Update: Let it snow! Let it snow! Kyaaaaaaa~


alangkah indahnya kebersamaan dalam damai. kapankah itu terwujud?

Saya memang orang yang hampir tidak pernah mengucapkan selamat terhadap perayaan atau hari apapun melalui tulisan khusus. Tapi kali ini izinkan saya menyampaikan ucapan selamat yang dibarengi dengan sebuah renungan bagi segenap umat manusia.

Jimbo berdiri dan memandang hingga anak-anak itu menghilang di belokan jalan sempit ke lembah. Dia tidak berpaling hingga anak yang terakhir hilang dari pandangan. Cahaya siang memudar pada jam macan. Kini, saatnya menyiapkan makan malam. Jimbo langsung menuju dapur. Dia sama sekali tak punya keingintahuan tentang situasi luar biasa yang terjadi di kuil. Jika memang dia harus tahu, kepala kuil pasti akan memberitahunya.

Dengan hati-hati dan rasa syukur, dia mencuci rumput-rumput liar yang telah dia kumpulkan dari gunung. Tak berapa lama, helai-helai rumput itu akan diiris kecil-kecil. Sebagai penghias makanan, menambah rasa, dan warna pada makanan sederhana para rahib. Selama tinggal di pertapaan, Jimbo tak lagi memerhatikan bulan dan hari. Musim lebih mudah dia kenali. Saat ini musim dingin. Dan, Natal dirayakan pada musim dingin. Bahkan, mungkin hari ini Natal. Jimbo bukan lagi seorang Kristen, tetapi dia tidak melihat kejelekan mengingat Natal. Kata-kata Buddha dan Yesus Kristus memang jauh berbeda, tetapi apakah pesannya juga berbeda? Tak terlalu berbeda, menurutnya.

– Disadur dari novel SAMURAI: Kastel Awan Burung Gereja; halaman 177.

Saya bukan orang bijak, bukan pula pakar atau ahli. Tapi apakah kita menilai pesan seseorang dari siapa dirinya, bukan apa yang dikatakannya? Entah. Manusia memang berbeda satu sama lainnya. Dan saya yakin perbedaan itu adalah berkah. Damai di langit, damai di bumi.

Ah, bagi yang ingin mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru“, ya silahkan. Bagi yang tidak setuju dengan ucapan itu, ya juga silahkan, tersenyum manis saja sudah cukup. Tidak perlu ada debat atau apapun di sini. Saya mohon debat dalam bentuk apapun menyoal Kristen, Natal, Yesus, dan sebagainya tidak perlu ditanggapi. Apakah kita tidak malu?

Merry X-Mas and Happy New Year. May the Force peace be with you.

“…bukan lagi seorang Kristen, tetapi dia tidak melihat kejelekan mengingat Natal. Kata-kata Buddha dan Yesus Kristus memang jauh berbeda, tetapi apakah pesannya juga berbeda? Tak terlalu berbeda…”

 

Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!