Lempar Masalah Sembunyi Solusi

Weee...

Oke, kadang dalam menyikapi sebuah masalah, ada kalanya muncul suara-suara yang terkesan membela, dengan mengalihkan masalah itu ke masalah lain yang dianggap lebih parah. Seringkali cara seperti itu kerapkali dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari sebuah masalah, karena beberapa alasan subjektif.

Mengerti? Baiklah, saya berikan contohnya.

Kenapa sih kudu permasalahin majalah Playboy Indonesia, kok nggak FHM aja yang nyata-nyata lebih vulgar seh?

Nah itu dia. Mau lagi? :P

Lagi-lagi kasus Tibo cs! Kok nggak tembak mati Amrozi cs sana?

Lanjut… Terus… :lol:

Ini kenapa pada sibuk ganyang Malaysia, kenapa nggak ngelawan Amerika yang udah jelas menjajah Indonesia secara ga langsung?

Lalu? :D

Kok pada ngebongkar kepalsuan blog sih, kalo mau gitu tuh obrak-abrik FS sono yang lebih banyak palsunya!

Dan masih banyak kasus sejenis lainnya. :roll:

Lha? Lha? Kok malah nyasar ke mana-mana? Dan kadang kok jadi ad-hominem ya? Itu sudah melantur jauh dari konteks. Pembelaan yang mengkambinghitamkan pihak lain. Memang sih, masalah yang dikambinghitamkan itu bisa saja lebih parah. Tapi kalau kita langsung sekenanya pindah ke masalah lain saat tengah mengusut sebuah masalah, bagaimana masalah yang tengah diusut itu bisa selesai? Yang sekarang saja belum selesai, belum tentu yang dialihkan itu bisa diselesaikan. Dan belum lagi, belum tentu kita bisa menyelesaikan masalah yang dicap lebih parah kalau yang biasa saja kita sudah melarikan diri.

Di sisi saya sendiri, itu memang termasuk saran-saran yang menyebalkan. Bukannya solusi penyelesaian masalah, tapi malah melempar bara api lain tanpa berusaha memadamkan yang masih menyala. Puas melempar masalah, bung? :lol:

Kenapa sih tidak bisa diam menyelesaikan masalah yang ada di depan mata? Malah mencari-cari kambing hitam lain, ini bukannya menyelesaikan masalah, malah memperparah masalah. Berikan solusi yang baik dong! Jangan malah memperpanjang masalah. Kalau tidak bisa, pegang baik-baik kalimat bijak: Diam itu emas. ;)

Oh ya, kalau si Geddoe mas Guh punya istilah kembali ke goa, saya kembali ke kamar kost gubuk lah. Maunya setingkat lebih maju peradabannya. :mrgreen:

…tapi hati-hati juga memukul rata sebuah kasus pengalihan masalah. Bisa jadi pengalihan tersebut malah bersifat positif, jika disertai dengan alasan dan solusi yang jitu, misalnya. Intinya sesuai dengan kondisi dan situasi. :D

 

Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!