’ Jadi agama X berbeda dengan kedua agama tersebut. Benar jika dikatakan agama X adalah untuk seluruh umat manusia.”
MA: “Pak, saya sedikit mengkoreksi. Ayat dari kitab suci yang bapak kutip tadi hanya sepotong saja. Jika dibaca keseluruhan, yang dimaksud bukan begitu. I hanya ingin menguji keimanan perempuan dari bangsa N. Disebut jelas dalam kelanjutan ayat tersebut. Jika bapak hanya mengutip sepotong-sepotong, yaitu bagian itu saja, maka maknanya akan melantur jauh dari yan dimaksudkan di kitab suci agama Y, Pak.”
DB: “Coba Anda jelaskan.”
MA: blablabla… *menjelaskan, disingkat saja, terlalu panjang*
DB: Jadi menurut Anda begitu?”
MA: Benar, Pak. Saya kebetulan juga sering membaca kitab suci Y. Bapak sendiri yang mengatakan bahwa jangan memahami kitab suci secara tekstual. Bapak juga bilang bahwa banyak umay non-X yang menyerang ajaran X hanya dengan pemahaman yang sepotong-sepotong. Tapi tadi bapak menjelaskan ke kami semua dengan hanya mengutip sepotong ayat dari agama Y yang maksudnya melantur jauh dari yang selengkapnya dijelaskan pada kitab suci agama Y. Jadi, jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!”
***
…dan curhat selesai.
*kabur ke Sam Po Kong di Semarang setelah kontra dosen dan seisi kelas*
UPDATE!!!
Karena beberapa pihak penasaran akan ending dari kisah ini, maka…
Ah, endiangnya di luar dugaan, cukup biasa. DB berhasil mengendalikan keadaan dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada MA. Tanya jawab memakan waktu lebih kurang 10 menit dan akhirnya waktu untuk kelas agama berakhir. Menurut MA, gara-gara dijejali dengan seabrek pertanyaan yang sebagian besar diantaranya OOT, klarifikasinya mengenai pencomotan ayat yang sepotong-sepotong jadi seakan tertimbun.
Yak, selesai!
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
rozenesia 15:17 on 10.09.2007 Permalink |
NO PERTAMAX ALLOWED!
hoek ga login 15:18 on 10.09.2007 Permalink |
yay vertamax!!!!!!!
rozenesia 15:21 on 10.09.2007 Permalink |
@ hoek ga login: Wakakakaaa…
*tertawa melecehkan*
razu 15:24 on 10.09.2007 Permalink |
you rock gun!!! XD
almascatie 15:27 on 10.09.2007 Permalink |
lha? agama orang dua diatas ini X, Y, atawa Z??
hoek ga login 15:28 on 10.09.2007 Permalink |
arrgghhh….ga bisa vertamax
_____________________
ah ya, si MA emang bener-bener sesat (TM) !!!
ndak bole itu membantah dosen! ndak baek!!!
lagian juga, tau afa segh si MA, khan dia cuma (TM) mahasiswa!!!
Xaliber von Reginhild 15:46 on 10.09.2007 Permalink |
Kadangkala yang begini agak terlupakan juga ya… menganjurkan untuk jangan mengutip hanya sebagian dari kitab X tapi juga mengutip sebagian dari kitab non-X.
Kelanjutannya bagaimana?
rozenesia 15:52 on 10.09.2007 Permalink |
@ razu: Dan nilaiku terancam kayaknya.
@ almascatie: Nggak jelas, kayaknya.
@ hoek ga login: Hueheheee… Pokoknya dosen lebih lebih berkuasa.
@ Xaliber von Reginhild: Seperti yang saya katakan di Y!M barusan.
Lemon S. Sile 15:55 on 10.09.2007 Permalink |
namanja dosen kajaknja emang loetjoe jah? dimana-mana ada adja jang kajak gitoe.
Zazi 15:59 on 10.09.2007 Permalink |
@_@ pake X, Y, AB, DB jadi bingung @_@
danalingga 16:00 on 10.09.2007 Permalink |
Wah, si MA ternyata memang telah benar-benar tersesat. *geleng-geleng*
Ini betulan kisah nyata, mosok sih masih ada standar ganda gitu?
rozenesia 16:17 on 10.09.2007 Permalink |
@ Lemon S. Sile: Wadjarlah, Toean.
@ Zazi: Hueheheee… Maunya pisang atau anggur gitu?
@ danalingga: Di SMP – SMA aku kan sudah kenyang disodorin Mat*** 15:26 itu.
saRe' 16:25 on 10.09.2007 Permalink |
babat habis!! ayoo!!! hajar!!!!!
*serasa nonton WWF*
MA adalah murid yang memperhatikan pelajaran.
rozenesia 16:45 on 10.09.2007 Permalink |
@ saRe’: Saya cuma ga tahan kalau ada singgung-menyinggung antar agama dengan sedikit pengetahuan akan agama yang disinggung.
cK 16:48 on 10.09.2007 Permalink |
ngabsen dulu. udah ngantuk. mo bobo…besok dibaca deh…
Lemon S. Sile 16:50 on 10.09.2007 Permalink |
jadi Anda–Rozenesia– ini apa sih sebenarnya?
rozenesia 16:58 on 10.09.2007 Permalink |
@ cK: …
@ Lemon S. Sile: Hmnn? Pertanyaannya ambigu.
qhiichan 16:58 on 10.09.2007 Permalink |
hal yang memang sering & banyak terjadi . . . = =”
rozenesia 17:01 on 10.09.2007 Permalink |
@ qhiichan: Makanya saya curhat.
tan andalas 19:15 on 10.09.2007 Permalink |
agama X, Y, Z ? jadi ingat persamaan kuadrat
*ending cerita MA diusir dari kelas oleh DB*
aRuL 19:41 on 10.09.2007 Permalink |
mm… memang agama harus lebih dipahami secara menyeluruh.
nah biasanya memang yang lebih memahami adalah orang-orang sudah mendalaminya. wajar kalo ahli-ahli agama mengerti dan paham.
Yah coba tanyakan saja ke ahli agama supaya lebih paham… tidak sepotong-sepotong..
mardun 20:53 on 10.09.2007 Permalink |
jangan-jangan dosennya dulu kuliah agamanya dapet C
Kopral Geddoe 01:24 on 10.10.2007 Permalink |
Ah, fenomena yang benar-benar umum, tapi baru kali ini ada yang menuliskannya.
sigid 01:26 on 10.10.2007 Permalink |
Hayah, kalau saling mengutip kitab ndak selesai-selesai mas, puanjang jadinya. Belum ntar kalo ada yang marah-marah.
Gimana kalau ndak usah saling menyerang
Uchiha Miyu 01:57 on 10.10.2007 Permalink |
“tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?”
IYA IYA!!!
Gun, ini lo ngomongin lo sendiri ya? -__- (Ya iyalah, inikan blog curhat) soalx lo kan baca 2 kitab skrg.
cK 03:15 on 10.10.2007 Permalink |
mending kamu aja yang jadi
gurudosen agamanya..mbelgedez 03:37 on 10.10.2007 Permalink |
Hee…he…he…
Tipical orang Indon, kitab agamanya sendiri ajah, sukak ndak mudeng apalagi mbaca. Tapi demen bangets ngomongin kitab agama orang laen.
Pokoknya terjadi antar umat deh…. Ndak nyang ini, ndak nyang itu, klakuannya sama ajah…
Lucu….
calonorangtenarsedunia 04:28 on 10.10.2007 Permalink |
trus udah dikeluarin dari kelas blm sama dosennya?
Saya udah pernah..ya karena masalah kayak gitu juga..
'K, 04:29 on 10.10.2007 Permalink |
siap2 aja dapet nilai sangat memuaskan
Diffz_Cool 06:37 on 10.10.2007 Permalink |
numpang liat-liat ya hehe..
senyumeva 07:44 on 10.10.2007 Permalink |
numpang lewat ya……hehehehe
salam kenal kang…..
grace 08:05 on 10.10.2007 Permalink |
curhat thoo???
yaaa…mudah2an sang dosen juga ga menilai seseorang hanya krn melihat ideologinya yang sepotong-sepotong….
Shelling Ford 08:18 on 10.10.2007 Permalink |
jadi bagemana endingnya? sudah ada cewek di kelas itu yg bisa saya rojer?
…
…
…
…
…
…rojer…rojer…bisa dikopi? ganti!
bakazero 10:26 on 10.10.2007 Permalink |
sip2 jangan setengah2 …
trus reaksi dosennya?
Dream Maker 15:10 on 10.10.2007 Permalink |
katanya speechless tuh
endingnya gimana? o.o?? apa akhirnya MA dimutilasi?? atau digoreng di wajan?? [diinjek]
celotehsaya 15:31 on 10.10.2007 Permalink |
*siboek mentjari stempel*
celotehsaya 15:31 on 10.10.2007 Permalink |
“aha…ketemoe nih stempel”
celotehsaya 15:31 on 10.10.2007 Permalink |
*tjap kapir di dahi MA*
*dari djaoeh ngeliat DB nganggoek-nganggoek*
Dream Maker 15:42 on 10.10.2007 Permalink |
Wah, hattrick [menatap yang atas]
papi, mutilasi ajah yang hattrick seperti dosennya papi me-mutilasi kata2!
[diinjek]
bakebake 16:04 on 10.10.2007 Permalink |
Hee? Emang hattrick ga boleh ya?
Wuahaha, no comment lah.
Sekali-kali, sodorin satu buku ke dosennya, biar ngerti!
Kayak topik di gotei aja, bedanya.. Agamanya kebalik
Sawali Tuhusetya 16:24 on 10.10.2007 Permalink |
ILustrasi fakta yang menarik dan memikat nih, Mbak. Toleransi antarumat beragama di negeri ini agaknya masih rawan konflik. Justifikasi terhadap kebenaran yang mereka yakini cenderung makin narcis habis. Padahal, sebenarnya kalau pemahaman terhadap sebuah agama dilakukan secara *halah* kaffah alias sempurna (tidak sepotong-sepotong) agaknya konflik dan debat kusir yang mengatasnamakan agama bisa dihindari.
Sawali Tuhusetya 16:27 on 10.10.2007 Permalink |
eh, hampir lupa. Maafin juga saya Mbak kalau ada salah2 kata. Selamat hari raya idul fitri.
rozenesia 16:34 on 10.10.2007 Permalink |
@ tan andalas: Hush… Ini bukan kelas matematika.
Eh, ending ditambahkan.
@ aRuL: Saya bingung mau bertanya ke ahli agama yang mana dan ahli agama dari agama apa.
@ mardun: Jadi saya bakal dapat C juga nih.
@ Kopral Geddoe: Ahahaaa… Saya menulisnya buat curhat aja. Soalnya nilai saya bakal terancam kalau-kalau dosen sangat subjektrif.
@ sigid: Saya maunya ga usah menyerang lah. Tapi masih ada beberapa oknum…
@ Uchiha Miyu: Lha? Kok yang dikomentarin malah tulisan curhatnya?
@ cK: Jangan mah, ntar semua mahasiswa pada agnostik semua.
@ mbelgedez: Iya ah, mbah. Pahami aja kitab sendiri. Ga usah repot sama yang lain.
@ calonorangtenarsedunia: Dosennya licik nan pintar ah, saya dihujani pertanyaan aneh sampai kelas akhirnya selesai.
@ ‘K,: Moga ga ngulang aja semester depan.
@ Diffz_Cool: Sila.
@ senyumeva: Syalam juga.
@ grace: Ahahaaa… Amen.
@ Shelling Ford: Selamat, di kelas banyak gadis lugu nan manis yang muasih jomblo.
@ bakazero: Baca aja endingnya T___T
@ Dream Maker: Kayaknya bakal digorang di neraka….
@ celotehsaya: …
@ bakebake: Wew, apa dosennya mau saya sodorin kitab suci agama Y yang saya punya. Ntar disita dengan alasan dipinjam ah. o.O
rozenesia 16:47 on 10.10.2007 Permalink |
@ Sawali Tuhusetya: Ah, Pak. Bagi saya, cukup memahami lebih dalam ajaran agama yang dianut saja tanpa perlu menjelek-jelekkan agama lain walau itu di kalangan sendiri. Karena agama yang kita anut sendiri saja belum bisa kita kuasai secara mendalam, apalagi agama lain.
caplang™ 01:22 on 10.11.2007 Permalink |
dosen juga manusia
yg masih bisa salah
warmorning 01:55 on 10.11.2007 Permalink |
berat sekali curhatnya bu, saya gak ikutan ah, apalagi kalo curhatnya setengah-setengah
terlebih yg ngerti juga setengah-setengah, ribet ..
cK 02:23 on 10.11.2007 Permalink |
*ngakak-ngakak guling*
Ataner 02:41 on 10.11.2007 Permalink |
Pantesan kemaren d Y!M kok aneh apa ya… pantesan aku bingung… ternyata ini toh ==a…
Lagipula… ampun-ampun XD XD… *ngakak* tak sopannya mahasiswa sekarang ini…
auriNgoNpaiSte 03:37 on 10.11.2007 Permalink |
*ngiri*
*nggak pernah punya dosen yang aneh kaya DB*
Kan lumayan tuh… buat isi waktu luang
Luce 04:54 on 10.11.2007 Permalink |
ohohoho, menarik…………
tapi kenapa di kelas agama lo kg disinggung soal Atheisme, Komunisme, ato kepercayaaan orang Irian?
mrlekig 05:30 on 10.11.2007 Permalink |
saya pilih agama Z aja deh…
emang di setiap pelajara agama selalu diisi dengan perbandingan suatu agama dengan agama lain ya? susah jadinya kalau begitu..
kebetulan sih dari SD sampai tamat kuliah, di pelajaran agama saya sangat amat dan benar2 jarang menyebut apalagi membandingkan dengan agama lain, cukup urus diri sendiri aja..
salam damai
Fukutenshi Youfan 07:35 on 10.11.2007 Permalink |
Ini endingnya gmn yah? Penasaran…
rozenesia 09:28 on 10.11.2007 Permalink |
@ caplang™: Dosen juga mahasiswa kan.
Hush… Jangan ketawa.
@ warmorning: Udah dibilang ini blog curhat yang ga jelas, bukan penenaman dogma kok.
@ cK:
@ Ataner: Hush… Hush… Namanya juga
mahasiswamanusia.@ auriNgoNpaiSte: Mau aku paketkan?
@ Luce: Lha? Soalnya cuma yang ini yang bisa saya sanggah dengan tepat.
Komunisme ga gitu berhubungan sama pelajaran agama ach.
@ mrlekig: Katanya sih buat meyakinkan kalau ente-ente (mahasiswa) sudah memilih agama yang tepat.
@ Fukutenshi Youfan: Lha? Udah saya tulis kan di entry? Update kan kemarin malam.
celotehsaya 10:15 on 10.11.2007 Permalink |
ahahahahaha…makanja mbak…jij djangan soejka main rahasia2an…dibold poetih gittoe…
betewe…taoen depan jij ngoelang makoel agama kan…???
rozenesia 10:19 on 10.11.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Hush… Itu kan ciri khas saya.
Ngulang mata kuliah agama? Ogah! Ogah!
nayz 11:34 on 10.11.2007 Permalink |
ah komen saya yang kemarin di delete.curang ?
apa ditelen akismet ?
rozenesia 11:41 on 10.11.2007 Permalink |
@ nayz: Tidak di-delete. Saya menghargai setiap komen yang masuk kok. Tidak masuk akismet.
Cuma nyasar ke http://rozenesia.wordpress.com/2007/09/12/Halo-Dunia/
calonorangtenarsedunia 12:00 on 10.11.2007 Permalink |
saya jadi meragukan jenis kelaminmu, Gun..
rozenesia 12:03 on 10.11.2007 Permalink |
@ calonorangtenarsedunia: Sudahlah, saya tau kalau nama Shan-in (Xiang Ying) itu agak feminim. Artinya mengandung kata-kata feminim pula.
*ngambek*
auriNgoNpaiSte 13:09 on 10.11.2007 Permalink |
Ah, silakan >D
Pake pos biasa ya?? Biar nyampenya dua minggu kemudian >D
(dan si dosen udah mati keabisan napas)
calonorangtenarsedunia 13:50 on 10.11.2007 Permalink |
emang artinya apa?
*OOT*
Dream Maker 14:51 on 10.11.2007 Permalink |
OOT :
pa-papi ini laki-laki sejati kok! mana mungkin bukan, kalo bukan, dia kupanggil ‘mami’, bukan ‘papi’!
dwihandyn 16:13 on 10.11.2007 Permalink |
Lha klo makan, emang harus sepotong-sepotong kan….???
Masa semua langsung dimasukin….
hehehe…. ga nyambung!
*kaburrrr*
extremusmilitis 17:10 on 10.11.2007 Permalink |
*sowan ke rumah mathematisce buat ngitung formula-nya*
gak nyangka yak bro juga concern dengan legitimasi agama yang emang lagi terjadi saat ini
Luce 02:29 on 10.12.2007 Permalink |
trus, kenapa lo jg kg ngebahas soal Animiism? agama gwa tuh……….
CY 04:01 on 10.12.2007 Permalink |
Suruh si DB (bukan DeBe ya hihihi…) ke blog saya dan baca2 trus jabarkan pertanyaan2 yg dia kasi ke kamu biar gw bikin stress dia
Ahh… dosen agama…, mau mengajar ttg kebenaran kok pake cara yg ga bener…, kalo istilah gw utk DB diatas itu “Menjilat ludah sendiri”
One Piece 09:26 on 10.12.2007 Permalink |
Hahahaha…kayaknya waktu si MA berlibur ke pulau lain itu, dia sedang menyiapkan apalan2 buat ngadalin si DB tuh…wkwkwkw
yup..jangan sepotong2 kalo gak mau dipotong…
celo *kagak log in* 15:49 on 10.12.2007 Permalink |
lah tapi menoeroetkoe DeBe tjoekoep bidjak kok dengan tidak langsoeng marah tapi menghindari rasa maloe dengan memberikan pertanjaan jang OOT…
dia taoe tjara mejelamatkan moekanja….tapi tidak taoe tjara menjelamatkan moeloetnja…
calonorangtenarsedunia 18:15 on 10.12.2007 Permalink |
pak sawali kok belum dateng lagi ya?
rozenesia 14:14 on 10.13.2007 Permalink |
@ calonorangtenarsedunia [1]: Bright… Fragnance…
@ Dream Maker: Entah… Siapa tahu saja aku wanita. Siapa tahu7 saja aku lelaki. Dari mana kamu tahu?
@ dwihandyn: Parahnya makan dogmanya sepotong aja, yang lain disisihkan.
@ extremusmilitis: Multireligi itu menarik.
@ Luce: Hidup ANIMEism…!!
@ CY: Nyuruh dosen?
@ One Piece: Engg… Saya ga berlibur, ah…
@ celo *kagak log in*: Cih, coba dia marah… Dan aku aktiufkan recorder di HP.
@ calonorangtenarsedunia [2]: Apa maumu hah?
Luce 15:56 on 10.13.2007 Permalink |
walaupun lebih tepat agama eke dibilang loliism seh.
(hidup Kodomo no Jikan!!!anime baru MUST-SEE season ini!!!!)
hoek 03:55 on 10.14.2007 Permalink |
itu avatarnya…
avatarnya………
sefertina saia fernah melihad dimana yahhh…………..
AH YA!!!
BOKEF JEFANG!!!!
rudyhilkya 05:17 on 10.14.2007 Permalink |
hohohoho cerita lalu cerita lalu,
masih sering diulang-ulang
Nostalgia kah gun ?
hentai nih
rozenesia 11:33 on 10.14.2007 Permalink |
@ Luce: Haruhiism, nee?
@ hoek: Enak aja! Ga bener ituuu!
@ rudyhilkya: Heheheee… Curhat kesel aja, Pak.
Jangan mikir hentai ach.
calonorangtenarsedunia 12:29 on 10.14.2007 Permalink |
Ga mau apa2 kok..
*muka tanpa dosen*
calonorangtenarsedunia 12:31 on 10.14.2007 Permalink |
ah…salah!!!
harusnya dosa..
Luce 14:39 on 10.14.2007 Permalink |
Hruhiism?itu juga! tp wa lebih tepat disebut KyoAniism daripada Haruhiism
(KyoAni=Kyoto Animation, Studio HEBAT yg bantu bikin FullMetalPanic?Fumoffu, FMP!TSR, Inuyasha, dan Creator dari AIR, Haruhi, Kanon 2006, Lucky Star, dan Clannad)
btw, dah nonton Clannad blom lo? bagus tuh, Charnya ada yang bisa 500 Hit Combo
celo *kagak log in* 14:48 on 10.14.2007 Permalink |
ah ija…mbak rose ini pan lolism…
CY 03:36 on 10.15.2007 Permalink |
Eh, kalo bahasa Batak itu Dosen singkatan dari “dongan na senu”, artinya… teman yg gila wakakaka…..
Naru 05:49 on 10.15.2007 Permalink |
Ada orang jelek . . .
*larii…………….*
extremusmilitis 07:10 on 10.15.2007 Permalink |
*narik garis lurus*
ternyata yang sepotong-sepotong itu bawa sampah ndak setengah-setengah…
*dikejar-kejar ama yang empunya blog*
iman brotoseno 16:06 on 10.16.2007 Permalink |
belajar agamanya juga sepotong sepotong, kelasnya cuma seminggu sekali…
salam kenal
rozenesia 18:04 on 10.16.2007 Permalink |
@ calonorangtenarsedunia: Kayaknya disengaja deh…
@ Luce: Kirim DVDnya ke aku!!!
*kesal nggak ada waktu donlot*
@ celo *kagak log in*: Enak aja… Aku Moeism tauk! Moeee~ Moe~
@ CY: *lapor ke perserikatan dosen*
Baidewei, katanya kalo om kuliah lagi, nilai om bakal dipangkas.
@ Naru: SPAM terus kau…
@ extremusmilitis: *pasang jebakan a la Indian*
@ iman brotoseno: Seminggu sekali aja udah males, pak.
Salam kenal juga.
Lemon S. Sile 18:54 on 10.16.2007 Permalink |
Endingnya justru jadi membingungkan. Padahal tanpa update endingnya sudah bagus.
Penonton KUCHIWA!!!!
rozenesia 18:56 on 10.16.2007 Permalink |
@ Lemon S. Sile: Mari kita tunggu reaksi DB setelah kuliah aktif kembali.
rudyhilkya 23:49 on 10.16.2007 Permalink |
gila
dosennya disikat
canggih gun
CY 02:54 on 10.17.2007 Permalink |
Lha.. yg bilang “DOngan naSENu” itu juga dosen (plus teman) gw dulu dikuliahan kok
rozenesia 23:13 on 10.17.2007 Permalink |
@ rudyhilkya: Kata dosennya sendiri kan boleh komplain, pak. Tapi ntar gimana ya nasib saya…
@ CY: Ohohohoooo… :rolleyes:
zal 17:31 on 10.18.2007 Permalink |
::rozenesia, memang jika berbicara tentang tulisan entah itu kitab atau apalah, biasanya menghasilkan pro-kontra…dan entah kenafa aku koq terfikir pribahasa, “berburu di padang datar, bagai bunga kembang tak jadi” kenafa ya…???
rozenesia 18:02 on 10.18.2007 Permalink |
@ zal: Pro-Kontra emang wajar terjadi, mas. Tapi rasa-rasanya kalau standar ganda dan ngutip sebagian, kok rasanya konyol ya.
mardun 19:51 on 10.18.2007 Permalink |
#zal#
bukannya berburu di padang datar dapat rusa berbelang kaki ya?
rozenesia 19:54 on 10.18.2007 Permalink |
@ mardun: Apapun lah.
zal 05:05 on 10.19.2007 Permalink |
::Dun, benar, inilah pancinganku, potangan awal, itulah yang tertulis, yang terlihat sama kaki yang belang, tapi tetap kaki, lanjutannya adalah pendalaman dari hal yang pertama bukan…..thank sudah menyambutnya….
rozenesia 14:57 on 10.19.2007 Permalink |
@ zal: *manggut-manggut*
zal 20:56 on 10.19.2007 Permalink |
::keh..keh..keh…kenafa..kenafa manggut-manggut… *ngeles mode on* masak satire aja yg boleh berkembang di bloger, gaya gini udah lama juga ada…misalnya di AQ, ” jangan katakan raina, katakanlah unzurna, dengarkan” engga nyambungkan, keunikan kalimat inilah yg membuat daya tariknya, setelah ditarik aku difahamkan…huihh nyambung buanget…” *ngeles mode off* hmm melirik roze, …benar roze tadi itu aku ngeles…
rozenesia 06:59 on 10.20.2007 Permalink |
@ zal: Soalnya lagi ngeliat diskusi sih.

Ngeles atau apalah, silahken…
(soalnya saya juga sering)
qnewt 00:00 on 10.23.2007 Permalink |
pembaca yang baik. baca doang ngga komen.
rozenesia 05:08 on 10.23.2007 Permalink |
@ qnewt: AHahaaa… Silahken.
dewo 15:44 on 10.23.2007 Permalink |
Tipikal…
Spitod-san 04:59 on 10.24.2007 Permalink |
kebanyakan orang memang cuma mau melihat satu sisi…
William_Clive 06:19 on 10.24.2007 Permalink |
humm, jika saya jadi dosennya (dalam mata kuliah itu) mungkin saya akan beri nilai C.jika kebetulan saya mengajar pada saat yang sama mata kuliah seperti ‘dasar-dasar logika’, pengaruh agama dalam politik atau etno-religio politik mungkin saya beri nilai A.
sebab kelas pendidikan agama itu sudah pasti subyektif, hampir tiap pemeluk agama membandingkan apa yang dia anut dengan pemeluk agama lain (paling tidak dalam tataran pemikiran pribadi) sudah pasti hal tersebut sifatnya preferensial.dosen yang mengajar pelajaran agama tersebut, terlepas dari kesubyektifannya, memang tugasnya seperti itu (mengajar mata kuliah agama). jadi jangan disalahkan, karena ia dalam posisi yang sudah seharusnya.
hendaknya kita semua tetap mencari kebenaran dalam agama yang kita anut, berusahalah supaya apa yang kita anut tidak semata-mata ‘warisan’ dari orang tua kita…
humm, ya. untuk mahasiswanya, mungkin ia dapat dikategorikan dapat berpikir obyektif. tapi jika seumpama ada diantara kalian yang berpikir sebagai mahasiswa tersebut, cobalah berpikir jika seumpama jadi dosen tadi kira-kira apa yang kita katakan?
tapi saya pikir penjelasan sepotong tersebut tidak dapat dihindarkan. tidak mungkin BLER!! secara holistik dijelaskan. penjelasan sepotong-sepotong memang berguna secara politis untuk menyebabkan efek mislead dalam masyarakat dan macam-macam. penganut agama manapun sadar atau tidak terlibat dalam struggle of power atau politis. karena beberapa agama tertentu mengembangkan ‘misi’. yang secara tidak langsung berbenturan dengan misi yang diemban dari penganut agama lainnya.
penjelasan sepotong yang dimaksud dosen tersebut adalah sepotong penjelasan yang diungkapkan penganut agama lain yang ditujukan untuk menggoyahklan atau menyesatkan permeluk agama yang (menjadi target) dianut atau yang kebetulan diajarkan dosen tersebut.
so both of them can’t help it…uhh. terus terang saya pernah mengalami kedua kondisi tersebut, sebagai mahasiswa tadi…dan sebagai dosen tadi…
so farewell
celo bukan celoteh tolol 07:56 on 10.24.2007 Permalink |
bagus juga komen diatas ini…
tapi….bagian ininya salah
masalahnya dikelas agama saya sama sekali tidak menyinggung agama lain *setidaknya sampai saat ini* tapi lebih ke pendalaman materi tentang agama sendiri…padahal ini agama yang sama lho….
dan bagian ini ambigu
maksudnya katakan…???katakan untuk menjawab pertanyaan si mahasiswa atau gimana…???kalo apa yang dia katakan untuk membalas pertanyaan si mahasiswa, saya rasa itu tidak akan terjadi karena si dosen sudah berpikir subjektif, jadi mustahil si dosen bakal menjawab pertanyaan si mahasiswa dengan objektif…yang ada mungkin malah si dosen ngotot mati-matian membenarkan statement yang dia ucapkan pertama….
saya pribadi bilang sih…manusia bukan tuhan…pantas jika manusia berpikiran subjektif….
eh tunggu dulu…bahkan tuhan juga egois lho….
nah, tuhan saja bisa subjektif apalagi manusia
rozenesia 17:32 on 10.24.2007 Permalink |
@ dewo Agree, milord.
@ Spitod-san: Tapi subjektifitas itu tetap perlu.
@ William_Clive: Terima kasih untuk masukannya yang berharga. Di sini saya menuliskan segala sesuatu dengan subjektif, karena ini blog saya.
Bukan blog umum… 
…saya cuma memimpikan sebuah pengajaran agama yang tidak menjelekkan agama lain. Membanggakan agama yang dianut memang bagus, tapi merendahkan agama lain…itu yang saya nggak sukai.
@ celo bukan celoteh tolol: Ahahahaaaa… Yap, yap. Dalam posisi dosen, mustahil ngalah, lho. Pasti ngotot.
William_Clive 14:55 on 10.25.2007 Permalink |
Tuhan Egois?hal ituwajar, sebab Tuhan maha segalanya. tuhan ada dimana-mana mulai dari tempat ibadah yang paling mulia hingga tempat maksiat yang paling hina…
Tuhan berhak Egois, karena memang segala daya upaya berasal dariNya…
manusia sebagai makhluk Tuhan dianugerahi sebagian ilmunya, mungkin sepersemilyar,sepersetriliun, seper semega triliun…ilmu yang Tuhan berikan pada manusia hanya sedikit, bagai setitik debu yang terombang-ambingdalam tetesan airdalamsamudera lepas dalam satu planet dalam satu tata surya yang tidak lebih besar dari debu dalam galaksi dalam semesta raya (ngos-ngos)…
pemberian itu berupa akal, ilmu, logika, nurani, berikut ego dan subyektifitas…manusia sebenarnya Tuhan ciptakan sempurna,terlepas dari segala keterbatasan yang dimilikinya.potensi manusia untuk taqwa dan ‘fujur’(lalai), manusia dengan rasa-karsa nya merupakan perwujudan sifat tuhan yang bermacam-macam,mulai positif,netral dan negatif…yang maha mencipta dan memuliakan,maha melindungi diwaktu yangsama maha menghukum dan menghinakan…karena itu dapat dikatakan perwujudan Tuhan,ada dalam diri manusia.jika kita menghargai Tuhan yang mencipta maka lindungi dan hargailah ciptaannya yang paling sempurna(yaitu manusia) dan alam semesta yang memberi manusia kehidupan.
kesempurnaan dari manusia muncul jika manusia dalam posisi kesadaran total,kesadaran atas ketidak sempurnaannya sebagai individu.
Tuhan memberikan akal, ilmu, logika, nurani, berikut ego dan subyektifitas,tujuannya supaya manusia dapat hidup di alam yang keras, memiliki determinasi atas suatu atau segala hal dan bermasyarakat,pemberian tersebut hanya sebagai instrumen pembantu bukan sebagai tujuan utamayang perlu disembah atau dipakai sebagai acuan secara total.kebanyakan dari kita (termasuk saya)mungkin lebih meNuhankan logika daripada Tuhan itu sendiri…
kembali ke topik, bukankah dengan kesadaran akan subyektifitas yang tidak bisa kita hilangkan membuat kita berusaha obyektif?
jangan pernah malu dengan subyektifitas,di waktu yang sama berusahalah untuk obyektif…
terkadang saya berpikir, saya berbicara seperti orang suci di jalan yang ideal sambil menggembar-gemborkan berbagai idealisme yang terlihat suci.menyalahkan apa yang menurut saya salah.padahal terkadang seseorang yangsaya persalahkan mungkin sebenarnya tidak mau berada dalam posisi tersebut. dan lupa bahwa Tuhan maha segalanya, Dia bisa meninggikan saya ke tempat yang paling terhormat di mata manusia lain dan mungkin di mataNya, dan menghinakan saya ke lubang paling hina di mata manusia dan mungkindi mataNya…
satu yang hendak saya ungkapkan…even a man with the highest level of conciousness and conscience has no control under his own will…
fuih, panjang memang,ini hanya persepektifseorang subyektif yang berusaha untuk obyektif,tidak berusaha merubah pemikiran individu yang membacanya, hanya memberikan perspektif yang mungkin serupa tapi tak sama…ketidak setujuanatasapa yangsaya katakanmerupakan halyang wajar…
akhir kata, sayaminta maaf pada pemilik blog,saya sadar dan angkat topi atas kecerdasan anda dan semua yang berada disini, maaf jika tulisan tidak berguna ini mengotori blog anda….
wassalam…
rozenesia 15:06 on 10.25.2007 Permalink |
@ William_Clive: I cannot give feedbacks for whole of your comments. I’m not in position to do that.
Yup, blog ini wadah kesubjektifitasan saya. Wadah curhat.
Saya nggak cerdas, makanya saya buat ini blog buat curhat sekadarnya.
Kalau saya cerdas, saya bakal bilang kalau blog itu hanya tern sesaat.
hermawanov 04:46 on 10.26.2007 Permalink |
wah jangan sepotong aja dwonk,
jadinya di kelas itu yg paling cantik sapa? kok dipotong gak dijelasin?
betewe, si MA dapet nilai apa nih dari DB? kok dipotong lagi?
Rachma 06:21 on 10.26.2007 Permalink |
DUh, pake X Y Z… jadi pusing
rozenesia 09:19 on 10.26.2007 Permalink |
@ hermawanov: Nilai kan belum muncul.
Paling cantik? Wong ini cuma ngejelasin soal curhat debat, dan semuanya udah diungkapin.
@ Rachma: Maunya?
William_Clive 15:20 on 10.26.2007 Permalink |
waah, maaf tiba-tiba saya juga heran, koq kemaren niat banget nulisnya ya?
waduh…
gun, benerkah data di frenstermu itu?kuliah disono?angkatan berapa sih koq kita ga pernah ketemu ya?
rozenesia 07:33 on 10.27.2007 Permalink |
@ William_Clive: Sumfah benerr!!! ANgkatan ‘07, HI.
Pertama kalinya saya… « Malaikat Realitas 18:34 on 10.27.2007 Permalink |
[...] ini sebuah kisah tentang dialog antara guru dan murid. Hanya saja akan lebih pas dibilang kalau ini adalah dialog tentang guru dan [...]
William_Clive 16:12 on 10.31.2007 Permalink |
wah,sering2 lah maen ke lab hankam.ntar insyaAllah kita bisa ketemu…
gw biasa ngenet gratisan disana
rozenesia 02:27 on 11.02.2007 Permalink |
@ William_Clive: Ameen… Anak Defensia?
Generalisasi yang Negatif « Deathlock 17:38 on 11.10.2007 Permalink |
[...] berita bahwa si korban itu buruk, bisa jadi kita terpengaruh penceritaan sang sumber berita yang (mungkin hanya) setengah-setengah, atau bisa saja kita hanya sekedar ikut-ikutan hal yang sedang populer di komunitas kala itu tanpa [...]
Anggapan Keliru Mengenai Jerman Nazi « Deathlock 08:26 on 12.16.2007 Permalink |
[...] cara untuk meyakinkan orang itu bisa datang dari kebohongan. Tapi sebenarnya, kutipan itu masih bersifat setengah-setengah. Dalam artian, Goebbels tidak membenarkan cara [...]
Ataner 05:29 on 12.21.2007 Permalink |
bye the way… situ belajar agama apa sih? Kristen? :3
Injil dan Bible itu… ‘BEDA’ + Doraemon?! « What a world… 08:21 on 12.21.2007 Permalink |
[...] Cih, saya jadi teringat oleh artikel mas Gun-Gun yang satu lagi; Jangan sepotong-sepotong dong, Pak! [...]
dahlanforum 11:20 on 12.21.2007 Permalink |
ayat “Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M” adalah salah dan seharusnya tidak dimasukkan dalam kitab Y, agar tidak menjadi pertentangan dengan ayat yang lain yang lebih disenangi oleh umat Y. Tapi karena sudah terlanjur tertulis dan kitab sudah tersebar ya buat saja pengertian yang tidak sesuai dengan teksnya. Jadi jangan sepotong mengambil ayat untuk menjelaskan suatu maksud, tapi ambillah pengertian yang sudah disepakati oleh kelompok Y, karena hanya dengan mengambil pengertian dari kesepakatan, kita akan mengerti bahwa Y adalah agama yang benar juga. Jika kita mengambil tulisan tulisan dari ayat kitab Y maka akan terlihat ada yang bertentangan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, jika kita membaca ada yang tidak masuk akal di kitab Y, tanya pada umat Y, pengertiannya, meski tidak sesuai dengan isi kitabnya tapi yang dijelaskan oleh umat Y itulah yang benar dan dipakai. Meskipun jelas tertulis di dalam kitab Y belum tentu itu di pakai.
rozenesia 11:22 on 12.21.2007 Permalink |
@ Ataner: Kristen, Islam, dan Buddha.
dahlanforum 04:09 on 12.22.2007 Permalink |
ayat “Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M” adalah mungkin seharusnya tidak dimasukkan dalam kitab Y, agar tidak menjadi pertentangan dengan ayat yang lain yang lebih disenangi oleh umat Y. Tapi karena sudah terlanjur tertulis dan kitab sudah tersebar ya buat saja pengertian yang tidak sesuai dengan teksnya. Jadi jangan sepotong mengambil ayat untuk menjelaskan suatu maksud, tapi ambillah pengertian yang sudah disepakati oleh kelompok Y, karena hanya dengan mengambil pengertian dari kesepakatan, kita akan mengerti bahwa Y adalah agama yang benar juga. Jika kita mengambil tulisan tulisan dari ayat kitab Y maka akan terlihat ada yang bertentangan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, jika kita membaca ada yang tidak masuk akal di kitab Y, tanya pada umat Y, pengertiannya, meski tidak sesuai dengan isi kitabnya tapi yang dijelaskan oleh umat Y itulah yang benar dan dipakai. Meskipun jelas tertulis di dalam kitab Y belum tentu itu di pakai.
Salam Kenal
rozenesia 12:46 on 12.22.2007 Permalink |
@ dahlanforum: Salam kenal. Nah, maka dari itu. Benturan-benturan terjadi, semisal karena umat A melihat persfektif agama B dari sudut pandang sendiri yang terkesan menyalahkan.
Mereka yang mulai duluan! « all hail rozenesia™ 15:15 on 12.25.2007 Permalink |
[...] Terinspirasi dari pengalaman pribadi. [...]