Jogjakarta, 21 November 2007
Sebelumnya kumohon, masih adakah pembaca yang akan melontarkan suara sekenanya? Ini pertama kalinya aku memohon dalam tulisanku, hanya untuk kali ini saja…

“Whenever we want something from somebody or when we want to hide something or pretend, we’re acting. So I’m walking on my own path and show the others an universal experience, of fear, of anger, of tears, of love! The roles given to me by God and myself.”
Gunawan Rudy — The Chronicle of Rozenesia
Sadarkah aku akan apa yang aku lakukan? Akan alasan mengapa aku melakuan apa yang aku lakukan? Tidakkah aku justru menari pada jalur yang terbentang di depanku ini? Dalam ketakutan, kemarahan, penderitaan, serta air mata? Atau dalam kegembiraan, keceriaan, anugerah, dan canda tawa?
Keraguan kadang menyerangku. Kebingungan merebut tahta dalam batinku. Aku terpaku dalam kenyataan dan mimpi, dalam fakta dan dusta. Kadang kupikir mengetahui sesuatu justru menyiksa diri, menyakitkan rasanya. Akankah ketidaktahuan justru membebaskanku? Ah, mungkin itu hanya utopia belaka, tapi mungkinkah aku bahagia jika kenyataan tetap tersembunyi rapi di balik topeng mereka?
Papa kini telah tiada. Kemanakah aku akan bertanya dan mengeluhkan semuanya? Mama? Mama sudah terlalu cukup untuk berduka, tak ingin kutambah lagi kedukaannya dengan keluh kesahku. Lalu, tiadakah lagi mercusuar di mana aku menyendiri dan berbicara tentang hidup dan langkahku? Hanya aku sendiri, menyendiri tanpa pegangan di belantara sandiwara umat manusia.
Menilik segala hantu-hantu sandiwara, aku teringat lagi pada ucapan Ellen, sahabatku. “Jika ingin berbohong, maka berbohong lah dengan sempurna. Agar kamu sebagai pembohong tidak kecewa, dan orang yang kamu bohongi tidak kecewa atas kebohonganmu.” Dan kini aku kembali mempertanyakan, apakah sandiwara umat manusia adalah bagian dari kebohongan, atau hakikat dari manusia itu sendiri? Atau kebohongan itu yang merupakan bagian dari sandiwara umat manusia yang berjalan pada jalurnya masing-masing?
“Most people have to act the roles given to them. Then again, most of them haven’t even noticed they’re acting.”
Delita Hyral — Final Fantasy Tactics
Maaf, aku memang tidak bisa menjanjikanmu sebuah kenyataan yang elok, hanya ini yang bisa kulakukan dan kupersembahkan untukmu yang aku sayangi. Entah ini refleksi diriku, dirimu, atau malah mereka yang memainkan peran sebagai manusia. Rachel… Aku memang tidak pernah dan tidak akan tahu apa yang kamu rasakan, tapi kuharap kamu bisa mengerti apa yang aku sampaikan. Kutunggu balasmu.
PS: Kamu sudah membalas sebagai Pembuat Mimpi, terima kasih.
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
rozenesia 01:59 on 11.21.2007 Permalink |
Kutunggu balasmu.
sigid 02:18 on 11.21.2007 Permalink |
Waduh, ndak bisa PERTAMAX juga
CY 02:25 on 11.21.2007 Permalink |
Kok bisa sama dgn kegalauanku semalam yg memaksaku melek sampai jam 2 ya??
sigid 02:26 on 11.21.2007 Permalink |
Sayangnya kita tidak bisa mengabaikan hal yang telah kita tahu, tidak ada menu “delete file” dalam pikiran kita.
Hanya pendapat pribadi, but that means living a lie.
Curahan hati seorang anak tidak akan pernah menjadi duka bagi seorang ibu. Karena dia adalah seorang ibu.
CY 02:28 on 11.21.2007 Permalink |
sejak SMA gw sdh berhenti mengadu ke mama…, biarlah kuurus sendiri masalahku tanpa membebani dia orangtua, sdh cukup deritanya utk ditambah dgn konflikku.
Memang betul kata pepatah “makin banyak yg kita tau, makin banyak pula yg tidak kita ketahui”
CY 02:31 on 11.21.2007 Permalink |
kalo bisa gw selalu menghindari berbohong, krn dosa itu punya akar yg menjulur kemana2 shg pada akhirnya akan membelit diri kita sendiri.
sigid 02:44 on 11.21.2007 Permalink |
Sedikit tambahan (biar hetrick mesti ndak urut
)
Sebenarnya mungkin kenyataan tidak tersembunyi rapi di balik topeng mereka, namun pikiran kita yang menolak untuk melihatnya. Penolakan ini mungkin akan menjadikan kita tidak mampu melihat bagian kehidupan yang lain. Seorang anak kecil, melihat dan memang hanya melihat.
Bagi mereka, anjing adalah anjing, mawar adalah mawar hingga kemudian aksi yang timbul adalah murni berdasarkan fakta/kenyataan. Bukan kepura-puraan berdasarkan keberanian, ketakutan dll.
*nyambung ndak yah
*
cK ga login 03:04 on 11.21.2007 Permalink |
sini sini sayang….curhat sama tante ajah…
extremusmilitis 03:34 on 11.21.2007 Permalink |
Dunia Ini Panggung Sandiwara, kita pasti masih ingat lagu yang satu ini.
Tapi apakah kita akan terus bersandiwara, itu kita sendiri yang memutus-kan.
Dan Gun, ini sebuah kesadaran yang men-cerah-kan ketika masih banyak di-antara kita yang lari dari kenyataan, dan menampil-kan ke-indah-an di luar saja. Meskipun aku tidak melihat ada-nya perbedaan “ketika suatu ke-indah-an di-anggap lebih baik dari suatu ke-kotor-an”.
Uchiha Miyu 04:31 on 11.21.2007 Permalink |
“Life is a drama.”-Tria Rachmadiah.
saya 04:39 on 11.21.2007 Permalink |
paragraf terakhir hanya membuat entry ini sebagai samaph…
kamu sendiri tahu apa yang akan dia lakukan setelah membaca entry ini
caplang™ 05:36 on 11.21.2007 Permalink |
sudah saatnya dikau menggantikan papa
menjadi tempat berkeluh kesah bagi mama
dukamu? hey kau kan lelaki!
men cry in their heart, bro
morishige 06:16 on 11.21.2007 Permalink |
ah, jangan terlalu dipikirkan.
keras lembut, dan hitam putih kehidupan sebenarnya hanya bergantung kepada cara kita menyikapinya..
Tito 06:58 on 11.21.2007 Permalink |
Jadi inget pepatah lama: Ignorance is a bliss (ketidaktahuan adalah berkah)
mari sedikit bermain analogi.
Tapi apa bener begitu?
Misalnya anda dan teman anda mengendarai mobil ke arah jurang. Anda tahu itu, makanya anda gelisah. sedangkan teman anda yg memegang kemudi tidak tahu soal itu, makanya ia tampak santai & bebas dari rasa gelisah. jadi memang BENAR ketidaktahuan akan memberi perasaan bebas, tapi sekaligus membuat anda buta apakah anda sedang menuju jurang atau ke arah tujuan yg tepat.
Jadi silahkan pilih: Mengetahu sesuatu dengan resiko menggelisahkanmu, atau tak mengetahui dengan imbalan perasaan tenang dan bebas (dari kegelisahan akan konsekuensi)?
Manusia mahluk yg lebih emosional ketimbang rasional… jika dirasa memang perlu untuk menyampaikan kebenaran, gunakanlah berbagai kemasan tanpa merusak substansi di dalamnya… karena adakalanya kebenaran yg disampaikan dengan terlalu “telanjang” justru membuat mereka berpaling darinya.
CY 07:50 on 11.21.2007 Permalink |
brapa no. Rachel… biar gw telpon dia…
CY 07:51 on 11.21.2007 Permalink |
btw, itu kok kyk foto buronan ya??
*ga tega hetrix*
almas lagi vakansi 08:00 on 11.21.2007 Permalink |
belom baca dan belom baca
*hanya mo pamit pakansi*
Dream Maker 08:16 on 11.21.2007 Permalink |
@seseorang
diam saja kalau tidak tahu apa-apa, sampah
–
maaf, tapi aku gak tau apa yang papi rasakan, mungkin seorang yang baru saja kusebut ’sampah’ itu telah membuat sifatku begini
nah, daripada berbohong dan bikin orang kecewa, lebih baik tunjukkan saja sifat asli sekalian
yang kurasakan, itu simple
aku takut ada yang ngerebut sesuatu milikku ^^
dan tentu saja takut ada sampah yang seenaknya mengganggu kehidupanku sendiri, udah dicuekin malah menjadi
chorshiva_langley 08:22 on 11.21.2007 Permalink |
caplang said :
sudah saatnya dikau menggantikan papa
menjadi tempat berkeluh kesah bagi mama
dukamu? hey kau kan lelaki!
men cry in their heart, bro
I said :
Seorang ayah kedudukannya tidak bisa diganti semudah berkata,
menerima keluh kesah orang tua tidak semudah mendengar curhatan teman,
karena bagaimanapun juga rentan, kejadian yang dialami, serta rasa tidaklah sama
“men cry in their heart”, tidak semuanya..
tau nggak? kata orang, laki-laki umurnya biaanya lebih pendek daripada perempuan karena mereka jarang bebrbagi rahasia bersama sesama mereka ataupun ke lain jenis. ( tapi nggak mutlak sih =)) )
kalau suami nangis ke istri mah saya setuju =)) *disambit karena mulai nggak jelas*
aah.. saya iri dengan anda yang bisa menuangkan perasaan anda terhadap tulisan maupun apapun….
ah ya.. 1 kalimat : sandiwara bisa berbuah kebaikan
fuh…*dalem hati…(orang lagi stress malah disuuh baca ginian.. awas kau..) *disambit
eh… 1 kalimat lagi denk.. : belajar untuk curhat ke sang Pencipta
*nggak maksa mas…”
amen.
p4ndu_454kura 08:23 on 11.21.2007 Permalink |
*Lihat sidebar*
Ah, Nash Latkje.
Saya belum pernah maen Suikoden III jadi ga tau orangnya.
*Dihajar karena OOT*
BTW, udah ga jadi si Onta lagi?
HANNA 08:28 on 11.21.2007 Permalink |
Sedang gundahkah, Gun?. Ketidaktahuan hanya akan membodohi diri kita. Hidup memang tidak selamanya mulus. Seperti di persimpangan jalan, begitu banyak pilihan. Entah harus berbelok ke kiri, kanan, atau ke depan. Jalan tol yang menurut kita paling aman dan mulus pun kadang ada bebatuan dan berlobang. Kadang macet juga.
eMina 08:29 on 11.21.2007 Permalink |
Surat untuk Anju ya? Seharusnya yang membalasnya Anju ya… ^_^
Pasti sangat berat ya, kehilangan orang yang biasanya menjadi sandaran, sehingga merasa kesepian di tengah keramaian.
Dimanakah orang -orang hingga walaupun banyak dikelilingi orang, kita merasa sendiri saja bersama sunyi?
Menurutmu, kira -kira dimana orang -orang?
Ataukah mereka tak bisa benar -benar dekat di hati?
Lalu,
Adakah sesuatu yang bisa senantiasa menemanimu, mencintaimu, mendengar segala keluhmu, merasakan segala deritamu,
senantiasa mengawasimu dikala sedih dan suka?
Adakah?
Tentu ada kan? Yaitu Tuhanmu.
Cintailah Dia maka cinta -Nya tidak akan pernah meninggalkanmu. Walaupun kita sering melupakan-Nya sekalipun.
Dia selalu bisa menjadi sandaran. Menunjukkan arah saat kita kehilangan pegangan.
Berkeluh kesahlah pada -Nya, sebab Dia pasti akan selalu mendengarmu dan menyambutmu.
kata teman saya: “Laa Tahzan! Jangan takut! sesungguhnya Alloh SWT bersama kita”
Lalu, jika Lee butuh bicara pada seseorang, bicaralah. Saya percaya Lee punya banyak teman yang baik.
Bicaralah pada seorang yang kau percayai. seorang teman. Mudah2an semuanya akn lebih baik.
Semangat !
O ya, ngomong2 tentang Anju, lama banget ga berjumpa dengannya. Kemana ya? terakhir ketemu tak bisa
maksimal ngobrol. hanya pamer foto saja dia
mudah2an dia sehat2 saja ya..
CY 08:31 on 11.21.2007 Permalink |
keknya klo ga OOT ga enak nih disini… gimana gitu ya?
HANNA 08:32 on 11.21.2007 Permalink |
Apapun yang ingin kamu lakukan, sekecil apapun itu, lakukanlah yang terbaik untuk hidupmu. Kok jadi serius gini ya, Gun. Ya, deh. Moga kegalauan hatimu segera sirna. Jangan pernah ragu untuk terus melangkah. Jauhi keluh-kesah. Karena keluh-kesah tidak akan menyelesaikan masalah. Selamat berjuang, Gun! Jiwa papamu akan tetap hidup dalam semangatmu.
chorshiva_langley 08:36 on 11.21.2007 Permalink |
lihat…ada juga kan yang anjurin untuk berserah pada_Nya =))
caplang™ 08:40 on 11.21.2007 Permalink |
@chorsiva_langley
sebenarnya tidak akan pernah sesederhana itu
hanya saja saya tidak pandai berkomentar banyak
hanya berusaha menguatkan empunya blog
bahwasanya ia tak sendiri
selalu ada orang lain yg siap membantu
walau sekedar membaca tulisan atau berkomen
termasuk saya
chorshiva_langley 08:55 on 11.21.2007 Permalink |
@caplang.
ups…. itu kata2 saya untuk sang empunya blog.. bukan anda…
maaf karena kurang jelas.
Mihael "D.B." Ellinsworth 09:02 on 11.21.2007 Permalink |
“The Advantages of being a human is when you know that the world is horrible.” ~Mihael Ellinsworth
hoek 09:05 on 11.21.2007 Permalink |
hmmm….fotomu itu kawand, mengingadhkan aku fada wajah voldemort saad baru bangkid…….
ah ya, dan soal rachel, itu kamu bilang kalo dia dream maker? hmmm….
dream maker = fembuad mimfi = tidur?
kamu kena insomnia roze?
caplang™ 09:10 on 11.21.2007 Permalink |
@chorsiva_langley
tertuju ke saya juga ndak apa-apa
jadi masukan buat saya
manusiasuper 09:14 on 11.21.2007 Permalink |
addduuuuhh biiyyuuunnnggg…..
begini saja, kalo berat jangan diperingan, tapi kalo ringan ya jangan diperberat..
bagaimana?
(Koment dari orang yang ga ngerti sama sekali
)
Dream Maker 09:17 on 11.21.2007 Permalink |
:swt:
Yah, setidaknya…
Di saat aku bimbang ini aku cukup senang, karena aku merasa aku masih hidup
“Every clouds have a silver lining”
chorshiva_langley 09:40 on 11.21.2007 Permalink |
@dream maker : kalimat yang bagus~
disamping yang buruk pasti ada yang baik~
nieznaniez 10:09 on 11.21.2007 Permalink |
setuju sama chorshiva_langley..
bercerita padaNya bisa jadi hal yang sangad menyenangkan..
Dia ga akan kemanapun, karena Dia berada sangad dekat, lebih dekat dari urat nadi yang ada di lehermu..
Dream Maker 11:13 on 11.21.2007 Permalink |
Masalahnya, terkadang jawaban yang didapatkan gak langsung ^^;;
Jujur ajah, paling enak itu gak terlalu terbuka, nanti jadi kebiasaan, dan pas orang itu gak ada, kita gak tau mau cerita kemana -_-
saRe' 11:16 on 11.21.2007 Permalink |
everybody lives, everybody suffers, everybody cries, everybody lonesome,
but everybody’s survived…
*tepuk-tepuk kepala Mawar*
Senyum ya
*berlumuran garam karena OOT*
mutia 11:33 on 11.21.2007 Permalink |
well bro, baru kali ini gw setuju ama komennya si morishge.
Sugesti ke diri sendiri aja klo lo baek2 aja.
semangat!
Sawali Tuhusetya 12:10 on 11.21.2007 Permalink |
Jadi teringat lirik God Bless, “Dunia ini panggung sandiwara!” Justru itu, –ini menurutku lho Mas Roze– *kok masih seneng dengan sapaan itu, yak* karena dunia hanya panggung sandiwara, mau atau tidakm kita harus menyiasatinya dengan cara2 yang *halah, sok tahu nih* lebih santun, jernih, arif, dan oenuh wisdom sehingga kita tak terjebak dalam permainan sandiwara dunia itu. OK, salam.
danalingga 12:18 on 11.21.2007 Permalink |
Ikut menanti jawaban dari rachel aja deh. Sambil mengamati sandiwara ini akan bergerak ke arah mana.
kurtubi 12:25 on 11.21.2007 Permalink |
Lee, setiap orang pasti mengalami masa-masa dimana ketidak berdayaan menggelayut. Namun tetap saja kehidupan harus berjalan. Seorang peminta-minta saja ia terus akan mengerjakan pekerjaanya meskipun pahit.. tapi dalam hatinya, ia ingin bisa bangkit dari profesi itu. Saatnya matahari kemudian menyinari, pastilah si peminta itu akan terkesiap dan akhirnya akan merubah arah dan langkahnya…
Karena itu carilah pemicu *halah* yang bisa membangkitkan roda kita yang sudah kekurangan oli itu. Perkara salah berhenti, itu mungkin karena olinya gak beres, sehingga istriahat di tempat tersebut. Lalu kini, paksalah kendaraan itu biar melaju terus…
Segala yang kita pernah lakukan mestilah bukan sebuah kesalahan murni diri sendiri. Sebab ada paket yang membentuk kejadian itu: niat, hambatan, tantangan, ideologi, rasa, hsrat dll. Karenanya, menyesali itu bagus, tapi setelah itu kehidupan harus berlanjut
So, kok njlimet sih aku… hadapi dengan senyuman… semua yang terjadi biarlah terjadi…. (lagu once).
Dari siang ini saya coba memposting tapi eror terus…
suandana 13:38 on 11.21.2007 Permalink |
jalani saja hidup ini…
Abu Kuda Al-Laahhh-caphe-degh-gw 14:05 on 11.21.2007 Permalink |
*sampah mencoba untuk diam*
*ngerasa sih gw*
Uchiha Miyu 17:03 on 11.21.2007 Permalink |
“@seseorang
diam saja kalau tidak tahu apa-apa, sampah”
*merasa jg*
'K, 17:12 on 11.21.2007 Permalink |
kayanya Rachel cakep deh
Namanya aja bagus
*maap oot biar ga sedih*
GRaK 20:55 on 11.21.2007 Permalink |
ada apa roze?
Luce 00:58 on 11.22.2007 Permalink |
hlo? hidup kan emank penuh kebimbangan?
saat ini aj wa lagi bimang, mo maenin Utawarerumono ato Little Busters duluan
HANNA 01:02 on 11.22.2007 Permalink |
Gun, are u ok? Tumben nih, ga biasanya koment dibiarin numpuk kaya gini. Gun, kalo mang butuh teman curhat yang serius, boleh email ke saya kok. Anggap saja kakak sendiri, gimana?
CY 01:14 on 11.22.2007 Permalink |
dari pengalaman, biasanya yg namanya Rachel pasti cakep, minimal ga malu2in hihihi…, buktinya bbrp temenku yg bernama Rachel emang cakep2…
*ber-OOT ria mumpung Mr. Onta lagi stress*
c`mon man…, the secret of happines is cuek …
eMina 01:17 on 11.22.2007 Permalink |
hm, apa saya bilang?
hubungan platonis itu nonsense.
tidak ada
CY 01:50 on 11.22.2007 Permalink |
@Hanna
Han… namanya juga letter in the silence, yg nulis udah pasti silence ga jawab komen
goop 04:17 on 11.22.2007 Permalink |
Skenario itu ada bukan??
menjadi pelaku-pelakunya sungguh tidak mudah
tapi sutradara sungguh berkuasa
sehingga mau tidak mau aktor jua akhirnya
sambil berharap sebuah piala oscar, bila ada
_____________________________________________
Fuih, mungkin OOT ya??
maaf hanya itu yang terpikir,
semangat sobat
dobelden 09:50 on 11.22.2007 Permalink |
download lagunya nike ardila yg dunia ini panggung sandiwara dan dengarkan tengah malam… dijamin…. asyik
myresource 13:04 on 11.22.2007 Permalink |
*sunyi*
benbego 14:11 on 11.22.2007 Permalink |
Roze…what happen “aya naon” with u?
almascatie 14:44 on 11.22.2007 Permalink |
usaha….. doa… dan harapkan keajaiban
sayah yakin dia mengerti
mardun 15:21 on 11.22.2007 Permalink |
kalau mau berbohong… orang pertama yang harus dibohongi adalah dirimu sendiri
btw… berbohong itu menyenangkan dan seru ya?
Dream Maker 01:44 on 11.23.2007 Permalink |
@seseorang
sadar juga kau, bagus
berarti pikiran anda salah
@ko kevin
-___- itu mah laen cerita
Papi bilang untuk seminggu ini dia gak rilis entry baru… dan gak bales di sini [selama seminggu]
yang ini mah laen dari biasanya
I swear, it’s not like that
Lemon S. Sile 09:08 on 11.23.2007 Permalink |
Er, sedang muram kenapa sih? Kalau muram ya jangan muram.
Soal kebohongan dan sandiwara. Sandiwara adalah kebohongan, kebohongan manis dan pahit yang berkumpul, bersua, dan berpesta menjadi sebuah sandiwara manis. Sebuah kebohongan sempurna. Janganlah mempertanyakan sesuatu yang berputar seperti dunia ini.
who 09:21 on 11.23.2007 Permalink |
bicaralah pada seseorang…
ini betul2 different.
bicaralah
trust somebody
percayalah pada seseorang.
kamu membutuhkannya.
semoga ada yang bicara padamu seperti lagunya hanson
“when u have no light to guide you, and no one to walk beside u”
“i will come to u”
hanny 15:27 on 11.23.2007 Permalink |
sometimes all we need is just to loosen up a little and stop thinking. stop analyzing things. stop anticipating. just leave our comfortable nest for a while, and fly away–cherishing the clouds, the wind, the stunning bird-view… and probably by then we’ll be able to see things differently. the less attached we are into something; the more we are capable of loving it.
qzink666 02:33 on 11.24.2007 Permalink |
Saya gak bisa komen apa-apa selain kalimat; “AYO SEMANGAT, BRO!!”
p4ndu_454kura 05:44 on 11.24.2007 Permalink |
Alooo… Gun?
Where’re you?
Dream Maker 11:44 on 11.24.2007 Permalink |
@om pandu
papi gun bilang seminggu [dari perilisan entry ini] papi gun ga bales di entry ini dan bikin entry baru…
Bachtiar 12:18 on 11.24.2007 Permalink |
saya gak paham postinganmu ini gun . . .
munggur 13:05 on 11.25.2007 Permalink |
di yogya ya?
eniwei, pernah baca metamorphosis-nya kafka? justru kuat kala ditinggal orang2 dalam keluarga. coba saja baca. pasti terharu.
tukangkopi 08:07 on 11.26.2007 Permalink |
huff..dream maker ya?
*menerawang*
annots 08:28 on 11.26.2007 Permalink |
Postingan yang berat untuk dibaca ketika sedang lapar. Eh, di kosmu masih ada makanan ndak? Dikirim ke puskom dong…
Hanna 16:07 on 11.26.2007 Permalink |
Gun, pha kabarmu?
morissupersaiya 09:07 on 11.28.2007 Permalink |
kelamaan gak diapdet bikin tangan gua gatel tuk nyampah di sini..
morissupersaiya™ 12:21 on 11.29.2007 Permalink |
btw blognya si celo kok susah dibuka ya?
benwit limitid ekscidit kah?
tapi bukannya blognya celo juga gratisan??
sigid 09:49 on 11.30.2007 Permalink |
Mas Gunawan
sing bagus deweyang baik, diupdate to mashansteru 10:56 on 11.30.2007 Permalink |
Salam KenaL semua….
=> Hansteru WebBlog <=
calonorangtenarsedunia 05:52 on 12.03.2007 Permalink |
Ke mana Rachel?
Apdet, Gun.
nieznaniez 13:35 on 12.03.2007 Permalink |
habis curhat malah kabur. kemana kamu, mas roze ??
steax 14:39 on 12.03.2007 Permalink |
Tumben menghilang dari blogarium…
tukangkopi 04:10 on 12.04.2007 Permalink |
wah kok ndak ada apdetan lagi ini?
Dhe' lagi nga' nyambung 16:48 on 12.04.2007 Permalink |
that melodi of life …roze (sksd)
jadi inget lagu dewa….’ menangislah bila harus menangis, manusia bisa terluka manusia pun bisa mengambil hikmah nya…….’ buang cd dan kaset nya di bantar gebang ( ngak nyambung euy)
bedh 01:15 on 12.05.2007 Permalink |
berdiri diantara kenyataan dan mimpi diantara fakta dan dusta memang menyakitkan, namun ketika ketidak tahuan telah dibuka dan memberikan hasil yang lebih menyakitkan maka memilih mengenakan topeng adalah pilihan kebanyakan orang.
mungkin pesan moralnya disini ketika kebenaran ternyata sangat menyakitkan apakah kita berani untuk membuka topeng?
maafkan kalau saya salah mengartikannya
tapi kadang2 topeng memberikan rasa nyaman yang sulit untuk di lepaskan huhuhuhuhuhuhuh
Arya 05:37 on 12.13.2007 Permalink |
Kalo yg ini masalah isi hati yang telah terungkap. rasanya bisa dirasakan oleh setiap insan, adapun ungkapan2 itu membuat akan kita semakin ngerti dan tentu dewasa, usakan menghindar dari beban2 yg ortu tanggung, maka kita kudu dewasa dlm menjalani segala permasalahan, mencari solusi melalui jalur pendidikan, mengurangi sifat kekanak2an. klo mang kita mo merasakan semua rintihan hati semua itu terasa sedih,sedih n sedih. Maka kita hrs menatap kedepan bahwa kita ini optimis bisa. bisa n bisa. aku harus bisa,……
Riadi 14:58 on 12.13.2007 Permalink |
Apapun yang terjadi….hidup ini harus terus berjalan..dengan segala suka dukanya…
niez mo ke Jogja 13:22 on 12.19.2007 Permalink |
silakan tewas sepuwasnyah…
warnetubuntu 07:48 on 12.20.2007 Permalink |
semoga diterima di sisi-Nya.. amien…
Pamer hahaha!! « Malaikat Realitas 14:11 on 12.20.2007 Permalink |
[...] Pamer hahaha!! 20 12 2007 Sekarang saya pakai Mac OS X Leopard.Sudah tidak pakai dial-up lagi.Sudah pakai desktop baru….yang paling tidak penting, tapi keren dan bermakna…. FFTwotlskr2—— [...]
I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™ 18:28 on 12.28.2007 Permalink |
[...] Apa aku sadar rasa sayangku telah melahirkan sebuah tulisan akan motivasi? Atau justru persuasi? Sugesti? Entah, aku tak tahu. Aku terdiam dalam kesunyian. [...]