Iyaaa… Iyaaa… Saya tahu, saya tahu… Saya sudah kembali. Puas?

Sekiranya judul yang agak aneh tapi nyata ini apakah hanya ditujukan untuk membingungkan mereka yang fast-reading saja? Oh tidak saudara-saudari sekalian. Ini serius.

Di sebuah kota yang ditahbiskan sebagai Kota Pelajar, seringkali ketika berkenalan dengan orang, yang kemungkinan besar ditanyakan selain nama adalah, pertanyaan legendaris: “Kuliah di mana?” :lol:

Pertanyan yang sebenarnya simpel, tapi kalau sering ditanyakan, rasanya malas juga menjawabnya. Saya pribadi sih menafsirkan pertanyaan ini dengan berbagai sudut pandang. Jadi jawaban saya pun bisa beragam, mulai dari nama kota, nama universitas, fakultas, atau jurusan, atau lebih bangsat lagi jawaban legendaris: “Indonesia!” :lol:

Oh, saya bukannya tersinggung atas pertanyaan itu. Walaupun sebenarnya objeknya memang kurang ajar, jurusan sialan nan susah-nyari-kerjaan pula. Saya mencoba untuk tidak tersinggung, walaupun sebenarnya tidak tersinggung juga. Saya tidak mencoba untuk tersinggung dengan pertanyaan aneh dari beberapa teman kuliah. Saya mencoba untuk tidak tersinggung ketika abjad “R” dipermainkan di depan saya. Saya mencoba untuk tidak tersingung ketika teman-teman mengeluhkan ketidak-pulangkampung-an saya saat libur Natal dan Tahun Baru. Saya mencoba untuk tidak tersinggung karena tidak bakal dapat angpao dari keluarga besar saat sincia nanti. Saya mencoba untuk tidak tersingung ketika pak polisi menceramahi saya karena sepeda motor saya yang kaca spionnya berjumlah 2 – 2 = 0. Saya mencoba untuk tidak tersinggung ketika seseorang tidak sengaja menyebutkan sebuah kata di depan saya. Saya mencoba untuk tidak tersinggung ketika dikatakan “pengkhianat jurusan IPA” oleh sesama alumni SMA. Saya mencoba untuk tidak tersinggung ketika disebut “Hentai“, “Ero”, dan sebagainya. Saya mencoba untuk tidak tersinggung atas tatapan sinis mereka yang lalu lalang di depan saya hanya karena saya dengan santainya duduk tenang ber-hotspot ria selama berjam-jam. Saya mencoba untuk tidak tersinggung. Saya mencoba. Saya mencoba. Dan tidak semuanya murni tidak tersingung hasilnya.

Jujur saja, ini tulisan ditujukan kepada Fakultas di mana saya hinggap. Sebuah institusi intra-universitas yang menyita saya dengan berbagai kesibukan sehingga sulit nyampah di blogsphere dan blog saya terbengkalai begitu saja.

Ya sudah, mulai sekarang kalau ada yang berani mencoba-coba menanyakan mengenai kuliah saya, jelas dengan penuh kebangaan di dada, saya jawab: Fakultas Sastra Mesin :mrgreen:

.
.
.
.
.
.
.

mylittlebrother: there’s a long long way ahead to pass the college and be a diplomat, brother. :lol:

mewithdizzyhead: damn you… :evil:

 

Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!