aku, duniawi dan rohani
tiadalah malam sepi menyelimuti hati
wahai tuan bijaksana serta berbudi
akankah hidupku kosong setelah tiada harta lagi
atau merekah layaknya kelopak bunga surga abadi?
tidakkah hati tetap hampa tanpa mimpi
menanti jawab akan sebuah teka-teki
yang timbul seiring terbitnya mentari
dan hilang saat berakhirnya hari?
aku menulis untuk menikmati duniawi
aku menulis untuk menghayati rohani
menggauli kebadanan nikmat tak terperi
mengekang diri tak membenci rohani
menyenangi rohani dengan wajah berseri
menahan batin tak lupa akan duniawi
tetap mengikat jiwa pada rohani
walau tetap berjalan dalam duniawi
itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati
ah tuanku yang datang menghampiri
kini hidupku tenang bagai karya seni
inikah jawaban dari sebuah misteri
yang terus menghantuiku tak pasti?
meski dulu sering kuteriakkan aku tak berani
dan di akhir sebuah puisi
aku terlelap dalam damainya hidup ini
[ LXY / GR / a.k.a rozenesia, Oktober 2007 ]
***
Sesungguhnya saya senang menikmati kebadanan. Namun di lain pihak, saya tidak membenci kerohanian. Boleh bagi saya menyenangi dunia, tapi ada sedikit batasan agar nafsu saya tidak terlalu duniawi. Dan saya juga menyukai rohani, tapi tetap tak boleh larut di dalamnya. Saya yakin di antara dua hal tersebut terletak kebahagiaan bagi saya, mungkin juga bagi orang lain. Atau bahkan bagi kebanyakan umat manusia. Siapa tahu…
Puji Tuhan. Amen!
PS: Sumpah, saya tidak menghamili pacar Anda!
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
rozenesia 06:18 on 10.22.2007 Permalink |
…
Evy 06:29 on 10.22.2007 Permalink |
menikmati nikmat kebadanan itu nyang pigamana sih nak, aku kok ra mudheng… menggauli kebadanan itu apa to…. badan sapa yg di gauli….ini bahasane kok modern tenan, lha aku katrok jee…. hehehe
Kopral Geddoe 06:33 on 10.22.2007 Permalink |
Afa ini…? Afa ini…?
Btw, cup B rules.
*ngelanjuting yang dari IM*
Mihael "D.B." Ellinsworth 06:45 on 10.22.2007 Permalink |
Dasar poeisi….Haik, haik, haik…
Jangan menggauli Badan sebelum menggauli rohani, komentar yang ngawur..
diandra nyoba komen kali pertama 07:15 on 10.22.2007 Permalink |
ga mudeng…
critakan dg bahasa yang lebih jelas donk bang gun… @__@
Luce 07:24 on 10.22.2007 Permalink |
wah wah Gun, lo dah terjerumus ke kehidupan mahasiswa yang ‘gelap’ ya?
ckckck, mank khas lo Gun………….
rozenesia 07:29 on 10.22.2007 Permalink |
@ Evy: Biasa, bu. Anak ini lagi stress. Jadinya ngaco.
@ Kopral Geddoe: D Cup ruless tauk!
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Suka-suka ane, mau badan yang mana duluan.
@ diandra nyoba komen kali pertama: Jelas ah, ini.
@ Luce: Loe aja kali yang gitu, Kev.
Nyadar napa sih?
Hanna 07:36 on 10.22.2007 Permalink |
Puisinya merdu. Semua di akhiri huruf i. Keren. Salut.
Oh ya, koko itu panggilan akrab, imut-imut, gemasin. Bukan karena usianya dewasa. Kalau yang dewasa biasanya kita sapa dengan engko. Si sulung di rumah pun di panggil koko. Ya, deh. Sapa nama aja, ya.
Puisi berikutnya di tunggu, lho. Saya senang membaca puisi.
kendi 07:39 on 10.22.2007 Permalink |
asal seimbang, biar ngga jatoh…..
*makin memperkeruh pemahaman
rozenesia 07:52 on 10.22.2007 Permalink |
@ Hanna: Masalahnya aku nggak terbiasa dipanggil ‘koko’, ci.
Dede pun ga pernah manggil aku ‘koko’, selalu panggil nama… = =
Ahahaaa… Ciri khasku nih, selalu buat puisi dengan rime tertentu kayak gini. ^^
@ kendi: Gimana seimbangnya, om?
razu 07:58 on 10.22.2007 Permalink |
whew Gun…o_o
keren loh…
hihihihihihihi….
aq suka kalimat akhirnya XD
rozenesia 08:02 on 10.22.2007 Permalink |
@ razu: Thanks sis… ^^
*pura-pura nggak tau*
Kalimat akhir yang mana ya?
Mihael "D.B." Ellinsworth 08:05 on 10.22.2007 Permalink |
Nggak boleh ! Pokoknya™…..
rozenesia 08:09 on 10.22.2007 Permalink |
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Sabar… Sabar.. Saya nggak menghamili pacar Anda juga kok.
diandra sudah ga pertama lagi 08:23 on 10.22.2007 Permalink |
hoo…
*baru sadar klo akhirannya i semua… (dihajar)
tuan loe sapa gun ?
CY 08:25 on 10.22.2007 Permalink |
Itulah kalo si Om kebanyakan makan mie, terbukti kan efek racunnya…!!
rozenesia 08:26 on 10.22.2007 Permalink |
@ diandra sudah ga pertama lagi: Gileeee… Nama kamu keren banget…
*mikir yang nggak-enggak*
*dibuang*
Ahemn… Ciri khas puisi saya kan?
Tuan? Ah, cuma kiasan saja~
rozenesia 08:26 on 10.22.2007 Permalink |
@ CY: Pokoknya™ BAKMI!
Dream Maker 08:35 on 10.22.2007 Permalink |
huehuehue~ PS-nya lucu =w=
papi, tapi aku gak ngerti puisinya, di parafrase-kan dong
papi dipanggil koko? koko gun…
[kok gak cocok sih kedengerannya?]
rozenesia 08:37 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: PS-nya kan… nyata atau nggak ya…
Nggak ngerti? Baca terussssss…
Eh, cocok ga cocok ya biarin acho = =;
Xaliber von Reginhild 08:44 on 10.22.2007 Permalink |
Ah, berakhiran i semua…
Hubungan dengan yang ada di PS apa?
rozenesia 08:46 on 10.22.2007 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Ciri khas, ciri khas… Tuan.
Hubungannya? Saya nggak berhubungan macam-macam dengan calon kekasih paduka kok.
caplang™ 08:50 on 10.22.2007 Permalink |
trus sapa yg menghamili?
btw, skarang majang poto
emina 08:50 on 10.22.2007 Permalink |
apakah itu artinya rozenesia telah menikmati segala hal yang bersifat badani dan rohani?
kata lainnya, telah mencobanya?
telah mengungkap misteri?
begini, semua itu boleh dihayati, boleh dinikmati. tapi pada saat yang tepat nanti de. bila saatnya sudah tepat.
Xaliber von Reginhild 08:51 on 10.22.2007 Permalink |
Kayaknya biasanya sastra lama.
He? Kenafa jadi nyambung kesitu?
Dream Maker 08:51 on 10.22.2007 Permalink |
papi… gak ngerti…
udah baca 3 kali -___-
[pusing sendiri]
Xaliber von Reginhild 08:51 on 10.22.2007 Permalink |
*ralat… sastra baru.
rozenesia 08:54 on 10.22.2007 Permalink |
@ caplang™: Situ mau dituduh?
@ emina: God knows…
@ Xaliber von Reginhild: Ini sastra afa dong?
@ Dream Maker: Nanti juga paham sendirinya ah.
@ Xaliber von Reginhild [2]: Ralat diterima.
emina 08:54 on 10.22.2007 Permalink |
komentar saya sepertinya prasangka buruk ya..
jangan jangan salah persepsi nih… -_-
rozenesia 08:55 on 10.22.2007 Permalink |
@ emina: Nevermind//
Zazi 08:57 on 10.22.2007 Permalink |
gak dong @_@
rozenesia 08:59 on 10.22.2007 Permalink |
@ Zazi: What’s up, mifans?
Zazi 09:00 on 10.22.2007 Permalink |
i’m not yer fans = =
Diandra.. 09:02 on 10.22.2007 Permalink |
nama adalah doa bang gun….
spoiler : gun sudah merasakan..
rozenesia 09:03 on 10.22.2007 Permalink |
@ Zazi: Sumfah bin Ya’Kin?
rozenesia 09:03 on 10.22.2007 Permalink |
@ Diandra..: Merasakan apa?
Jangan bikin gosip kau.
Sawali Tuhusetya 09:08 on 10.22.2007 Permalink |
Wah, terlambat komen nih *nenggak ke atas* Ya, ya, ya, puisi yang bagus, bisa jadi katharis jiwa. Rimanya pun berakhir dengan bunyi /i/ semua. Sangat cocok dibaca di kamar. *hehehe termasuk puisi kamar kali yeee* Tapi muatan isinya bagus juga nih. Agama apa pun juga tidak mengajarkan pemeluknya untuk berbuat berlebihan. Jasmani dan rohani, raga dan jiwa, mestinya harus ada upaya untuk menjaga keseimbangannya. Tidak larut dalam ke dalam kubangan salah satunya. OK, salam hangat.
Zazi 09:08 on 10.22.2007 Permalink |
yakin
rozenesia 09:13 on 10.22.2007 Permalink |
@ Sawali Tuhusetya: Ahahaaaa… Ga apa kok pak, yang penting udah memberi masukan yang berharga.

Kamar ya… Eh, puisi ini kan dibuat di kamar kost yang sumpek.
Yup, keseimbangan antara jasmani dan rohani, ibadah dan dunia ^^
Dan puisi ini saya juga sedikit mengambil ajaran K’ung-fu-tzu.
@ Zazi:
syafriadi 09:21 on 10.22.2007 Permalink |
Sumfah saya juga
rozenesia 09:25 on 10.22.2007 Permalink |
@ syafriadi: *jabat tangan*
Fajar 10:12 on 10.22.2007 Permalink |
kebadanan ya
afa itu…….
sepertinya saya juga suka
rozenesia 10:19 on 10.22.2007 Permalink |
@ Fajar: Sadar! Dasar lelaki…
,,,ItadaKimasu Onigiri,,, 10:33 on 10.22.2007 Permalink |
Tulisannya Gun memang selalu menjadi favorit aku ?
fertobhades 10:43 on 10.22.2007 Permalink |
*berpikir keras*
akhirnya….
ini yang paling kusuka :
tak bisa disebut suci. tapi adakah raga yang lapuk diselimuti kesucian ? atau apakah kesucian hanyalah angan-angan tak kunjung pasti ?
*merenung*
benbego 11:16 on 10.22.2007 Permalink |
kebadanan??? menarik juga. klo kesetubuhan gimana, ups! beda ya..
http://benbego.wordpress.com
danalingga 11:41 on 10.22.2007 Permalink |
Ya… ya… keseimbangan antara badani dan rohani . *sok bijak*
rozenesia 12:44 on 10.22.2007 Permalink |
@ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,,: Oalah, tulisan mengenaskan kayak gini kok…
@ fertobhades: Bagi saya kesucian hanyalah sebuah taraf yang menjadi tujuan dari manusia, dan itu nggak akan dicapai manusia. Hanya motivator saja. :
*merenung*
@ benbego: Waduh… Waduh…
@ danalingga: Cinta…. Hati, dan tubuuuh…
Junarto Imam Prakoso 12:48 on 10.22.2007 Permalink |
*sok jadi penyair*
*cari kata berakhiran -i*
jika sudah seimbang badan dan rohani
anda pasti sufi sejati
BTW, boleh dikutip nggak puisinya ke sebuah milis?
rozenesia 12:51 on 10.22.2007 Permalink |
@ Junarto Imam Prakoso: Hahahaaaa… Ini cuma angan, pak.
Eh, boleh kok. Nggak udah tulis rozenesia… Tulis aja LXY (Li Xiang Ying) atau GR (Gunawan Rudy). Terserah yang mana…
Bachtiar 12:56 on 10.22.2007 Permalink |
Bakakakakak…..dasar .
*ikut ketawa aja deh*
rozenesia 13:05 on 10.22.2007 Permalink |
@ Bachtiar: Lha? kenapa?
Dream Maker 13:25 on 10.22.2007 Permalink |
OOT :
Li Xing Ying? Ganti lagi? Dulu kan Li Xiang Yin
Uchiha Miyu 13:26 on 10.22.2007 Permalink |
“PS: Sumfah bin Ya’Kin, saya tidak menghamili pacar Anda! ”
-____-
wah!!! I semua!!!
rozenesia 13:27 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Ying, for sure! Ying! Fragnance…
@ Uchiha Miyu: Ada yang salah?
mahagurunyagun 13:41 on 10.22.2007 Permalink |
Hmm…
Tampaknya ajaran saya telah meresap dengan baik..
Konon katanya, jalan tengah adalah jalan para Nabi, Gun..Jadi di tengah2 saja lah..Jangan terlalu berat ke mana2..
rozenesia 13:43 on 10.22.2007 Permalink |
@ mahagurunyagun: Xie xie, suhu…. m(_ _)m
saRe' 13:48 on 10.22.2007 Permalink |
ini anak sastra apa HI sih??
hihi
emang siapa yang menuding anda menghamili pacar orang, mas Gun??
ternyata anda…….
*sok kaget*
rozenesia 13:52 on 10.22.2007 Permalink |
@ saRe’: Sumfah HI, ukhti!!!
Hohohohooo… Ternyata apa?
Uchiha Miyu 13:54 on 10.22.2007 Permalink |
Ga, cuma iri aja. Coba bahsa inggris bisa kyk gini…
Luce 13:56 on 10.22.2007 Permalink |
ternyata dikau memang pemerkosa !!Guunn!!!
*panggil polisi, suruh ke kamar Gun*
rozenesia 13:56 on 10.22.2007 Permalink |
@ Uchiha Miyu: Intinya, FANTASI!!!
rozenesia 13:57 on 10.22.2007 Permalink |
@ Luce: Lha? Bukannya ente yang kemaren macem-macemin anak tetangga?
almascatie 14:28 on 10.22.2007 Permalink |
butuh renungan panjang
^_^
rozenesia 14:30 on 10.22.2007 Permalink |
@ almascatie: Silehken.
*gelar tikar*
Dream Maker 14:41 on 10.22.2007 Permalink |
Koko kevin macem2in anak tetangga?
pasti dipalakin anime-anime-nya
Otaku sih
…
Papi macem2in anak tetangga? [bukan macem2in pacar orang, tapi anak tetangga]
rozenesia 14:51 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: …Kevin sih… Mwahahahaaa…
Hei, hei… Aku normal tauk!
Dream Maker 14:55 on 10.22.2007 Permalink |
kayaknya koko kevin lebih tertarik sama Konata ketimbang anak tetangga
siapa tau ada anak tetangga yang umurnya gak beda sama papi [tapi aku gak tau cewe/cowo sih]
rozenesia 15:00 on 10.22.2007 Permalink |
@ Dream Maker: Ku-kurang ajar!! Aku setia tauk!!
cK 15:02 on 10.22.2007 Permalink |
*nangis sesegukan karena shan-in udh ga perjaka lagi*
Nathania 15:04 on 10.22.2007 Permalink |
bukankah memang ‘jalan di tengah’ adalah yang paling tepat? hehehe..
tidak melekat pada keduniawian, tapi tidak meninggalkan keduniawian ini karena kita masih hidup di dunia..
rozenesia 15:08 on 10.22.2007 Permalink |
@ cK: Cici meragukanku..?
@ Nathania: Maunya ke tengah, tapi ga kesampaian. Manusia biasa sih.
cK 15:27 on 10.22.2007 Permalink |
he…nggak kok shan-in… *elus elus pala shan-in*
celotehsaya 17:28 on 10.22.2007 Permalink |
aku kebacanya elus-elus paha shan-in… -_- jadi horror
mardun 19:36 on 10.22.2007 Permalink |
Efek ngegame kah ini?
endjivanhouten 19:41 on 10.22.2007 Permalink |
lagi lagi skenario Tuhan.
manstrap..
qnewt 23:18 on 10.22.2007 Permalink |
ikut nimbrung baca aja. eh plus comment ding ini.
sigid 01:04 on 10.23.2007 Permalink |
Sepertinya saya juga menikmati kebadanan (padahal tampak jelas
)
Menikmati kerohanian butuh usaha yang kadang jauh lebih keras
rozenesia 05:11 on 10.23.2007 Permalink |
@ cK: *mengeong kayak kucing*
@ celotehsaya: Oi… Oi…
@ mardun: Hush… Situ masih tertarik game hentai yang laknat itu?
@ endjivanhouten: Hohohooo… Dan manusia nggak akan bisa memahami-Nya.
@ qnewt: Oke, oke.
@ sigid: Yuppie, tapi mkenikmati kebadanan mekan energi gede juga.
mr lekig 06:37 on 10.23.2007 Permalink |
tidak terlalu kebadanan, tidak terlalu kerohanian…
brarti,
“yang sedang-sedang saja…”
Rizma 06:49 on 10.23.2007 Permalink |
udah lama ga baca puisinya Shan In, dan seperti biasa, Ma ga ngerti,,
rozenesia 10:03 on 10.23.2007 Permalink |
@ mr lekig: Sippp!!!
@ Rizma: Lha? Puisi mudah kayak gini…
B E E 10:10 on 10.23.2007 Permalink |
itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati
Yang paling gw suka itu…. ^ ^
kk memang berbakat yaa~
tp yang ngebuat mata belo tu kata ini.. –> menggauli
artinya sama kayak menggagahi kan ya?
B E E 10:22 on 10.23.2007 Permalink |
yang paling disuka :
“itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati”
kayaknya tulus trus jujur.. hahaha..
yang membuat mata terbelalak :
hebat deh~!!
“menggauli kebadanan nikmat tak terperi”
Kembali lagi dari mimpi… « Malaikat Realitas 16:20 on 10.23.2007 Permalink |
[...] sih yang diharapkan dari saya? Saya cuma hibernasi sebentar di dunia mimpi mana bisa bawa [...]
Sheiren_Chan 10:05 on 10.24.2007 Permalink |
tidak begitu paham, but saya tidak bisa mengilhami dan memahami sebuah puisi…
aroe 11:20 on 10.24.2007 Permalink |
ah, ternyata puisi ya……
waduh komentar nomor sekian……
tentang kesimbangan duniawi dan rohani
gaya bahasa-nya bukan puisi
akhiran rima seluruh-nya “i”
cocok juga di baca di kamar mandi
Kok jadi begini???
au ach….. hehehehehe…….
keseimbangan itu penting, itu aja dech
almascatie 11:43 on 10.24.2007 Permalink |
aku suka yang ini
^_^
Luce 16:30 on 10.24.2007 Permalink |
ternyata benar dugaan eke!!!
Gun sudah mengarah ke jalan yang’ lebar namun maut di ujungnya’!
rozenesia 17:23 on 10.24.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan: Nggak perlu begitu dipahami.
@ aroe: Kata siapa ini puisi?
@ almascatie: Itulah mengapa saya, atau kita, menulis ya…
@ Luce: Maksud ente?
rozenesia 18:46 on 10.24.2007 Permalink |
@ B E E: Maaf kemarin ketelan Akismet, anjing penjaga saya.
Hmnn… Menggagahi? membuat gagah kah?
Wakakakaaa…
Thanks sudah komen.
Ferry ZK 02:24 on 10.26.2007 Permalink |
Tengoklah hati yang terkubur dalam
adakah ia berbicara atau diam
dipasung akalkah atau memang terpendam
sebab belum lagi bayang berkaca malam
Tengoklah hati yang terkubur dalam…
rozenesia 07:39 on 10.27.2007 Permalink |
Ferry ZK: Puji Tuhan. Amin.
Sheiren_Chan 01:50 on 11.01.2007 Permalink |
Naru 05:53 on 11.07.2007 Permalink |
herannn…herannn….
saya stuju sekaligus tidag mendukung….
herman…hermannn……
kapan nnieyh?
hrrrr…. dah lawas ternyata
rozenesia 20:03 on 11.12.2007 Permalink |
@ Sheiren_Chan:
@ Naru: Makanya, up-2-date dong, non.
hibatullah 00:36 on 11.13.2007 Permalink |
assalamualaikum saya baru melawati blog kamu ini. cerita di atas menyampaikan maksud apa ya? salam perkenalan
Andromeda 03:38 on 11.13.2007 Permalink |
ada yang bilang kalo tubuh wanita itu untuk di komersilkan, gak tau juga bener pa gak….dan itu berlaku khusus untuk wanita yang dapet label “obralan”
rozenesia 06:49 on 11.13.2007 Permalink |
@ hibatullah: Waalaikumsalam, ya akhi.
Salam kenal juga. Cerita di atas? itu puisi, ya akhi.
@ Andromeda: Salah tempat komen, mas.
Obral daging ya?