Do not ask, please!
please, be gentle with me, master

Pertama-tama, tahan dulu, saya tidak membicarakan sesuatu yang bersifat asusila ataupun tabu di sini. Saya cukup bertanya-tanya saja, karena begitulah saya. Saya tidak memaksakan salah satu dari nafsu atau logika untuk bekerja. Jadi, apa salahnya sekadar bertanya?

Ya, di saat blogsphere dihiasi perdebatan mengenai religi, perang identitas, sampai sibuk mencari bokep, timbul sebuah pertanyaan menarik–yang konon katanya berbau filsafat–di benak saya. Apa itu? :?

Mungkin dalam pertanyaan ini saya mengkhususkan mayoritas sudut pandang kaum Adam–mungkin karena saya salah satunya–di sini. Juga Anda bisa berspekulasi benak saya diracuni bisikan setan, pikiran-pikiran Barat yang liberal, hingga gaya hidup hedonis, atau teori konspirasi berbau religi lainnya. Spekulasi dan teori konspirasi memang laris manis dijual di pasaran umat-umat, bukan? Apapun lah, saya cuma bertanya-tanya.

Mengapa tubuh wanita terus dieksplorasi?

Jika ingin bicara jujur, saya tidak peduli apakah asal-usul manusia itu memang apa adanya seperti ini atau berevolusi. Yang saya tahu–di dalam benak saya–adalah bahwasanya tubuh manusia itu indah. Dalam posisi saya sebagai pejantan, mustahil saya memuja-muja atau bahkan mengamati tubuh kaum saya sendiri, bukan? Maaf, saya masih normal. Hehehee… :lol:

Bukannya pikiran saya mesum atau sudah terkontaminasi erotisme dan sebangsanya. Jika Anda ingin mengecap saya begitu, silahkan. Saya cuma akan menyodorkan cermin saja, kok. Walau kitab susila dan religi masih tergeletak di sudut ruangan. :P

Mungkin mereka yang berkecimpung dalam dunia seni mempunyai pendapat berbeda dengan mereka yang bergelut dalam hiburan. Dan pasti berbeda jauh lagi dengan mereka yang sering menghabiskan waktunya untuk ritual religi. Tentu, jika menilik pada stigma negatif dari masyarakat umum, Anda mungkin seorang penikmat cerita seks, pecinta bokep, atau lebih eksrem lagi–berkecimpung dalam bisnis jualan daging. Dan Anda pun mempunyai opini dan pandangan tertentu mengenai pertanyaan itu, bukan?

Sebentar, saya tidak membatasi topik ini dengan memasang tameng anti-religi dan semacamnya. Sudut pandang apapun–termasuk religi–diterima secara terbuka di sini. Saya akan berusaha menanggapinya. :D

Mengapa tubuh wanita terus dieksplorasi?

Ada yang berminat menjawabnya? :mrgreen:

PS: Eksplorasi? Kadang-kadang bisa sampai tahap eksploitasi, mungkin.

 

Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!