UPDATE!!!
“Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
(Buku: Putri Cina, karya Romo Sindhunata)
…identitas?
“Tak berakarlah hidup manusia ini, seperti debu jalanan, kita beterbangan, dibawa angin, ditebarkan ke mana-mana.”
– Tao Yuan Ming
…siapa itu Jawa? Siapa itu Cina? Siapa itu Papua? Lalu, siapa yang berani menyebut dirinya Indonesia asli?
…tulisan asal kali ini hanyalah pergumulan eksistensial menyangkut identitas-identitas, ketika keberagaman manusia dimampatkan ke dalam satu sistem kategorisasi tunggal yang terkesan sewenang-wenang.
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
rozenesia 17:30 on 10.16.2007 Permalink |
…
Lemon S. Sile 18:17 on 10.16.2007 Permalink |
numpang bersabda…
“Kita dilahirkan berbeda tapi kenapa kita mengikuti orang lain? Kenapa kita menempatkan diri kita? Kenapa kita menyamakan diri kita? Kenapa kita terjebak dalam surealis orang lain?” -Annas/Lemon S.-
hieh…
rozenesia 18:33 on 10.16.2007 Permalink |
@ Lemon S. Sile: *mencatat sabda baginda di Kitab Suci*
Sawali Tuhusetya 19:59 on 10.16.2007 Permalink |
Ya, ya, ya. Kenapa juga daging, darah, dan perbedaan warna kulit menjadi sumber konflik? Sungguh, amat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang seharusnya dijunjung tinggi. Ajaran agama apa pun saya kira tidak ada yang mengajarkan kita untuk bersikap diskriminatif. Ya, Putri Cina karya Rama Sindhu memang layak dibaca untuk membangkitkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga nilai kerukunan dan persaudaraan lintas suku, agama, ras, dan kelompok (golongan).
rozenesia 20:07 on 10.16.2007 Permalink |
@ Sawali Tuhusetya: Sebenarnya saya ingin sambil menyelam
terus tenggelamminum air, pak. Sekalian kampanye agar perbedaan nggak menjadi perselishan karena beda itu indah. Sekalian juga promosi buku Romo Sindhu yang terbaru ini.*pengen ke Kolese St. Ignatius*
Keragaman adalah anugerah Tuhan. Saya percaya itu.
…uuhh.. sedikit curhat, saya benar-benar merinding dan terbawa suasana begitu membaca halaman-halaman awal buku Putri Cina… Saya merasa benar-benar apa itu istilahnya, ah, lupa.. – -
rudyhilkya 23:45 on 10.16.2007 Permalink |
sempat salah masuk kamar tadi gun
eh rupanya keleru
Memang engkaw berhobi mengumpulkan massa neh lewat coretan …
siap-siap dapat pencerahan :winks:
Bagus untuk meningkatkan kemampuan bahasa tulisan
Sekalian nyoba smiley teks
Udah saya ganti koq alamat WP-nya …. kemarin kehapus gara-gara latihan bikin url aneh yang lucu
Saya malah bikin kontra blog apa nanti di suspend ya?
Any idea
rudyhilkya 23:46 on 10.16.2007 Permalink |
Siap jadi penulis buku kontroversial
kayak Pramoedya
caplang™ 01:00 on 10.17.2007 Permalink |
kalo ga beda gimana mo cari pasangan
CY 02:51 on 10.17.2007 Permalink |
Dgn berbeda baru timbul energi,
dgn berbeda baru timbul gairah,
dgn berbeda baru timbul keindahan.
Bukankah Listrik ada krn positif-negatif,
bukankah keluarga ada krn lelaki-wanita,
bukankah keharmonisan ada krn Yin-Yang.
Indahnya perbedaan …
danalingga 03:40 on 10.17.2007 Permalink |
Hah!!! Kita?!!! Nggak salah tuh, loe kali.
Kekekekeke…
danalingga 03:42 on 10.17.2007 Permalink |
oh, iya sepertinya putri cina menarik tuh. *catat dalam daftar belanja*
danalingga 03:43 on 10.17.2007 Permalink |
Oh, iya ros *lidah kelu nih* kalo mo ketemu romo shindu ajak ajak dunk.
*mayan hetrik*
calonorangtenarsedunia 04:02 on 10.17.2007 Permalink |
*bujuk yg lagi ngambek*
cK 04:33 on 10.17.2007 Permalink |
Tao Yuan Ming itu apanya Tao Ming Tse??
*digoreng empunya blog*
gimbal 05:21 on 10.17.2007 Permalink |
Aku terlahir krn sebuah perbedaan.
Perbedaan melahirkan sebuah kehidupan.
Magister of Chaos 06:12 on 10.17.2007 Permalink |
“Order and Uniformity is totally BORING BORING BORING….. It tears me… or you…. to pieces……”
heheheeheheh….
Because of the reason stated on the passage above,Chaos and Madness are simply wonderful…. somehow…. but unfortunately, not wonderfully simple….
han 06:44 on 10.17.2007 Permalink |
kita kulo nahnu
we us were united
not departed
separated
not broken hearted
just brain minded….
han 06:46 on 10.17.2007 Permalink |
let me go home now,,,
i wanna come home…
i miss you mom….
aRuL 07:15 on 10.17.2007 Permalink |
mungkin kebanggaan atas kaumnya menyebabkan semua ini terjadi…
memandang rendah yang bukan kaumnya..
hoek 08:33 on 10.17.2007 Permalink |
*binun*
.
.
*melangkah gontai*
.
.
*mnatap iri*
ko kamuh bisa fosting segh!!!
ARGGHHHH….
FENGEN FOSTIIIIIINGGG!!!!!!!!!!!!!!!
ARRGHHHHHHHHH…………
(ah ya, saia numfang curhad disini…mhuehuhue)
hoek 08:36 on 10.17.2007 Permalink |
KITA?
MENDINK GUE AMA KEBO DARIFADA AMA LOE!!!
MHAHHUAHUAHUAHUA
hoek 08:37 on 10.17.2007 Permalink |
*OOT mode OFF*
“Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
hmm…emang memisahkan, tafi manusia juga funya hati untuk menyatukan bro! mhuehuhue
hoek 08:43 on 10.17.2007 Permalink |
eh….saia HETRIX YAK!!!
MHUAHUAHUA..
skalian top score kalo geto!
Mihael "D.B." Ellinsworth 09:03 on 10.17.2007 Permalink |
Kafirkan para Hetrix dan Pertamax !
Kukira QUOTE – QUOTE itu hanya kau abadikan dalam kitabmu.
Luce 09:37 on 10.17.2007 Permalink |
*orgil mode : ON*
susah2 amat? daripada dipisahkan oleh daging dan darah , lebih baik kita musnahkan penghalang itu!!!
bantai!bunuh!hancurkan!!!!!!
fertob 09:46 on 10.17.2007 Permalink |
uh, identitas memang bisa seperti pedang bermata dua
Uchiha Miyu 10:15 on 10.17.2007 Permalink |
dsikriminasi? -__-;a
mr lekig 12:14 on 10.17.2007 Permalink |
semua manusia basodara
,,,ItadaKimasu Onigiri,,, 12:30 on 10.17.2007 Permalink |
Hahaha… Wikipedia mode ya, Gun…
Shelling Ford 12:53 on 10.17.2007 Permalink |
hell yeah, kalo semuanya bisa saya lakukan sendiri, kasian yang lain kalo nanti ga kebagian peran
endjivanhouten 14:33 on 10.17.2007 Permalink |
si Tuhan itu memang jago bikin skenario,
skenario hidup.
perbedaan itu yang menghidupi kehidupan.
perbedaan juga yang bisa mematikan kehidupan.
pinter2nya manusia aja buat menyikapi perbedaan itu.
pinter2nya Tuhan juga buat ngatur manusiaNya,
karena Dia yang bertanggung jawab penuh terhadap munculnya perbedaan,
terciptanya perbedaan.
lagian berbeda-beda, kita khan tetap satu jua.
satu bumi.
dolfis 16:14 on 10.17.2007 Permalink |
Kita dilahirkn untuk memiliki..
tp…??? knp ada sj cewek yg panta bensin….
dASarrRR MateriiIiIiI….
yach kita didunia ini bukan untuk MEMILIKI…org yg kita cintaiiii…
namax…jg blm jodoh…
kalo udah pasti kn dtg dgn SEndiRiNYaaa….
Nmx jg Nasib yang Kitorang dpt……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
celo *kagak log in* 16:34 on 10.17.2007 Permalink |
bangoen doenks mbak…!!!
kalo g maoe perbedaan didjadikan permasalahan ja jij ke boelan sono…
ato ke dapoer sono noh, ambil pisaoe teroes boenoeh diri….
hari gini mah…jang paling banjak toeh..
Xaliber von Reginhild 19:09 on 10.17.2007 Permalink |
Tapi multikultural dan pluralitas nantinya kelihatannya rada sulit untuk bersatu… apalagi kalau sudah ada yang primordialis, berhubung kultur satu sama lain ngga nyambung, jadinya susah menetapkan persatuannya.
Kadang-kadang homogen bagus, kalau tujuannya kesatuan komunitas 90%, menurut saya.
qzink666 19:59 on 10.17.2007 Permalink |
Jangankan yg jelas2 berbeda.. Yg satu rumpun aja (malesia-endonesia) gontok2an mulu, mas..
rozenesia 23:32 on 10.17.2007 Permalink |
@ rudyhilkya: Ngumpulin massa, pak? Mungkin begitu, eheheee…
Kontra blog? Maksudnya?
@ caplang™: Kan ada yang namanya homoseksual.
@ CY: I love it, too… gege.
@ danalingga: Heheheee… Beli sana! Beli~ Wealah, saya sering lewat–sedikit mampir–Kolese St. Ignasius kok, tapi belum pernah ketemu.
@ calonorangtenarsedunia: …~
@ cK: Cucu anak keponakan dari saudara kedua bibinya paman guru blablablaaa….
@ gimbal: So God bless us!
@ Magister of Chaos: Okay, just express your feelings, milord.
@ han: Different cultures, different religions… Think different, eh?
@ aRuL: Bangga atas kaum itu wajar dan bagus memang, asalkan nggak menandang rendah yang lain. Tapi…bisakah?
@ hoek: Semoga masih banyak yang punya hati (bukan lever).
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Mau liat kitab-kitab di kamar kost saya?
@ Luce: Sssttt… Bikin senjata pemusnah masal yok, Kev?
@ fertob: Ah, akhirnya ada lagi yang nyambung… Inilah identitas, tuan.
@ Uchiha Miyu: Maybe~
@ mr lekig: Yuppie! Semua manusia, nggak perlu ditonjolkan semacam saudara seagama gitu lah~
@ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,,: Maybe.
@ Shelling Ford: Tapi ngejar cewe kudu dilakuin sendiri, bro.
@ endjivanhouten: Ahahaaaa… Love your words. Tuhan memang seorang sutradara yang mantap.
@ dolfis: Kejar nasibmu! Kejar!
@ celo *kagak log in*: Lha? Bukannya semua udah dijawab dengan kutipan Tao Yuan Ming?
Ada sebuah statemen, lalu ada pertanyaan “Identitas”, dan di bawahnya disuguhkan jawaban.
@ Xaliber von Reginhild: Hahahaaa… Nggak ada yang bener-bener homogen, tuan. Yang satu agama aja misalnya, sering gontok-gontokkan. Jawabannya ada pada kutipan Tao Yuan Ming tersebut, memang.
@ qzink666: Satu rumpun, satu agama, satu negera.
alex 05:41 on 10.18.2007 Permalink |
Nggak ada yang Homogen, Gun…
Adanya cuma homo sapiens sama homoseks
sikendi 06:18 on 10.18.2007 Permalink |
yang penting saling menghormati….
HORMAT GRAK!!
Luce 06:43 on 10.18.2007 Permalink |
kaga usah senjata pemusnah Masal!!
sebarkan Virus Hinamizawa!!!! dan eke akan jadi Kami-sama!!
BWAHAHAHAHA!!!!!
*Takano mode: ON*
PS: nonton Higurashi no Naku Koro ni Kai ep 12 klo mo tahu detilnya penjelasan gwa
bachtiar 09:17 on 10.18.2007 Permalink |
be nice aja . . . . . . .
hehehe…..
zazi 09:43 on 10.18.2007 Permalink |
” Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
(Buku: Putri Cina, karya Romo Sindhunata) ”
banyak orang yang liat orang dari ras, keturunan, dll – -
OOT : aku update blog. Ada kamu di situ = =
'K, 10:52 on 10.18.2007 Permalink |
kirain judul lagu lawas SO7
Xaliber von Reginhild 14:26 on 10.18.2007 Permalink |
@rozenesia:
Agama sih memang susah
Wah, kalau dalam konteks agama, ngga tahu ya.
makanya sering jadi bahasan
. Maksud saya sih dalam tradisi, kultur, dsb semacamnya. Kalau negaranya masih sama, biasanya cenderung lebih mudah untuk menyatukannya.Catatan Tentang Rasisme « Sebuah Perjalanan 16:14 on 10.18.2007 Permalink |
[...] , semoga tidak ada lagi cerita rasis yang menyebar. Hiduplah dalam keselarasan, sebab semua kita ini adalah manusia, ya sama-sama manusia. Dan semoga pada akhirnya, kita semua pun dapat menjadi [...]
rozenesia 18:27 on 10.18.2007 Permalink |
@ alex: Saya paham perasaan anda… Memang, menjadi homo sapiens sekaligus homoseks itu berat… Saya memang cuma homosapiens… Tapi saya coba memahami anda…
*digampar*
@ sikendi: Amen.
@ Luce: KIRIM DVDnyaaa!!!
@ bachtiar: Okay, brother.
@ zazi: Keturunan Kraton lah, darah biru lah, ras lain lah, capeee deee~
@ ‘K,: *siul-siul*
@ Xaliber von Reginhild: Memang lebih mudah menyatukannya, tapi rasa-rasanya kurang seru aja.
*ditimpuk*
rozenesia 19:15 on 10.18.2007 Permalink |
UPDATE!!!
celo *kagak log in* 19:32 on 10.18.2007 Permalink |
djawa ik, tjina jij, papoea HM…
Indonesia asli…???kita bertiga moengkin…???:?
rozenesia 19:37 on 10.18.2007 Permalink |
@ celo *kagak log in*: Maksud ente aneh acho =___=
celo *kagak log in* 19:44 on 10.18.2007 Permalink |
djawaban ik…komen nomer 47
setoedjoe….jang beda ja oedah, beda adja…g bakal bisa satoe…
tjap adjaik makar, tapi jang namanja binekha toenggal ika itoe emang tjoeman oetopia…
betewe, jang ini beneran opp lho….
celo *kagak log in* 19:45 on 10.18.2007 Permalink |
50
rozenesia 19:47 on 10.18.2007 Permalink |
@ celo *kagak log in*: Jawaban yang membuatku bingung…

Bacanya susah plus kayaknya ada ketidaksinkronan dah..
Tauk ah gelap…
mardun 19:49 on 10.18.2007 Permalink |
Indonesia Asli?
bagaimana bisa tahu mana Indonesia asli? sementara yang mana yang Indonesia saja kita juga tidak pernah mendapat kepastian dengan jelas
*lirik malaysh**t*
endjivanhouten 19:49 on 10.18.2007 Permalink |
berbeda-beda kita ini satu juga.
satu nusa satu bangsa satu bahasa satu bumi
rozenesia 19:52 on 10.18.2007 Permalink |
@ mardun: Ahahahahaaaa… Lalu bagaimana generasi muda bisa bangga menyebut dirinya sebagai “Orang Indonesia”?
(lha? keingat Iwan Fals~)
@ endjivanhouten: Saya harap begitu yang akan terjadi di lapangan.
epa 03:39 on 10.19.2007 Permalink |
ada yang bilang jadikanlah perbedaan tu sebagai alat untuk kita saling mengenal jangan jadikan perbedaan tu sebagai penghancur diantara kita!
Halah….ngpmong apa ya aku……..!!!!!!
syafriadi 04:19 on 10.19.2007 Permalink |
patokan asli palsunya dari mana nih?
danalingga 04:25 on 10.19.2007 Permalink |
Yang saya tahu kita ini manusia asli, entah kalo ada yang manusia jadi-jadian.
calonorangtenarsedunia 11:01 on 10.19.2007 Permalink |
OOT:
Gun, masih pake no 3 itu kah?
endjivanhouten 12:35 on 10.19.2007 Permalink |
membahas perbedaan.
mencari patokan mana yang asli mana yang bukan,
bukankah itu membeda-bedakan?
sadar atau tidak,
kita sering membedakan sesama.
hoek 14:07 on 10.19.2007 Permalink |
“semoga masih banyak yang punya hati…”
bro? semua manusia funya hati, tafi yang fatut disayangkan adalah
1. hati mereka tidak digunakan sebagai mestinya
2. mereka lebih suka merusak hati mereka dibandingkan merawatnya
makanya ada fenyakit lever…mhuehuehue
rozenesia 14:49 on 10.19.2007 Permalink |
@ epa: Amiiin. Semoga di lapangan kejadiannya gitu.
@ syafriadi: Kayaknya nggak ada aseli absolut deh.
@ danalingga: Lha? Mas dana aseli manusia?
Saya kira nggak
@ calonorangtenarsedunia: Kalau ada rikues, ya saya ganti ke 3. Kenap-a?
@ endjivanhouten: Makanya saya nggak suka aja dengan penyebutan ‘aseli’.
@ hoek: Fungsi hati apa yo?
saRe' 16:58 on 10.19.2007 Permalink |
homogen itu kan tidak selamanya bagus.
contoh :
andaikata, semua perempuan di Palembang, sifatnya seperti saRa..
..
…
ahiiiieeYY~ seramnyaaa!!
rozenesia 17:00 on 10.19.2007 Permalink |
@ saRe’: Anooo… Sifat tante kayak gimana?
celotehsaya 18:03 on 10.19.2007 Permalink |
stelah batja bener-bener, baroe sekarang ik paham maksoednja….
*mangoet-mangoet*
primodialisme perloe oentoek mendjaga ‘kemoernian garis darah’
*halah malah tjoerhat*
rozenesia 18:06 on 10.19.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Benar paham nih?
*elus jenggot*
celotehsaya 18:14 on 10.19.2007 Permalink |
sepertinja….
[batja : anggap ini spoiler djika tak berkenan]
tapi setjara ik beloem batja boekoenja ja ik beloem taoe pasti apa jang jij maksoedkan….
ini tentang region dan segala perbedaan jang menjelimoetinja boekan…???
tapi dalam satoe region matjam Indonesia kan ada banjak region ‘khoesoes’ matjam djawa, soenda dan lain-lain…
ik loepa maoe noelis apa…makloem tjapek baroesan poelang…
ik berasa kalo boekoe ini pasti tentang idiom konjol => lope oper eprithings…
rozenesia 18:17 on 10.19.2007 Permalink |
@ celotehsaya: fufufuuu… Ane nggak ngambil dari buku itu seh, cuma ambil kutipannya doang.
celotehsaya 18:56 on 10.19.2007 Permalink |
tjih…terlaloe loeas tjakoepannja….
terlaloe banjak sasaran jang jij toedjoe…
dan terlaloe sedikit orang jang memiliki kepandaian setara dengan jij…
rozenesia 18:58 on 10.19.2007 Permalink |
@ celotehsaya Lha? Intinya simpel aja kok, kutipannya Tao Yuan Ming.
Sawali Tuhusetya 19:23 on 10.19.2007 Permalink |
*Salut, salut, salut.*
Pandangan universal tentang persamaan hak atas harkat dan martabat kemanusiaan memang harus terus dibumikan. Tanggalkan identitas, pengkastaan, dan idiom2 promordial lainnya. Sudah saatnya kelompok mayoritas dan minoritas bergandengan tangan, tanpa ada yang merasa mengebiri dan dikebiri.
rozenesia 19:27 on 10.19.2007 Permalink |
@ Sawali Tuhusetya: Yup, ini salah satu yang ingin saya tekankan, pak. Bergandengan tangan, tanpa ada yang merasa mengebiri dan dikebiri.
(seperti kata Tao Ming Yuan)
Karena manusia pada dasarnya seperti debu jalanan, beterbangan entah ke mana, tanpa terikat terlalu dalam pada sebuah ‘identitas’ fisik.
celotehsaya 19:54 on 10.19.2007 Permalink |
oh intinja itoe…
baroe sampai tahap primodial sih ik…makloem masi ketjil…
kan ja oedah ik bilang…primodial penting oentoek mendjaga kemoernian garis darah…
bergandengan antar ras daerah hanja akan menodai kemoeljaan garis darah sadja…
ja ja ja… *serahkan stempel* …tjap adja ik sebagai orang jang rasial
rozenesia 20:05 on 10.19.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Baidewei, ndak ada yang murni atau aseli pada diri manusia, pada hakikatnya.
celotehsaya 20:35 on 10.19.2007 Permalink |
berasa kek jij jang njiptain manoesia adja bisa ngomong gittoe
jang djelas ketjap jang ik djoeal jang paling manis, jang lain sampah…
pendapat kek gitoe mah pasti ada dihati setiap manoesia…ito kalo jij manoesia lho…kalo jij berasa Toehan ja~~~
Yari NK 02:25 on 10.20.2007 Permalink |
What race do we belong to? Do we belong to brown race? white race? black race? Yellow race? No, we all belong to one race only: the human race!
Nathania 03:23 on 10.20.2007 Permalink |
terlalu banggakah kita sebagai seorang **ras kita** masing2?
bangga boleh, sebagai bentuk keanekaragaman.. tapi banggakan lagi identitas kita sbg WARGA NEGARA INDONESIA. uahahaha…
**semangat nasionalisme
danalingga 04:23 on 10.20.2007 Permalink |
iya brothe ros, saya ini masih asli manusia , walau kadang bertindak bagai dewa, atau bahkan bagai Tuhan.
calonorangtenarsedunia 05:23 on 10.20.2007 Permalink |
Gpp sih. No mu yang ada di daku itu yang 3. Yo wes..
alex 05:59 on 10.20.2007 Permalink |
Brother Ros….

*ditampar
GunRoze*rozenesia 06:52 on 10.20.2007 Permalink |
@ celotehsaya: Memang manusia selalu merasa dirinya yang bener, tapi itu akan berbenturan dengan kebenaran manusia lain. Karena itulah ndak ada yang aseli murni di dunia fana.
@ Yari NK: Agree, sir.
@ Nathania: bangga memang bagus, namun dengan tidak merendahkan yang lain.
@ danalingga: *meragukan*
@ calonorangtenarsedunia: Yang AS mau…?
@ alex: …
calonorangtenarsedunia 07:51 on 10.20.2007 Permalink |
boleh..boleh..mana?
rozenesia 08:03 on 10.20.2007 Permalink |
@ calonorangtenarsedunia: Via Y!M aja.
eMina 13:47 on 10.20.2007 Permalink |
seandainya KITA bisa mengikuti filosofi pelangi. Bahwa pelangi itu beragam warnanya, namun menjadi indah karena keberagaman itu.
semoga KITA bisa seperti pelangi -keberagaman yang ada pada kita menjadikan lebih indah dan lebih menguatkan.
Hanna 13:58 on 10.20.2007 Permalink |
Siapa China? Siapa jawa? Siapa sunda? Sadarlah, kita ini sama. Berdarah merah yang berbau amizzzz. Makasih ya, dah postingin ini.
celo *kagak log in* 14:42 on 10.20.2007 Permalink |
g bisa pokoknja jang lain itoe kelas rendah…!!!
kelas ik jang paling tinggi…
*kelasnja dipoetjoek menara babel*
Binekha Toenggal Ika « hanja oetjapan konjol tjalon remadja 19:52 on 10.20.2007 Permalink |
[...] pendapat ik pribadi, semoea masalah jang terdjadi di Indonesia ini sebenarnja diakibatkan oleh keanekaragaman pendoedoek Indonesia [...]
almascatie 14:53 on 10.21.2007 Permalink |
mungkin setiap perbedaan hanyalah dikepala masing2 orang…. otak yang menjadi karunia terbesar disatu sisi telah menjadi musibah terbesar diseberang lain
dwihandyn 15:06 on 10.21.2007 Permalink |
Segala sesuatu adalah bagian tak terpisahkan dari keberadaan kita(ini).
*lha, apalagi sih ini*
sigid 02:31 on 10.22.2007 Permalink |
Kadang seperti ada kecenderungan bagi beberapa orang bahwa ada kebanggaan tersendiri menjadi eksklusif, menjadi kelompok tersendiri dan secara sadar atau tidak sadar ternyata hal tersebut menghalangi mereka untuk berbagi kasih.
Numpang nanya, pernah dapat bukunya Sindhunata yang “Waton Urip” ndak ya?
Susah bener nyarinya.
rozenesia 08:07 on 10.22.2007 Permalink |
@ eMina: Yup, dunia ini penuh spektrum warna-warna yang berbeda tapi tetap bisa berikatan ^^
@ Hanna: Ahahaaaa… Nice, ci! Nice!
Darah biru? Makan tuh darah…
@ celo *kagak log in*: *elus jenggot*
@ almascatie: Perbedaan kan ibarat pedang bermata dua.
@ dwihandyn: Memang.
(ini juga apa ya?)
@ sigid: Padahal rasanya akan lebih bangga lagi jika berbagi kasih tanpa memandang status kan? ^^
Anooo… Nggak dapat juga tuh, om…
Xaliber von Reginhild 08:41 on 10.22.2007 Permalink |
@rozenesia: Yaa, lebih variasi deh…
Lebih sulit juga memang, kecuali ada yang deus ex machinanya…
Ah untung saya bukan ras mana-mana… tapi ras idi…
rozenesia 08:42 on 10.22.2007 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Mengungkap nama, eh?
Xaliber von Reginhild 08:46 on 10.22.2007 Permalink |
Bukan nama depan saya… tapi nama klan… disebutkan supaya terkenal.
*dibantai*
rozenesia 08:50 on 10.22.2007 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Mau saya tulis lengkap di sini?
*OOT pun terussss berjalaaan*
Dream Maker 08:56 on 10.22.2007 Permalink |
jadi inget komik ‘Aerial Sculpture’
“Darah kita sama merah, tapi kenapa kita berbeda?”
[lupa karakter yang mana]
saya mau jadi ras malaikat ajah~ mau jadi yang lain dari yang lain
rozenesia 08:57 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Ras malaikat disilangkan dengan ras idi jadinya apa ya…
Xaliber von Reginhild 08:58 on 10.22.2007 Permalink |
Jangan… nanti identitas saya sebagai agen rahasia terbongkar.
*ditembak artileri*
Supaya ngga OOT, komen lagi…
Bukannya berpikir ngga-ngga, tapi mungkin darah memisahkan agar ngga terjadi perkawinan antar saudara/incest? Supaya kromosomnya ngga bersatu… mungkin.
Tapi dulu setelah Adam dan Hawa gimana ya.
Xaliber von Reginhild 09:00 on 10.22.2007 Permalink |
rozenesia:
Wah, wah…
rozenesia 09:02 on 10.22.2007 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild [1]: Hehehee… Kalo ngerujuknya sama Adam – Eve, ya kita ini sedarah.
…tapi, ah capek.
@ Xaliber von Reginhild [2]: *siul-siul*
Dream Maker 09:03 on 10.22.2007 Permalink |
[telen papi]
rozenesia 09:05 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Ihihihiii… Ada apa?
Mihael "D.B." Ellinsworth 09:26 on 10.22.2007 Permalink |
Hmmm…
Saya mengerti kalau itu adalah tulisan asal…
rozenesia 09:30 on 10.22.2007 Permalink |
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Eh, mau saya tulis panjang lebar kayak REFLECTION, Chapter #1: Indonesia, the Largest Country in the World with a Chinese Problem?
celo *kagak log in* 13:29 on 10.22.2007 Permalink |
cukup sudah tulisan panjang…
betewe, kau kelas apa…???kelas rendah ya…???
cih kalah dunks sama aku….aku kelas pribumi, kelas paling rendah…!!!
*uts sejarah tadi soalnya ada yang aku jawab gitu*yang tentang stratifikasi setelah kolonialisme itu*
rozenesia 13:32 on 10.22.2007 Permalink |
@ celo *kagak log in*: Kompeni Belanda kan melakukan pengkotak-kotakan demi mensukseskan politik skenario minoritas perantara.
Lengkapnya ada di tulisan yang aku beri URL-nya itu…
celo *kagak log in* 13:52 on 10.22.2007 Permalink |
halah…aku malah jadi kepikiran…sebenarnya pengkotak-kotakan ini ada setelah atau sebelum kolonialisme sih…???
tapi IMO waktu hindhu masuk dengan segala strata dan kastanya itu udah pengkotak-kotakan degh
rozenesia 13:55 on 10.22.2007 Permalink |
@ celo *kagak log in*: Tapi pengkotak-kotakan Kompeni ini tujuannya menguntungkan Kompeni doang. Warga Tionghoa dimanjakan, jadi sapi perah kompeni. Pribumi dibatasi…
terus pas konflik… Tionghoa dijadikan kambing hitam deh.
Ini juga berlaku pas OrBa.
goop 03:53 on 11.09.2007 Permalink |
Sebelum ini saya berfikir, bahwa berkata “aku tahu perasaanmu” akan memberikan manfaat
Tapi lama-lama ko merasa jadi sok tau ya?? Benar apalagi kalo belum pernah mengalami.
Mungkin sebaiknya ngeliat2 dulu kali, siapa lawan bicara kita yg menerima kata
ampuhitu.Hingga ada kalanya kata itu terucap, namun tak jarang cukuplah hanya diam dan mendengar
goop 03:54 on 11.09.2007 Permalink |
Eh saya salah kamar, blum baca yg kita
maafkeun paman silakan klo mo diedit yg diatas dan yg ini
goop 03:59 on 11.09.2007 Permalink |
Dari pada tanggung, saya minta ijin untuk hetrik
dan skaligus comment, sekarang udah baca
_________________________________________________________
Hitam akan indah bila ada putih, merah, kelabu dan jingga?
Bila hanya putih, bosan
Apa lagi kalo hanya hitam,
Tapi saya teteup suka biru
Intinya, langit mendung yang sebagian putih, sebagian kelabu, dan sebagian hitam, tidak kalah dengan langit senja yang semburat kekuningan, jingga dan merah. Semua berperan, dalam keragaman kita memilih
__________________________________________________________
Wuih!!! sekali lagi saya bingung sedang OOT apa sok tau??
Xaliber von Reginhild 17:27 on 11.10.2007 Permalink |
Lho, kok nyampur sih komennya?
Xaliber von Reginhild 17:28 on 11.10.2007 Permalink |
*wets, salah topik, maaf.
*
Xaliber von Reginhild 17:33 on 11.10.2007 Permalink |
Soalnya tadi saya lihat judulnya adalah Feeling of the Meager, tapi isinya dari entri yang “Kita?”. Serius lho.
Bukti:
http://i10.tinypic.com/72jp553.jpg
Jadinya saya kira nyasar.
Btw, ngga niat hetrik lho. Sungguhan.
Dream Maker 02:27 on 11.11.2007 Permalink |
Engg… Kalo masalah ‘ketuker’ gitu aku juga pernah di sini
ampe bingung sendiri
Ada apa ini pap? [numpang OOT]
rozenesia 03:19 on 11.12.2007 Permalink |
@ goop: ga apa kok, biarin aja komen itu jadi arsip.
Eh bener tuh, dunia ini kan banyak warnanya~
@ Xaliber von Reginhild: Ini problem layout Tarski kok.
@ Dream Maker: Tarski.
Pesan-Nya « all hail rozenesia™ 08:35 on 12.24.2007 Permalink |
[...] kita menilai pesan seseorang dari siapa dirinya, bukan apa yang dikatakannya? Entah. Manusia memang berbeda satu sama lainnya. Dan saya yakin perbedaan itu adalah [...]
I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™ 22:18 on 01.04.2008 Permalink |
[...] terbang ke dalam lingkaran setan akan sebuah konflik sosial di negeri ini. Dimulai dari sebuah hakikat identitas, diriku yang berada antara duniawi dan rohani, hingga menyoal politik dan sejarah kelam, beserta [...]