Assalamualaikum.
Shalom Alaechim.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Update: Referensi dirapikan, beberapa sumber ditambahkan.
Ada yang tersinggung dengan tulisan saya sebelumnya?
Jika ya, selamat menikmati kenyataan ini. Jika tidak, juga silahkan. Terbuka!
Ah ya, hampir saja terlupa. Tulisan ini hanya didasarkan pada obrolan ringan di sini.
rozenesia (14:55:03) :
06.01.2008
Numpang OOT.
![]()
Siap-siap saja akan adanya entry yang ngebahas game yang disensor oleh agama karena dianggap blasphemy.![]()
Jadi perlu ditinjau lagi apa ada hubungannya dengan tulisan saya sebelumnya?
***
Parodi mengenai agama, Tuhan, dan sejenisnya bagi sebagian orang adalah tabu. Sama saja menghina agama atau Tuhan, alasannya. Memparodikan berarti bermaksud menghina, menertawakan, atau mengejek.
Seberapa berkuasanya Tuhan sebuah agama jika manusia sampai mati-matian membela agamanya hanya karena sebuah parodi? Entah.
Berikut ini, saya akan memaparkan secara singkat beberapa parodi mengenai agama dan Tuhan yang dituangkan dalam video game. Sebenarnya ada banyak sekali video game yang melakukan hal ini, terlebih lagi produksi Jepang, namun saya hanya akan menjelaskan beberapa contoh di antaranya, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Apa yang saya tuturkan hampir semuanya adalah opini dan analisa pribadi.
Final Fantasy series
Referensi: [ Ajora Glabados | Jesus Christ (religious) | Jesus Christ (sceptic) ]
Final Fantasy adalah salah satu game terpopuler di dunia. Game ini memiliki banyak seri, salah satunya adalah Final Fantasy Tactics. Tapi ternyata jika kita benar-benar memainkan Final Fantasy Tactics dari awal hingga akhir secara teliti, mungkin kita akan merasakan sesuatu dari game ini. Apakah itu?
Ajora Glabados. Lahir di Lesalia, dibesarkan di Milados. Memiliki mukjizat dan dipercaya sebagai Juruselamat dan Anak Tuhan. Memberitakan akan kedatangan Kerajaan Surga. Dikhianati oleh salah satu muridnya, Germonique (yang diklaim Gereja Glabados sebagai pengkhianat), demi uang, yang menjual informasi keberadaannya kepada Prarist priest, yang lalu dieksekusi oleh Kekaisaran Suci Ydoran. Dan menjadi dasar ajaran Gereja Glabados.
…apakah rasa-rasanya sedikit mengalami deja vu?
Kalau begitu…
Yesus Kristus. Lahir di Bethlehem, dibesarkan di Nazareth. Memiliki mukjizat dan dipercaya sebagai Juruselamat dan Anak Tuhan. Memberitakan akan kedatangan Kerajaan Surga. Dikhianati oleh salah satu muridnya, Yudas Iskariot (yang diklaim Gereja sebagai pengkhianat), demi uang, yang menjual informasi keberadaannya kepada Imam Besar Yahudi yang lalu dieksekusi oleh
Pontius PilatusKekaisaran Romawi yang mengeksekusinya. Dan menjadi dasar ajaran Kristen.
Secara umum, bagi saya memainkan Final Fantasy Tactics serasa mengalami deja vu akan Kristen dan Yesus Kristus. Terlihat pencitraan Gereja Glabados di awal-awal cerita yang agak merujuk ke Kristenitas, begitu pula sosok Ajora Glabados yang seolah-oleh mengingatkan saya pada Yesus Kristus. Tokoh Ajora Glabados nampaknya memang disengaja untuk memparodikan Yesus Kristus, yang mana Secara tersirat keduanya memiliki mukjizat, sebagai juruselamat, memberitakan kedatangan Kerajaan Surga, dianggap sebagai Anak Tuhan, dikhianati oleh salah satu murid terdekat, hingga dieksekusi oleh penguasa.
Bahkan dari salah satu sumber, disebutkan bahwa:
The story of Ajora bears some similarities to that of Jesus Christ, both of which include notable prophecies concerning the coming Kingdom of God, betrayal at the hands of a close disciple, and execution by the reigning authorities.
Seorang Ajora Glabados yang digambarkan dalam game adalah orang yang mempelopori berdirinya Gereja Glabados, yang mana selama dua belas abad menyimpan banyak intrik dan kebusukan di dalamnya. Yang menjadi masalah adalah parodi Yesus Kristus yaitu Ajora Glabados ini ternyata adalah tubuh yang digunakan sebagai inang bagi salah satu Iblis Lucavi, Ultima. Nah loh…
Berdasarkan tulisan murid yang mengkhianatinya, Germonique (di sini Germonique adalah parodi seorang Yudas Iskariot), Ajora Glabados bukanlah Anak Tuhan, melainkan seorang mata-mata yang menjual informasi ke kerajaan lain. Selama beratus-ratus tahun tulisan Germonique tidak diketahui keberadaannya, mirip dengan Injil Yudas.
Ajora Glabados bersama Ultima bangkit kembali dengan meminjam tubuh Alma Beoulve, menebar bibit-bibit iblis di dunia.
Oh ya, beberapa kata yang mengandung unsur-unsur Alkitab dalam game versi Bahasa Jepang telah disensor dan diubah dalam versi Bahasa Inggrisnya.
Megami Tensei series
Referensi: [ Yahweh/Allah ]
Megami Tensei konon katanya beberapa serinya tersendat hanya pada versi Bahasa Jepang, dengan tidak adanya versi Bahasa Inggris. Konon lagi katanya, karena beberapa seri ini memiliki jalan cerita yang kontroversial.
Apakah itu? Singkat saja.
Hampir semua monster di game ini diambil dari mitologi seluruh dunia. Misalnya Kali dan Vishnu dari mitologi Hindu, hingga Thor dan Loki dari mitologi Norse. Tapi itu wajar dan banyak terdapat di game-game lainnya.
Yang kontroversial di game ini adalah banyak terlihat unsur-unsur Yahudi-Kristen-Islam. dan yang paling mencengangkan adalah pada Shin Megami Tensei 2 dan Megami Tensei 2, di mana Yahweh/Allah digambarkan sebagai sosok yang membodohi manusia dengan kamuflase kepercayaan, keyakinan, dan iman. Yang mana mengeksploitasi manusia demi kepentingan diriNya sendiri.
Silahkan melihat skrinsyut Yahweh/Allah di game ini.


ini referensinya
…bagaimana?
***
Sampai di sini cukup sekian dulu sedikit pemaparan mengenai parodi agama dan Tuhan dalam video game. Memang masih banyak lagi sebenarnya video game yang menyinggung agama dan Tuhan, dan sudah barang tentu disensor dan dikecam oleh organisasi keagamaan. Kebanyakan video game, terutama yang bergenre RPG banyak mengambil plot cerita dengan Gereja sebagai pihak antagonisnya.
Ingin contoh lainnya? Baiklah.
- Silent Hill series. Di mana agama lokal terlihat seperti percampuran antara Yahudi dan Kristen, yang bahkan Tuhannya 100% pagan.
- Full Metal Alchemist. Dimana agama palsu yang diajarkan Father Cornello merujuk pada beberapa aspek dalam Katholik Roma.
- Tales Of Symphonia. Di mana Gereja Martel didasari dari unsur-unsur Katholik Roma, Paus, dan hampir semuanya.
- Record Of Lodoss War. Di mana pendeta dan ksatria memakai lambang salib di pakaiannya, padahal mereka menyebah Tuhan yang berbeda-beda.
- Harvest Moon series. Di mana terdapat Gereja, Pastur, dan kesemuanya memiliki kemiripan dengan Kristenitas, padahal yang dipercaya dan disembah adalah Harvest Goddess.
- Dragon Quest 7. Di mana ada analogi mengenai Tuhan Yahudi-Kristen yang mana menjadi bonus boss yang bisa dilawan.
- Seventh Sea. Di mana Gereja Vaticine, Objectionist, dan Gereja Ortodoks Ussuran memparodikan Gereja Katholik Roma, Protestan, dan Gereja Ortodoks Rusia, yang bahkan juga Gereja Vaticine mengambil beberapa unsur Islam.
- …dan lain sebagainya.
Atau ingin melihat contoh video game yang mengalami penyensoran? Silahkan.
- Kakuto Chojin. Yang mana disensor dan dirilis ulang karena ada bagian dari musik latar yang menggunakan surah dari Al-Quran.
- The Legend of Zelda: Ocarina of Time. Senasib dengan Kakuto Chojin, di mana disensor dan dirilis ulang karena terdapat unsur Al-Quran dalam musik latarnya.
- La Pucelle: Tactics. Yang mana disensor beberapa kata dan grafis dalam versi Bahasa Inggris karena mengandung banyak sekali unsur salib di dalamnya.
- …dan lain sebagainya.
Ah, saya rasa cukup sekian dulu mengenai pemaparan saya ini. Memang, hanya sedikit yang saya paparkan, mengingat ada banyak sekali video game yang mengandung unsur agama dan Tuhan yang mengalami banyak protes dan kritik. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, yang terkenal akan hujan kritik antara lain Breath of Fire II, La Pucelle Tactics, Xenogears / Xenosaga, Final Fantasy Tactics, Final Fantasy X, Castlevania, Tales of Symphonia, dan Grandia II.
Kembali ke opini pribadi. Saya rasa, agama tidak akan berdiri tegak tanpa ada kritik-kritik (semisal berbentuk satir dan parodi) kepada pengikut-pengikutnya yang memiliki banyak persepsi. Membela agama memang sudah menjadi naluri pengikutnya, namun jika agama tersebut memang diyakini sebagai yang paling benar mengapa harus ribut-ribut dalam melakukan pembelaan? Apakah yang diyakini sebagai paling benar pantas dibela? Apa ini bentuk pembelaan diri atau pembelaan terhadap harga diri yang terinjak-injak karena agama yang disembah diparodikan oleh pihak lain? Atau tidak rela Tuhan yang MahaKuasa itu dijadikan parodi dan manusia harus membela dan melindungi Tuhan yang MahaKuasa?
Entah. Saya tidak tahu. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Sekian dan terima kasih.
***
Referensi utama:
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!


aRuL 13:05 on 01.07.2008 Permalink |
pertamax
cK 13:07 on 01.07.2008 Permalink |
hhmmm…berarti game-game tersebut memang mengambil cerita dari sejarah agama.
*baru tau*
suprie 13:09 on 01.07.2008 Permalink |
pertamax
saRe' 13:10 on 01.07.2008 Permalink |
wah, banyak ya rupanya.
hmmmm,
banyak yang ga tau game nya…
mungkin mereka yang buat memang lagi mengembangkan kreativitas dengan pengetahuan yang mereka miliki, mungkin.
suprie 13:10 on 01.07.2008 Permalink |
eh gak jadi
suprie 13:12 on 01.07.2008 Permalink |
siyalll. ** timpuk yang pertamax, bis itu kenalan ** …
emang rata jepang begitu, karena bagi Jepang sendiri mungkin mereka gak terlalu mempercayai adanya Tuhan… bukan game doank anime juga banyak yang gituh
suprie 13:13 on 01.07.2008 Permalink |
coba hettrix
Cynanthia 13:13 on 01.07.2008 Permalink |
kalau game Guilty Gear Series gimana, Mas?
Payjo 13:13 on 01.07.2008 Permalink |
Nggak suka maen Game, syukurlah.
Tapi bagi saya pribadi, ketabuan memparodikan agama berbeda misalkan ketabuan membicarakan seks dan apa itu clit kepada anak-anak di bawah umur.
Semoga Allah memberkati kita, amiin.
StreetPunk 13:14 on 01.07.2008 Permalink |
Santai ajalah Roz, nggak usah terlalu menggebu-gebu…
*ngomen lagi nanti, nunggu emosi Roz stabil dulu*
Udah tenang sekarang?
aRuL 13:16 on 01.07.2008 Permalink |
katanya kartun Avatar juga parodi agama yah?
*
*jarang nonton kartun soalnya
Ataner 13:17 on 01.07.2008 Permalink |
walah-walah..
Bikin pertama, lalu copy paste dan tinggal mengubah-ubah ini dan itu. Hehehe…
Saya kurang mengerti… say ahanya mengerti kolom Deja Vu saja…
*saya curiga bang gun adalah otaku… hehehe*
aRuL 13:45 on 01.07.2008 Permalink |
mantap uraian parodi gamenya nya
gini bro, saya sebenarnya tidak mau membela agama tertentu, tapi mengingatkan saja, mereka punya ritual tersendiri karena itu hak mereka dalam beragama.
tetapi ketika itu diparodikan apalagi hal esensi berupa sahadat, saya rasa wajar jika yang punya agama itu merasa tersinggung.(aduh mo ngomong gimana lagi)
bos, sebenarnya kalo memang kita tidak mau memuat dunia ini dalam perselisihan yang ada, kenapa kita harus memancing ketersinggungan berupa parodi agama.
Biarkan mereka hidup dengan dirinya sendiri.
kita dengan keyakinan kita sendiri.
aRuL 13:46 on 01.07.2008 Permalink |
*memuat=membuat
aRuL 13:49 on 01.07.2008 Permalink |
saya meyakini lakum diinukum wal yadiin koq.
rickisaputra 13:49 on 01.07.2008 Permalink |
wuaduh.. gak tahu satu pun game nya..
pa lagi maenin game nya.. coz paling gak bisa maen game.. hahahaha…
mengekor pertanyaan diatas, gimana tuh ama Guilty Gear?? soalnya adek koe seneng game itu…
great post..
best regard.
Hanna yang lagi hiatus 14:02 on 01.07.2008 Permalink |
Haiiii yaaaaaa!!! ini lagi bicarin apaan cih? agama lageeeee….
kapok deng.
amma 14:10 on 01.07.2008 Permalink |
sebenarnya semua agama itu baik dan benar. hanya saja sebagian dari pengikutnya mamaknai apa yang ada di kitab dan ajaran2nya lainnya secara radikal sehingga yang sering kita lihat adalah pembenaran atas agama masing-masing yang dianut.
kekerasan, teroriesme sering sekali mengatasnakaman agama…padahal sejatinya agama mengajarkan penuh kasih sayang dan kebaikan tanpa harus melihat berbagai perbedaan..
waduh jadi inget tulisan saya nieh..cek aja di http://siamm.multiply.com
karena kebetulan kecilmungil.elzan.com lagi close sementara
Zazi 14:10 on 01.07.2008 Permalink |
Tadi kan Bang Gun udah njelasin waktu naek motor. Tapi jalanan berisik jadi aku ngertinya 50-50. Habis baca nih postingan, aku jadi ngerti semuanya
hehe..
menarik juga ye. Gak nyangka kalo ternyata game-game banyak ngambil dari kisah agama tertentu.
Tapi ya mbok Gambar yahwehnya di apain kek = =
yang itu lho.. yang biru botak = = asem
mengerikan
Oh iya, soal latar musik yang Kakuto Chojin sama Zelda, aku baru tau. Jadi pensaran nih
*pengen dengerin*
Sawali Tuhusetya 14:15 on 01.07.2008 Permalink |
Memarodikan agama dan Tuhan? Saya ndak pernah melakukannya loh, mas. Kalao sampek game yang berbasiskan religi menjadi candu *halah* jangan2 game justru malah menjadi agama dan Tuhan baru. Komennya sama dengan postingan sebelumnya. *halah*
arya 14:51 on 01.07.2008 Permalink |
satu yang saya pengen tanyakan, banyak banget sih link ke Wiki? ga ada sumber lain? terus terang saya males kalo link2nya ke wiki
dmikian, terimakasih
Praditya 15:00 on 01.07.2008 Permalink |
Wakz… wa udah lupa alur FFT…
(ketauan pake cheat jadi ndak mnikmati alur, wkwkwk…)
Btw, baru tau masalah game Megami Tensei ntu…
*segera klik link wikipedia*
Abu Maulid Anto 15:32 on 01.07.2008 Permalink |
Ini dia budak budak kafir mulai beraksi…
almascatie 15:47 on 01.07.2008 Permalink |
uhmmmm ide yang diletakkan dalam setiap pekerjaan entah terselubung ataupun terang-terangan selalu menantang karena kita akan mencari2 makna yang ada dalam pesan tersebut.. *jadi ingat da vinci code*
RETORIKA 15:51 on 01.07.2008 Permalink |
@ atas
Kalau anda budak budak kebodohan dan kegelapan … sama aja kan ?
Uchiha Miyu 15:52 on 01.07.2008 Permalink |
Wew…
Ternyata udh di mana2…
The Neo 15:54 on 01.07.2008 Permalink |
Hmmmm menarik juga….
leksa 16:10 on 01.07.2008 Permalink |
aku pernah bilang bagaimana menariknya mengkaji sejarah-mitos-budaya-religi kan?
dan kebetulan orang jepang jago mengelola ini sebagai alur cerita game, generasi gue stop di FF, warcraft dan ragnarok. Memang keren tuh cerita, mengakomodir banyak myth dan budaya2 dunia
makanya,.. coba dong, gamers indo bikin kek game yang berlatar sejarah dan mitos kita, ada kejawennya, ada ksatria-nya, ken Dedes Ken Arok nya dll…
wuiiihh…. bisa ngalahin FF ampe berapa Seri tuh …
dhezsya 16:28 on 01.07.2008 Permalink |
ano..
ALQURAN??
deKing yang biasa-biasa saja 16:31 on 01.07.2008 Permalink |
Kreativitas akan mendorong manusia untuk tetap bertahan dan justru berkembang …
Tetapi kalau kreativitas yang kebablasan???
Menyisipkan pesan2 “surgawi” maupun kemanusiaan dalam suatu hal yang disukai (laku jual) memang bagus, tetapi bukankah penyampaian pesan tetap ada batasannya?
BTW sepertinya tidak cuma game yang main parodi agama-Tuhan, banyak film yang agak kebablasan juga … seperti film “the man from the earth” yang menceritakan seorang cave man … yang berusia ribuan tahun dan ternyata dia adalah Yesus dan pernah berguru pada sang Budha.
Juga ada film Almighty Bruce (CMIIW) yang benar2 memanusiakan sosok Tuhan
Muhammad Zulfikar 17:34 on 01.07.2008 Permalink |
Keren juga nih game
rozenesia 17:55 on 01.07.2008 Permalink |
@ aRuL [1]: …
@ cK: Memang. Dan beberapa denominasi agama banyak yang mengkritik dan bahkan ada yang disensor.
@ suprie [1]:
@ saRe’: Yup, bisa jadi. Ini kebanyakan kasusnya bagi beberapa pihak termasuk freedom of speech versus blasphemy.
@ suprie [2]: …
@ suprie [3]: Hihihiii… Masyarakat Jepang pada umumnya bukan ga terlalu percaya Tuhan, lho. Ini khusus game, 2 aja pula contohnya. Anime males bahasnya, buanyak.
@ Cynanthia: Wah, belum tau juga, nggak maen saya. Ntar korek infonya ahhh…
@ Payjo: Berbeda bagaimana? Kok bagi saya kalimatnya rancu yah.
@ StreetPunk Mansyuuupp…?
@ aRuL [2]: Nggak pernah nonton Avatar.
Itu kartun sih, saya nontonnya anime.
@ Ataner: Masa sih?
Eh, saya bukan otaku! Bukaaaannn!!
@ aRuL [3]: Masalahnya saya nggak tau apa yang ada di pikiran developer game. Mungkin saja niat mereka bukan memparodikan semua itu karena kebetulan kisah-kisah seputar mitos, agama, selalu menarik… dan terbukti laku keras~
(eh, Megami Tensei 2 itu cuma ada di Jepang lhoooo)
@ aRuL [4]: …
@ aRuL [5]: Amin.
@ rickisaputra: Wah, game bikin kecanduan lho mas. Hati-hati.
Jawabannya kayak tadi, saya belum main itu game.
@ Hanna yang lagi hiatus: Hihihiii… Cuma agama dalam game kok.
@ amma: Ohohooo… Makasih. Sebenarnya ya ini kasus agama dalam game sih.
@ Zazi: Heheheee… Makanya kalau aku ngomong tuh dengerin baek-baek. Kamu kan duduk di belakang, lha aku ngomong sambil nyetir…
He? Serem yah?
Moga kebawa mimpi~
Hihihiii…
Ui, yang latar musik itu udah kena sensor. Aku nyari aja ga dapet lah…
rozenesia 17:56 on 01.07.2008 Permalink |
@ Sawali Tuhusetya: Ada beberapa anak muda yang ketagihan game parodi Yesus lho…
*melirik*
@ arya: Wah ini generalisasi.
Link Wiki itu cuma memperjelas storyline dan ploy game aja. Referensi utamanya ada tuh. Cuma kecampur di tengah-tengah. Nah tuh udah aku rapikan referensinya. Puas?
@ Praditya: Wiki?
Klik yang 101 itu aja…
@ Abu Maulid Anto: Anda siapa yah? Salam kenal.
@ almascatie: Heheheee… Benar juga yah!
Ini saya bahas game jadul semua.
@ RETORIKA: Wah, kedualuan om almas komen nih.
@ Uchiha Miyu: Maksud?
@ The Neo: Hohohoo… Moga ga tarik ulur ya…
@ leksa: Ahahahaaa… Yang namanya mitos itu bikin saya ketagihan maen game lho.
*kesaksian saya di blog pak Yari NK pas bahas entry mitologi*
Game Lokal yah… Selama grafis, suara, plot, dll bisa nandingin game luar… Yah bisa bersaing.
@ dhezsya: Ya. Lalu?
@ deKing yang biasa-biasa saja: Kalau film sih saya rasa udah banyak contohnya dan dikenal luas. Saya ingin mengangkat game-game jadul yang terlupakan, dan jarang ada yang tau. (kalau FFT entah yaaa)
Kebablasan… Mungkin ya, selama bagaimana cara penyampaian itu. Apakah sangat-sangat tersirat sehingga maknanya sulit sekali ditangkap, atau terlalu blak-blakan hingga mengundang kontroversi besar. *lirik Megami Tensei*
@ Muhammad Zulfikar: Ohohohoho… Yang game mana nih?
Hoek Soegirang 18:15 on 01.07.2008 Permalink |
“Kembali ke opini pribadi. Saya rasa, agama tidak akan berdiri tegak tanpa ada kritik-kritik (semisal berbentuk satir dan parodi) kepada pengikut-pengikutnya yang memiliki banyak persepsi”
ah…itu khan cuma opini….
“Membela agama memang sudah menjadi naluri pengikutnya, namun jika agama tersebut memang diyakini sebagai yang paling benar mengapa harus ribut-ribut dalam melakukan pembelaan?”
benul, setuju sangadh. ngafain juga mesti dibela kalo uda bener…
tafi, skali lagi ini cuma ofini, khan?
“Apakah yang diyakini sebagai paling benar pantas dibela?”
fantas ndak fantas, itu urusan yang mbela….
skali lagi, ini cuma ofini tho, gun?
“Apa ini bentuk pembelaan diri atau pembelaan terhadap harga diri yang terinjak-injak karena agama yang disembah diparodikan oleh pihak lain?”
ada benulnya juga, munkin sebutannya adalah GENGSI AKIDAH…*halah*
tafi skali lagi, ini cuma opini, khan? ya khan?
“Atau tidak rela Tuhan yang MahaKuasa itu dijadikan parodi dan manusia harus membela dan melindungi Tuhan yang MahaKuasa?”
saia sih biasa-biasa aja, agama serta Tuhan itu khan cuma aksesoris duniawi kalo cuma dibicarakan, diperdebatkan, diributkan, ato bahkan diparodikan. Buat saia, agama dan Tuhan itu apa yang ada di hati saia, dan kepada siapa saia berpegang serta menyembah. tak lebih dan tak kurang. dan seperti katamu kawand, untuk apa dibela, apa tuhan selemah itu (jadi inget tulisan-entah-siafa)
selain itu juga, kalo saia lihat, sebenarnya di blogosphere ini ada ko’ parodi yang bener-bener ancur. liat aja antobadutsalafy dkk. dan didunia nyata ini sendiri, masing-masing pemeluk agama juga berparodi massal ko’
.
.
jahhh…komeng afa saia ini…………………….
Hoek Soegirang 18:16 on 01.07.2008 Permalink |
ndak fercaya saia bisa komeng fanjang sangadh kek diatas….
Hoek Soegirang 18:16 on 01.07.2008 Permalink |
kalo gitu, HETTRIXXX!!!
untuk menetralkan racun…
antarpulau 18:21 on 01.07.2008 Permalink |
Sumpah….
saya ‘ga baca postingannya…
soalnya ‘materi’ nya berat-berat banget….
so, ya gini dah…
bisanya cuma OOT….
rozenesia 18:41 on 01.07.2008 Permalink |
@ Hoek Soegirang [1]: Iyaaa.. Opini pribadi.

Di hati!! Nah itu yang saya tekankan dalam entry “Sebenarnya apa agama saya…?”
Hahahaaaa… Wah, kudu liat banyak contoh parodi nih aku.
@ Hoek Soegirang [2]: Mukjizatttt Ajora Glabados!!
@ Hoek Soegirang [3]: …
@ antarpulau: Biar berat, baca ga apa kah. Ta ya silahkan ngapain.
Pyrrho 18:45 on 01.07.2008 Permalink |
maap, sedikit koreksi dek Gun..
bukan kepada Kekaisaran Romawi, tapi kepada Imam Besar Yahudi. Romawi nggak campur tangan pada urusan internal keagamaan Yahudi. Dari imam besar baru diserahkan pada wali Romawi di Yudea (Pilatus).
sekian koreksinya dek Gun…..
komentar lain :
- walaupun pencinta FF tapi nggak suka FFT. sekali main langsung buang.


- nggak semua game yg disebutkan diatas saya kenal. busyet nih anak, kerjaannya maen game aja. belajar sana….
- agama dan game ? uh, itu biasanya tema yg selalu muncul. kadang ide cerita developer game itu selalu berdasar pada ajaran agama tertentu. mungkin kehabisan ide cerita kali ya ?
- parodi ? apa lagi nih…. mau belajar parodi lagi dek Gun ?
- sekian dan terima kasih
rozenesia 18:56 on 01.07.2008 Permalink |
@ Pyrrho: Sudah diperbaiki, makasih. Sedikit menyesuaikan juga dengan Ajora yang dibenci oleh Pharist priests, di mana Germonique memberitahukan persembunyainnya kepada mereka.
1. Kok ga suka FFT?


2. Saya juga main game-game itu 68%™ dari yang disebutkan. Lagi ujian enakan game.
3. Entah yah. Kalau developer Amerika jarang sih.,. tapii…. *ngelirik game Left Behind Eternal Force*
4. Lagi males belajar.
5. Sama-sama~
Xaliber von Reginhild 18:59 on 01.07.2008 Permalink |
Gila, game-game yang berkaitan dengan Gereja memang banyak…
Parahnya lagi justru jadi musuh.
Btw, tiba-tiba saya jadi ingat Suikoden. Apa Suikoden (dalam hal rune-rune-nya) juga terkait dengan agama tertentu? Oh lalu mungkin Star Wars juga bisa jadi contoh yang lumayan.
Meskipun bukan sepenuhnya game, tapi juga film dan franchise-franchise lain semacam novel.
Argh, padahal kayaknya dulu saya sering main game yang banyak terkait agamanya… tapi kok ya pada lupa judul-judulnya ya.
Pokoknya Star Wars FTW.
Xaliber von Reginhild 19:01 on 01.07.2008 Permalink |
Yahweh botak disitu benar-benar aneh deh.
Hiperbol.
Oh ya, jangan lupa Bleach! Anime/manga sesat™ itu! Bahkan sampai di surga aja masih pada hobi bunuh-bunuhan, masih maruk kekuasaan.
rozenesia 19:02 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Heheheee… Di sini yang saya sebutin di contoh lain itu yang ngundang protes aja.
Suikoden saya rasa sih adopsi mitos dan cerita rakyat [IMO].
Kalau agama fiksi yang nggak ada kaitannya sama agama dunia nyata sih banyat banget. Tapi yang menuai kritik dan protes ya yang berkaitan dengan agama dunia nyata.
rozenesia 19:03 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Entah ya, namanya juga Tuhan yang mempermainkan manusia.
Bleach? Ada hubungannya sama agama dunia nyata?
Xaliber von Reginhild 19:03 on 01.07.2008 Permalink |
Satu lagi, mungkin penggambaran yang populer belakangan ini — terutama pada game FPS — yang terkait dengan Islam mungkin keekstrimannya dalam berbagai bom bunuh diri.
Seperti di Call of Duty 4: Modern Warfare, dimana ada teroris dari Timur Tengah yang diyakini beragama Islam… meskipun kayaknya ini lebih nyambung ke ummatnya ya? Atau justru organisasi tertentu? Atau malah masalah sosial/politik?
*btw, hettriks*
rozenesia 19:08 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Hetrix kartulmuuuuuuuuuu….
Hoeh, itu sih lebih ke umatnya, ngangkat fenomena sosial yang ‘hangat’ sebagai barang jualan.
Xaliber von Reginhild 19:08 on 01.07.2008 Permalink |
Argh gagal hettrik.
Star Wars kalau ngga salah ada konsep Nihilisme-nya, meskipun ini masuk ke side-story… apa Nihilisme lebih tepat masuk ke filsafat?
Kalau kata Kopral Geddoe, the Force lebih ke pantheistik… Mungkin agama-agama di Star Wars masih rada implisit, mengingat dia main-mainnya lebih ke sci-fi dan politik.
Hmm… reinkarnasi?
Atau justru agama yang umum di Jepang sana? Saya pernah baca di forum internasional, katanya Bleach ada hubungannya sama Buddhisme. Saya kurang tahu juga sih, mengingat ngga mendalami Buddhisme.
Xaliber von Reginhild 19:09 on 01.07.2008 Permalink |
Kartul saya dikit lagi jadi. 32% lagi paling.
Jadi memang lebih ke umat ya.
rozenesia 19:12 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Kayaknya lebih ke filsafat deh. Pantheisme juga, masuk kategori teologi deh. Rada nggak nyinggung agama dunia nyata.
Buddhisme? Saya rasa ndak tuh, unsur Shinto-nya yang lebih kuat mendominasi. Dan itu wajar-wajar aja di Jepang sana, secara Shinto memang dari sana.
(bayangin aja orang Arab Saudi yang beragama Islam bikin game mengenai parodi Islam)
rozenesia 19:13 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Lha jadi udah 68%™ tooooohh…
Kayaknya umat deh, organisasi masuk umat juga. Soalnya ini lebih ke fenomena sosial. Kecuali tuh game pake ayat-ayat suci.
Xaliber von Reginhild 19:25 on 01.07.2008 Permalink |
49: Hmm. Begitu.
Cuma kalau kata orang-orang di forum itu sih begitu.
Soal Bleach, entahlah… saya juga kurang tahu, mengingat agama yang dimaksud sudah di luar jangkauan.
Ngga dicekal duluan?
Tapi sejauh ini game yang bernuansa Islam masih sedikit ya.
50: 68%™.
Dan dedlainnya hari Rabu.
Oh paling banter mungkin hanya alunan bahasa Arab aja di latar pas lagi cutscene atau pas lagi tembak-tembakan…
—
Ah saya ingat satu lagi game yang rada bernuansa agama. Halo, game FPS-nya Xbox.
Mungkin bukan parodi lebih tepatnya, hanya membawa unsur agama saja. Code name karakter utamanya saja katanya ngambil dari Bible (namanya John-117).
Lalu ras Covenant/lawannya sendiri kalau ngga salah ada yang semacam ortodoks.
rozenesia 19:32 on 01.07.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Dua game dalam contoh dicekal karena bawa-bawa ayat Al-Quran sebagai BGM sih…
Menyoal Buddhisme, mungkin denominasi Zen yah? Di Jepang sana, Zen yang berkembang sih. Tapi… Apa ada afterlife?
Bentar…. Rasanya ada John 1 – 21 aja deh.
Yang nyampai ratusan itu kayaknya cuma Mazmur deh.
fauzansigma 20:54 on 01.07.2008 Permalink |
sebenernya sy mau komen..
tentang agama dan tuhan, yg berkutub pada keyakinan dan eksistensi..
tentang parodi ketuhanan..humm…
*sok mikir*
tp btw kenalan dulu deh..
salam kenal
*salaman*
Luce 23:34 on 01.07.2008 Permalink |
ah, biar mo parodi ky gimn, asal ceritanya bagus, wa tetep maenin kok
cm orang goblok yg kg bisa bedain fiksi dan kenyataan.
lahapasi 01:04 on 01.08.2008 Permalink |
ehm.. pusing bacanya banyak pertigaan seh..
*pegang2 kepala*
danalingga 01:05 on 01.08.2008 Permalink |
Namaste,
Kalo saya sih berpendapat, mo di parodikan seperti apa agama itu, ya agamanya tetap begitu. Seharusnya tidak terpengaruh hanya oleh sebuah parodi.
caplang[dot]net 01:14 on 01.08.2008 Permalink |
mangkanya jangan kebanyakan nge-game
bertahan adalah hal yg naluriah, seperti halnya kamu akan berusaha mempertahankan pendapatmu misalnya ttg parodi ini disertai pembuktian
tapi sejauh mana kita akan bertahan dan mau menerima kritik… nah kalo itu beda masalah lagi
goop 01:44 on 01.08.2008 Permalink |
JAh… saya tak mengenal game itu satupun,
maaf Roze, apa, karena bukan generasi 90-an??
saya tau-nya yang balapan2 itu… kira2 itu parodi juga kah??
annots 01:52 on 01.08.2008 Permalink |
kadang Game adalah candu bagi para penggilanya, memasukkan agama dalam game apakah ga termasuk doktrin yang terselubung?
arya 02:03 on 01.08.2008 Permalink |
puwas? sorry Gun, aku bukan bayut
*ngacir sambil minum susu*
Diki 02:18 on 01.08.2008 Permalink |
Pemuka agama A: “Ternyata benar game ini menghina agama!”
Pemuka agama B: “Betul, sesat sekali. Mana MP dan HP gue habis pula.”
Pemuka agama A: “Makanya tamatin dulu quest-quest yang ringan dan kumpulin magic item dan potion untuk nambah MP dan HP!.”
Pemuka agama B: “Tidak bisa, saya anti magic!”
Pemuka agama A: “O iya magic kan sesat..”
Pemuka agama B: “Oh bukan. Soalnya karakter gue tipe fighter/knight.”
CY 02:24 on 01.08.2008 Permalink |
sampai tahap ini saya rasa saya harus memihak para pembela agama.
Mungkin parodi game tsb tidak berpengaruh utk kita2 yg sudah dewasa (apalagi saya). Tapi bagaimana utk konsumsi anak2, atau remaja yg mudah terpolusi alam bawah sadarnya?? Memang Tuhan dan agama yg sudah benar tidak perlu dibela, krn benar kita tidak perlu takut. Tapi ada celah yg bisa merusak, yaitu Tuhan memberi setiap makhluknya kebebasan memilih. Dan karunia kebebasan Tuhan inilah yg sekaligus memaksa Dia tdk bisa ikut campur secara lsg dlm hal2 yg bahkan sudah membelokkan manusia terkasihnya ke jurang kehancuran.
Yang menjadi pertanyaan, apakah dgn kebebasan yg sdh diberikan itu kita menggunakannya utk mengarahkan ras manusia ini ke jurang kehancuran moral?? Salah satunya dgn cara membiarkan penanaman paham yg kontroversial melalui parodi game yg merasuki lapisan generasi muda ras manusia (dan ini yg paling mudah dirasuki oleh sebuah paham).
Sejak ribuan tahun Bumi kita adalah planet paling bar-bar yg paling ditakuti oleh roh2 yg akan turun reinkarnasi, ya.. tempat paling bar-bar dari seluruh planet yg terdapat di satu milyar galaksi di alam semesta ini. Apa kita masih ingin menambah peringkat ke bar2an-nya??
*wah.. tumben bisa komen sepanjang ini*
CY 02:27 on 01.08.2008 Permalink |
dan dalam hal ini saya bukan membela agama atau Tuhan (karena kedua hal yg sdh benar itu tak butuh dibela). Saya hanya takut generasi muda (baca anak2 dan remaja) terseret arus kerusakan moral yg makin deras ini. Dan generasi muda itu yg perlu kita bela dan selamatkan.
extremusmilitis 02:31 on 01.08.2008 Permalink |
Bukan-kah kisah epic yang di-anut game yang emang ada relasi-nya sama tendensi sejarah masa lalu sangat di-minati oleh manusia saat ini?
Dan ini seperti-nya udah di-baca ama para developer game, kalau gak salah ini pernah di-bahas di game station, tapi aku lupa edisi yang mana
Aneh sih emang
Luce 02:32 on 01.08.2008 Permalink |
@Diki: huwakakak, ketawa gwa. napa mereka kg jd char Priest/ Healer aj tuh? lbh ‘cocok’
btw, SMT termasuk salah satu game favorit wa tuh
Tito 03:01 on 01.08.2008 Permalink |
sayang ga bisa komen
*udik soal game* :-s
Abeeayang™ 03:04 on 01.08.2008 Permalink |
jah..semoga saja dengan diparodikan seperti itu pengikutnya pada sadar
tukangkopi 03:05 on 01.08.2008 Permalink |
gw dah lama banget gak maen game lagi
sorry bro gw tuh gak bisa komen kalo soal2 beginian. suka baca aja, bisa menambah pengetahuan
sekarang maen cewefunkshit 03:09 on 01.08.2008 Permalink |
waladala..
cuman tau final fantasi doank.. itu juga cuman tau poster2 nya
xixixiixi. . ..
btw.. zuma deluxe kira2 memparodikan agama apa ya ???
itu loh.. yang kodok ditengah2 nembakin bola2 yang berjalan
weeheheheheh
martinsusilo 03:24 on 01.08.2008 Permalink |
Seberapa berkuasanya Tuhan sebuah agama jika manusia sampai mati-matian membela agamanya hanya karena sebuah parodi? Entah.
…………..
agaknya manusia mulai pingin berkuasa dari pada tuhan, maka ingin membela tuhan.
mungkin juga tuhan ada di pihak yang lemah sehingga manusia membelanya.
martinsusilo 03:26 on 01.08.2008 Permalink |
entahlah, asalkan jangan terlalu dipusingkan soal iman karena kalau sudah dipusingkan soal iman maka iman akan bergeser ranahnya ke rasio dan kalau sudah begitu jangan bawa-bawa nama tuhan lagi.
seulawahfoundation 03:33 on 01.08.2008 Permalink |
yang bikin game pun pasti bertuhan, ya game itulah tuhannya, padahal kehidupan ini saja sudah play and game???? ?????? ??? ? ??? kata Allah! jadi ceritanya si pembuat game meniru akhlaq tuhan yg membuat kehidupan adalah game seperti tersinyalir dalam gamenya, cuma yg dijadikan game adalah sipembuat game besar ! Hebat! Oke, jika tak percaya tuhan agama agama konvensioal teruskan saja didik generasi kita dengan tuhan baru yakni game buatan anda! Jika tak percaya tuhan agama2 tsb setidaknya kita tak bisa tak percaya pada naturelaw, bahwa yag nyubit pasti akan dicubit, mau freesex, mau freethinking, mau free apa saja treuskan sebelum percaya bahwa akan ada freekick dalam game yang besar ! Kita mau bebas sebebas bebasnya? silahkan… ?? ???? ?????? ?? ?????? ?????? yang mau iman manlah ang mau kafir kafirlah !Ada banyak yang salah faham tentang kata HARAM, padahal itu artinya ZONA, jadi yang mau sebebasbebasnya saya pikir dia sakit jiwa, karena kita tak bisa lari dari zona, udah ak perlu dari kacamata agama, cukup dari epistemologi yang ada dan ilmu jiwa dalami agar sipembuat game tidak game over kesehatan berfikirnya!
lebih jelas silahkan kunjungi sufimajnun,sufigoblog, d jafarsufigo.blogspot.com
Hair 03:46 on 01.08.2008 Permalink |
Agama itu bagian dari diri kita layaknya mata ataupun kaki
kalo kaki kita tertusuk duri pasti kita akan mencabutnya
kalo mata kita jadi perih, pasti kita akan mengobatinya
sama halnya dengan agama, kalo agama kita diparodikan, kita harus bela donk
seulawahfoundation 03:47 on 01.08.2008 Permalink |
sy nda faham mas martinsugelo, koq iman nda ada hubungan dg rasio padahal alat untuk nyampe iman disuruhnya baca alam, bacanya pake rasio ape pake ora sio? apa pake dengkulmusio? kalo dikatakan iman masalah hati, itu setelah finding of God lewat rasio kan? Hati itu letaknya dimana kerjanya apa? coba simak jafarsufigo.blogspot.com. jngn sok liberal sok pahlawan gamer padahal objek gamer! mentang mentang suka balap, apa mas bisa seenaknya saja balap di sembarang tempat termasuk di tempurung otakmu yang sempit!
grace 03:52 on 01.08.2008 Permalink |
game yang aneh…
seru ga?
*tidak dan bukan pecinta game*
Kopral Geddoe 04:06 on 01.08.2008 Permalink |
Lha, buat yang tersinggung agamanya diparodikan, jangan sewot, menurut ajaran anda, nanti ‘kan kriminal-kriminalnya bakal dicemplungkan ke neraka. Jadi anda tidak perlu khawatir, tho? Desho? Desho?
hadi arr 04:22 on 01.08.2008 Permalink |
saya pernah liat filmnya ( Final Fantasy ) nonton bareng anak-anak asik memang animasinya benar-benar hidup, game FF itu katanya jadi inspirasi game-game lain spt RF yang sedang boom sekarang ini, kasihan memang anak-anak yang kurang diberi pengertian oleh orang tua, mereka bisa menghabiskan waktu juga uang tentunya di Warnet. Hal inilah yang perlu perhatian serius karena saya lihat penggemar RF itu bukan hanya anak sekolah, Mahasiswa dan orang dewasapun banyak yang terbelenggu dengan game ini, terlepas dari parodi agama atau bukan sebuah game memang menghanyutkan, harap para orang tua memberi perhatian lebih buat anak-anaknya.
StreetPunk 04:27 on 01.08.2008 Permalink |
Jadi gini…
Aku dulu pernah juga, menggemari sesuatu hal, kalo nggak salah game juga ya. Tau apa yg terjadi? Hobiku itu dikatakan sesat dan selanjutnya disebutkan bahwa kalau aku terus menekuni hal-hal semacam itu maka aku akan ikut sesat dan berteman dengan iblis (siapa yang mengatakan, tak usahlah dituliskan, pokoknya ‘penggemar agama’). Reaksiku selanjutnya tentu sudah bisa ditebak. Aku berusaha berargumen dalam suhu tinggi dan mencoba untuk berusaha membela apa yang ku gemari itu, bahwa itu tidak akan menyesatkan, sebatas permainan, nggak lebih. Tapi, bagaimanapun aku berkoar-koar, hasilnya tetap nihil, justru aku yang dikatakan yang tidak-tidak. Jadi intinya aku mau katakan bahwa keadaan yang kita alami hampir mirip. Jadi, setelah aku merenungkan semua ini dan melihat segala relevansi yang ada maka inilah kenyataanya, bahwa…
.
.
.
.
parodi agama, sampai kapanpun akan terus mendapat kecaman dari berbagai pihak bagaimanapun kita meresponnya balik. Nggak ada gunanya memperkeruh keadaan.
Jadi sekarang sebaiknya kita [kita lho..] semua mencoba belajar saja bagaimana mengoptimalkan kedewasaan dalam berpikir, berargumen, dan bertindak.
################
Extremely OOT:
Eh, tiga keadaan ini mirip-mirip deh, super OOT mungkin, kalau nggak tertarik nggak usah ditanggapi;
Pertamax:
Blogger yang membuat penipuan dengan entri pornografi, kemudian minta maaf
Keduax:
Blogger yang membuat entri sindiran terhadap fast-reader kemudian mengkonfirmasikan maksud yang sesungguhnya pada entri berikutnya
Ketigax:
Blogger yang membuat entri tentang parodi agama, kemudian membuat sekuelnya
eMina 04:47 on 01.08.2008 Permalink |
kayaknya angel sanctuary -nya yuki kaori juga sejenis. dan karya itu, artwork nya luar biasa bagus.
angel sanctuary, kata animonster, mengacak acak surga dan neraka (mungkin versi kristiani yang diacak).
kadang orang berekspresi tanpa batas ^^
mybenjeng 04:57 on 01.08.2008 Permalink |
berat……..
Nazieb 05:18 on 01.08.2008 Permalink |
Ho ho ho.. itulah mengapa orang seneng mem-parodikan agama dan Tuhan. Karena pasti dapet respons buanyak banget. Coba kalo nggak diperhatikan, gak bakal seneng dia..
Dekisugi 05:24 on 01.08.2008 Permalink |
sampai sebegitu detailnya, hohohoho…
btw, aku lagi ngumpulin img2 game ps jaman dulu buat kumainin di emulatorku. punya koleksi2 rpg ga?
Iman Brotoseno 05:25 on 01.08.2008 Permalink |
wah tambah seru nih..nyebut nyebut ‘ IMAN ‘ terus….
brainstorm 05:43 on 01.08.2008 Permalink |
ndak pernah maen game tuh..
Moerz 07:06 on 01.08.2008 Permalink |
pernah main devil may cry…
katanya tokohnya hasil adaptaasi zionis yang bikin sesat nasrani…
*maap sok tau*
raddtuww tebbu 07:24 on 01.08.2008 Permalink |
*aku baru tau*
selama ini ga pnah detail merhatiin,, wuiiihh.. ternyata..
CY 07:41 on 01.08.2008 Permalink |
hahaha… rasain elo Roze, jawab tuh komen satu2 hihihi
CY 07:44 on 01.08.2008 Permalink |
@Dekisugi
eh Om…, ada emulator utk Resident Evil ga? bagi dong…
celo =3 07:50 on 01.08.2008 Permalink |
ahh…??? malay lah…
sigid 09:16 on 01.08.2008 Permalink |
Komentarnya hanya singkat saja, he he.
Secara pribadi, menurut saya, jika kita percaya kepada sesuatu yang transcendent dan meyakini kebenarannya. Hal seperti di atas sebenarnya tidak jadi masalah.
Sesuatu yang kita yakini itu beyond concept dan interpretasi.
Segala parodi, interpretasi, kritik, hujatan dan semacamnya tak kan merubah/ mengurangi esensinya. Dan itu tidak akan membuat saya marah atau ragu akan apapun.
Dan mungkin benar, ribut-ribut masalah membela agama itu benar-benar perlu dipikirkan ulang.
Yang kadang menjadi masalah bagi para pemuka agama, mungkin adalah bahwa hal seperti di atas dapat saja mengubah pemahaman pemeluknya. Karena tidak semua orang memiliki pemikiran yang jernih pada saat dibutuhkan. Analogi yang mungkin tidak mirip adalah seperti ini: saya
. Namun anak 12 tahun yang menonton bokep semaleman mungkin tidak akan bereaksi sama.
pernahbisa menonton bokep semalaman dan tetap mampu mengontrol emosiHe he, ini ndak pendek yah.
sigid 09:18 on 01.08.2008 Permalink |
Dan ini tidak berarti saya memiliki stok bokep untuk ditonton semaleman
*kabur jauh*
niez 09:30 on 01.08.2008 Permalink |
di gambar itu Yahweh jadi kayak Zordon yang di power ranger ya…
dobelden 09:47 on 01.08.2008 Permalink |
Setubuh lah
dobelden 09:49 on 01.08.2008 Permalink |
cuma ya segala yg terlalu itu nggak baik khan??
terlalu kenyang makan aja jd nggak enak rasanya diperut..
begitu juga dengan terlalu terlalu yang lain…
terlalu membabi buta membela agama juga gak baik, tp juga gak baik kalo semua terlalu diparodikan dibuat gojek dan guyon….
so
janganTERLALUrozenesia 10:22 on 01.08.2008 Permalink |
@ fauzansigma: Salam kenal. Anooo… Nggak perlu terlalu rumit lah. Ini kan cuma bahas mengenai game.
@ Luce [1]: Ente sih gamer dan otaku sejati.
Yang bukan gamer dan nggak pernah main game gimana… Aduh, buat aku bingung aja.
@ lahapasi: Lha? Pertigaan? Maksud?
@ danalingga: Yeah, di alasan untuk menolak parodi mungkin: “agama kami nggak seperti itu. kamu mana tahu agama kami kok berani bilang gini bilang gitu.”
@ caplang[dot]net: Lagi maen Gutar Hero III ini.
@ goop: Malah game jadul 80-an dan 90-an era 16bit dan 13bit itu juga banyak parodi lho. *lirik Megaten*
@ annots: Kalau kayak Left Behind itu, mungkin ya doktrin agama. Tapi kalau parodi oleh game-game Jepang, rasanya malah ada yang terkesan melecehkan bagi sebagian pihak.
@ arya: Lha apa hubungannya?
@ Diki: Blasphemy ini! Blasphemyyy!!
@ CY [1]: Ini bukan memihak pembela agama kayaknya, tapi memakai sudut pandang lain untuk melihatnya.


Oh, masalah Free Will toh. Ini kembali lagi ke masalah pengelolaan rating saya rasa. Game-game agak sadis plus kontroversi agama seperti Megaten misalnya, ratingnya bukanlah semua umur, juga nggak dirilis versi selain Bahasa Jepang, dan otomatis cuma berkembang di Jepang. Game lain yang nggak kalah kontroversialnya pun, lirik FFT, dengan jalan cerita yang cukup berat juga menawarkan rating Teen atau bahkan Mature. Masalahnya adalah kita nggak bisa begitu saja menghakimi ini sebagai nggak boleh, tetapi ya semua ada jatahnya.
Kalau di Indonesia, saya lihat di toko-toko game, anak kecil bebas aja beli game dengan rating Teen atau Mature yang terlihat jelas di kovernya.
Jadi ini bagaimana?
@ CY [2]: Dan untuk itu, nggak harus melakukan pembrendelan bukan? Tetapi pengelolaan yang baik.
@ extremusmilitis: Ada yah? *cuma beli HotGame*
Bahkan budaya-mitos-sejarah-religi pun banyak diadopsi untuk game-game sci-fi.
@ Luce [2]: Terlanjur suka bunuh-bunuhan kaleee…
@ Tito: Ohooo… Ga apa.
@ Abeeayang™: Yang jadi masalah tujuan parodinya buat apa sih?
@ tukangkopi: Heheeee… Ini juga komen lho.
@ funkshit: Di kamar kost saya ada yang FFVII: AC tuh!
Doh, belom pernah maen ye.
@ martinsusilo [1]: Mungkin, saya juga tau tau. Heterogenitas sih.
@ martinsusilo [2]: 1…2..setubuh.
rozenesia 10:22 on 01.08.2008 Permalink |
@ seulawahfoundation [1]: Anooo… Gimana yang tulisan Arab itu bacanya?


Baidewei, kalau seperti itu tinggal menunggu hukuman akhirat buat si pembuat game kah?
Pengelolaan kebebasan pentingkah? Atau justru ingin pembatasan kebebasan?
Ini masuk freedom of speech versus blasphemy nih.
@ Hair: Apa sebaiknya ndak nunggu hukuman Tuhan, di akhirat sana misalnya?
@ seulawahfoundation [2]: Membela itu perlu mas/mbak, tapi apa sebaiknya kalimat akhir yang nyerang orang kayak gitu itu nggak usah dipake aja?
@ grace: Bagi saya, ya.
@ Kopral Geddoe: Ini rada setuju saya. Tapi ada alasan sosial yang bisa dipakai sih.
@ hadi arr: Filmnya? Oh itu mungkin FF Unlimited atau FFVII: AC pak. Nah saya setuju dengan bapak soal pengelolaan kebebasan ini. Nggak usah pakai dibrendel semua, yang perlu ya porsi yang tepat untuk dikelola. Terlebih lagu bagi anak-anak kayak saya ini.
@ StreetPunk:Saya nangkap maksudnya ini bahwa parodi agama itu pasti salah, oleh mayoritas. Kenapa? Karena mayoritas adalah beragama.
OOTnya? Oh bagus. Tentang konfirmasi itu saya niru oom 49. Jadi saya ini tukang copy-paste, ini kesimpulannya. Tentang sekuel? Bukannya sudah dibilang kalau nggak gitu berhubungan dengan Haruhiism sebelumnya, karena ide ini lebih dulu muncul ketimbang Haruhiism. Tuh liat aja obrolan saya dengan Xaliber dan Lemon S. Sile di ozonk.wp.com

Tapi saya nggak bisa nyalahin persepsi orang.
…karena menyoal popularitas, toh nasib blog yang ini juga kayak yang dulu-dulu, bakal hilang. *melirik cg dan vom*
Dari dulu juga sebaiknya nggak perlu yang namanya “menulis itu suka-suka…” ya?
@ eMina: Hoaaaaaahhh… Saya suka yang satu ini~
@ mybenjeng: Angkat saja ramai-ramai.
@ Nazieb: Benarkah? Aku rasa ada tambahan unsur penanaman doktrin tuh.
@ Dekisugi: Hohohooo… Kebetulan maniak FFT. RPG? Tanya Kopral Geddoe sahaja.
@ Iman Brotoseno: iman mas, bukan Iman atau IMAN.
@ brainstorm: Nonton anime?
@ Moerz: Masa sih? masa sih? Di bagian mananya?
@ raddtuww tebbu: Ternyata apa?
@ CY [3]: Asyem. Untung abis ini mau ganti hosting berbayar.
@ CY [4]: RE? RE yang mana?
@ celo =3: He?
@ sigid [1]: Singkat apanya…

Tapi saya agak setuju dnegan pemikiran pribadi mas.
Dan untuk analoginya, memang diperlukan pengelolaan itu…
@ sigid [2]: Aduh, padahal mau minta…
@ niez: Iya? Saya ndak tau Power Rangers…
@ dobelden [1]: Setuju juga dengan pengelolaan?
@ dobelden [2]: Masalahnya manusia ga tau batasan terlalu itu kayak gimana. Yang ngatur batasan itu adalah negara (biasanya).
airhoejan 10:57 on 01.08.2008 Permalink |
saya bingun dengan maksud anda…. berbagi informasi atau ada maksud lain? kritisisme terhadap agama adalah perlu. tapi semua ada etika. ketika manusia keluar dari etika yang ada maka pembicaraan atau tulisan itu terbaca hanya sia-sia.
airhoejan 11:00 on 01.08.2008 Permalink |
parodi terhadap apapun merupakan bentuk kritik secara halus, bahasa saya adalah kritik dengan seni. anyway saya salut dengan informasi yang anda sampaikan walaupun mungkin para pirsawan yang membaca menanggapi dengan berbagai macam penghayatan, tergantung dengan apa yang dia lihat, apa yang dia dengar, dan apa saja yang sudah dia baca. salam kenal dari saya….
Olas Novel 11:07 on 01.08.2008 Permalink |
Salam kenal….
kunjung yach….
Wassalam wr wb
Cynanthia 11:30 on 01.08.2008 Permalink |
Oh, saya mau nambah list-nya.
Serial ‘Fate/Stay night’ sama ‘Fate/hollow ataraxia’, kan pendeta-nya (Kotomine Kirei) jadi tokoh antagonis, dimana gerejanya dipakai untuk mengawasi pertempuran dalam Fate.
Moerz 11:37 on 01.08.2008 Permalink |
loh balik lagi gun…
baru pisan ini dirubah..
enakan yang lama yah….
awan sundiawan 11:45 on 01.08.2008 Permalink |
Semua “permainan” bersumber dari hal yang serius, tetapi ketika menjadi sebuah permain jadi tidak serius lagi, hanya untuk permainkan. Salam kenal.
joyo 12:37 on 01.08.2008 Permalink |
agama itu apa ya? tuhan? apa itu?
ngabsen
Arsyad Salam 12:45 on 01.08.2008 Permalink |
apakah pembuat Game itu punya visi tersembunyi saat menciptakan game-nya? memparodikan Tuhan lewat permainan game…
Saya juga tak tahu banyak soal ini….
Mengenai parodi tentang Tuhan ini saya ingat cerita2 Yunani kuno yang katanya memiliki banyak dewa dengan tabiat berbeda dan kelakuan nyaris sama dengan manusia. Ada Apollo, Hermes, Aphrodite, Poseidon, Hera, Ares, Pallas Athena dan Zeus sebagai pimpinannya. Para dewa ini sering ditertawakan rakyat Athena dan mereka tidak merasa berdosa karenanya. Sokrates bahkan pernah mengejek dewa2 itu sebagai kelompok anak2 kecil yang gaduh….
Salam kenal
brainstorm 13:02 on 01.08.2008 Permalink |
Saya sukanya HENTAI..
mardun 13:58 on 01.08.2008 Permalink |
saya mau jadi provokator….
jadi saya mau main asal tuduh…..
kata guru SD saya dulu, agama di Jepang (yang sering bikin game) itu kan Shinto
ada gak ya game yang memparodikan agama shinto?
semoga ada…. kalau enggak, berarti itu bukan parodi, tetapi serangan terang-terangan dari orang jepang terhadap agama-agama lain
btw…. Baldurs gate II dan expansionnya (Throne of Bhaal) sepertinya juga memparodikan agama tertentu lho…. sepupunya si Diablo juga deh kayaknya
rozenesia 14:18 on 01.08.2008 Permalink |
@ airhoejan [1]: Ini info.
…tapi pembaca mungkin bisa punya intrepretasi lain. Etika, yaaa… Batasan etika terhadap parodi itu bagaimana?
@ airhoejan [2]: Salam kenal juga. Ya, parodi bisa dikatakan sebagai kritikan dan sindiran halus, asal sasarannya tepat.
@ Olas Novel: Salam~
@ Cynanthia: Hohohooo… Gerejanya merujuk ke Gereja mana nih?
@ Moerz: Lagi eksperimen nih.
@ awan sundiawan: Permainan di sini video game. Tapi apa sama nggak yah… Salam kenal juga.
@ joyo: Kalo saya njawab, ntar dituduh macem-macem, nggak ada ilmunya lah, ngasal lah.
@ Arsyad Salam: Salam kenal.
Entah apa yang ada di benak developer game. Tapi selain ada yang buruk, pasti ada yang baik juga.
Baidewei, saya jadi ingat bahasan om leksa mengenai Yunani ini. Apa golongan pagan ndak tersinggung ya mengenai agama/budaya mereka yang juga diparodikan oleh yang katanya ‘agama-agama langit’?
@ brainstorm: Kalau begitu cek bagian promosi di sidebar saya~
@ mardun: *nyodorin BLEACH*
Jelasin kedua game itu! *jarang maen game PC*
akafuji 14:24 on 01.08.2008 Permalink |
berat..berat…pembahasanya berat. Mau comment jadi berat…
akafuji 14:30 on 01.08.2008 Permalink |
kalo masalah jepang, aku suka banget….
tapi kalo hentai aku gak seberapa paham. om ato jeng ya ini? gambarnya bagus2.
rozenesia 14:45 on 01.08.2008 Permalink |
@ akafuji [1]: Ringah ah… Berat kenapa? Fakir benwit?
@ akafuji [2]: Wakakaa… No hentai~
Kopral Geddoe 14:48 on 01.08.2008 Permalink |
Asal jangan mulai berteori konspirasi, mas.
Saya sendiri merasa, ketika menuliskan suatu karya seni, seorang seniman seringkali memasukkan ideologi-ideologi pribadinya ke dalam karya-karyanya. Berfilosofi secara frontal dan militan seringkali tidak memenuhi sisi pragmatis manusia, sehingga disalurkan secara subliminal.
Ini bukan berarti bahaya laten, atau yang seringkali digadang-gadangkan sebagai ghazwul fikri itu. Ini hanya katarsis. Tidak mesti berupa serangan terhadap instansi agama tertentu- motivasinya sama murninya dengan referensi-referensi agama di sekitar kita. Toh, jarang ada yang menyadari bahwa dengan standar yang sama, referensi-referensi tersebut adalah serangan
dan ghazwul fikriterhadap paham atheisme, maupun paham nontheistik lainnya.Dan ia jadi dibenci karenanya, bukan? Kalau tidak salah, insiden ini terjadi setelah ia dituduh ‘kafir’ oleh Meletus.
Xaliber von Reginhild 15:13 on 01.08.2008 Permalink |
@rozenesia:
Kalau sebatas SFX berarti tak apa-apa kah?
Atau belum ketahuan?
Atau SFX-nya cuma bahasa Arab saja.
Afterlife kayaknya memang ngga ada.
Tapi di Bleach ada reinkarnasi. Mungkin di Bleach justru penggabungan beberapa agama?
John disini kalau saya ngga salah ngga merujuk langsung pada ayatnya… tapi ada rujukan lain.
Saya cari dulu di Flashdisk.
rozenesia 15:18 on 01.08.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Ohohohooo… Mau buat BGM dan SFX-nya?
*lirik aurora*
Bleach dominan Shinto pakai sedikit unsur Zen sih. Keliatan dari nama ’shinigami’.
John… John… John…
Xaliber von Reginhild 15:23 on 01.08.2008 Permalink |
Ini kalau ngga salah:
Karakter utamanya Halo, codename-nya John-117 dengan pangkat Master Chief. Halo sendiri bersetting sci-fi; pertempuran antara alien (dikenal dengan nama Covenant) dengan manusia, singkatnya. Disini John-117 merupakan objek dari proyek militer yang dikenal dengan sebutan SPARTAN, yang berusaha mengembangkan kemampuan manusia (rekayasa genetis kalo ngga salah, saya lupa) supaya bisa melebihi manusia normal. Di angkatan bersenjata manusia, si John-117 punya pangkat Master Chief.
Nah, si John-117 itu merupakan generasi pertama dari proyek SPARTAN tersebut, dan dia merupakan satu-satunya SPARTAN (dari generasi 1 – terakhir) yang masih hidup dalam perang manusia dan Covenant itu. Jadi menurut sumber yang saya baca, dikatakan bahwa “Fear not; I am the first and the last:” merujuk pada si John-117 yang merupakan SPARTAN generasi pertama dan sekaligus SPARTAN terakhir yang tersisa.
Kalau di “and have the keys of hell and of death” itu merujuk pada kemampuannya John-117 sebagai proyek SPARTAN untuk mengaktifkan Halo (Halo disini adalah weapon of mass destruction).
Xaliber von Reginhild 15:26 on 01.08.2008 Permalink |
Wah lagi OL rupanya.
Kelihatannya saya ngga bisa hettrik.
Menurut saya sih justru keren kalau ada rujukan dari agama begitu.
Soal Bleach. Entahlah.
Shinigami itu ada di mana? Shinto/Zen?
rozenesia 15:27 on 01.08.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: *catet* Thanks.
@ Kopral Geddoe: Bagus ya, ente khotbah di sini.
rozenesia 15:29 on 01.08.2008 Permalink |
@ @ Xaliber von Reginhild: Mana bisa hetrrix.
Rujukan agama sih keren, lha kalo diparodikan kayak FFT?
Shinigami, Shinto.
Kopral Geddoe 16:08 on 01.08.2008 Permalink |
@ Xaliber
Namanya aja udah “halo”, ya kayaknya emang ada referensi religiusnya.
BTW, afterlife dalam Zen ituh…
*entah sudah keberapa kalinya parabel ini saya post*
rozenesia 16:11 on 01.08.2008 Permalink |
@ Kopral Geddoe: *catet*
qzink666 16:14 on 01.08.2008 Permalink |
Saya hampir gak pernah maen game, jadi gak tao kalo ternyata game2 itu banyak yg mengandung parodi tentang tuhan..
*pulang bawa oleh-oleh*
Xaliber von Reginhild 16:20 on 01.08.2008 Permalink |
@rozenesia:
Halo, game keren.
Oh, Shinto.
@Kopral Geddoe:
Kok kayaknya saya banyak menemui Sci-Fi yang membawa religi juga ya.
Oh, ya.
*memahami maksud dari afterlife dalam Zen*
Sering lihat di blog situ, sebenarnya.
FaUZaNeVVa 22:19 on 01.08.2008 Permalink |
Apa memang Tuhan itu ada ya? Sudah 18 tahun Saya sama sekali belum pernah menjumpainya, kecuali hanya sebuah patung terbuat dari batu dan pahatan berbentuk seorang manusia yang disalib. Selebihnya, tuhan yang maha tak terlihat.
Bingung deh, lebih baik jadi Nihilist aja ah!
z4ka 01:46 on 01.09.2008 Permalink |
Kesaksian Mantan Gembala Gereja & Penginjil
Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa & sifat riya..Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net & Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur & berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia & tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.
Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran & agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis & menuturkan kisah sejati ini. Saya berharap para domba & gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami & menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar & tidak sesat.
Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani & umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab & Al-Qur’an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati & jiwa saya.
Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.
Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.
Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami.
Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar).
Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.
Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur’an, Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.
Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe.
Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya bekerja sama begitu rapi.
Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.
Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.
Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami “dating” dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.
Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!.
Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali & skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!,
Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.
Mengapa Saya Masuk Islam?
Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.
Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.
Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyum-Nya yang agung! saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?”
Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!”
Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?”
Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?”
Pria Yahudi itu berkata : “Akulah Isa Al-Masih, & engkau bukanlah diriku!”
Saya menyela : “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!”
Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!”
Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!”
Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.
Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnya pun berubah mengerikan!…lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!…
TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!. Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!…Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus.
Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?”
Pria itu menjawab : “Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”.
Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?”
Nabi Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”..
Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…, jadi selama ini?..”
Nabi Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?”
Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia..”
Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?”
Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata)
Nabi Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!”
Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi…sayapun lalu terbangun….hari telah pagi…saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca….betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul…
Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan [eraser], Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah…Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30..mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid…mimpi saya…pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak sadarkan diri….
Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan…saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin menangis..menjerit..”Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!”…Pak Tua itu kaget & bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan-perbuatan saya dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya.
Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang” Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: “pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”.
Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut & kamiberdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan di buku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari.
Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya & direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.
Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputusan..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya… Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam…
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat KetuhananMu yang sesungguhnya…
Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustad & Imam Mesjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama Ustad, alamat Mesjid, serta tempat kost saya rahasiakan..mohon maklum.Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elit Darmo Satelit – Surabaya, yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua itu sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua ini, yaitu mencetak surat undangan, kop surat & setting komputer.
Insya Allah kalau ada modal (sekarang saya berencana bersama salah seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kredit usaha kecil di BRI – Surabaya), mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Sekarang saya sambil kerja belajar & memperdalam agama Islam. Kalau pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar ilmu agama & silat tradisional. Kata pengajarnya saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja & yayasan (namanya saya rahasiakan juga demi keselamatan diri mereka), sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, (walau pihak Gereja terus-menerus mendesaknya), mereka bercerita tentang usaha Gereja untuk melaporkan ke polisi bahkan memeja hijaukan saya, dengan tuduhan: “Kasus Pencurian Mobil!”, padahal semua orang di Gereja tahu & banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja waktu serah terima itu, semua inventaris Gereja termasuk mobil sudah saya kembalikan & ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan & kas Gereja, semua sudah clear & pihak Gerejapun sudah tahu, tetapi entah mengapa mereka berusaha menfitnah saya seperti ini?!. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke polisi, akan saya buka semua fakta & data yang saya miliki & mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan & percobaan penganiayaan.
Khusus masalah penganiayaan saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditubruk sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa) dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Allah selalu melindungi hambanya yang telah bertobat ini, selalu upaya itu gagal, selalu saja kami bisa menghindar atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT, Tuhan kita semua, Dialah yang Maha Tahu siapa yang benar & siapa yang salah diantara hamba-hambanya. Saya masih menunggu tindakan hukum dari dusta mereka ini, sebab mereka sementara ini kehilangan jejak saya. Mungkin setelah mereka membaca kisah kesaksian saya ini, mereka akan semakin gusar & marah kepada saya, karena selain saya telah masuk Islam, saya juga mungkin dianggap telah membongkar beberapa rahasia-rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi secara rapi, yang jangankan umat di luar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak mengetahui praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan di atas tadi.
Saya titip pesan kepada para sahabat setia saya di Gereja & yayasan, supaya mereka memberikan sedikit pengertian kepada para pengurus Gereja untuk mengikhlaskan diri saya yang masuk Islam. Janganlah mencari-cari saya, karena segala urusan yang menyangkut asset Gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitif & riskan sekali.
Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan saya sangat mensyukurinya karena tidak ada kepalsuan dalam keimanan Islam saya. Alhamdulillah Allah itu Maha Pengasih & Maha Penyayang, Allah telah memberi rejeki kepada saya & keluarga pak tua, order mulai banyak walau nilai penghasilannya mungkin cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu di gereja. Tetapi saya sangat mensyukurinya.
Dikisahkan kembali oleh Rachmat Hidayat atau Paulus F. Tengker (nama Kristennya)
—————————————————————————-
Kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M. Donny Setiawan, ketika kami sedang berdiskusi & membahas kisah kesaksian 4 mantan Gembala yang pernah diposting di kebenaran.net & yesus.net. Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya & orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Mesjid, alamat Mesjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost sdr. Rachmat Hidayat (Paulus F. Tengker) kami rahasiakan, mohon dimengerti & dimaklumi.
shinobigatakutmati 03:55 on 01.09.2008 Permalink |
ahahah… game memang menarik. unsur itu akan tetap ada. toh, istilahnya apa tadi? blas apa lah ya… hanya bumbu yang menarik saja. entah anime entah game entah apa. semua adalah daya khayal
dan Shino salut dengan yang punya daya khayal yang demikian ^ ^
saRe' 05:16 on 01.09.2008 Permalink |
*lirik yang komen atas-yang-panjang-minta-ampun*
posting dalem komen nih???
CY 05:29 on 01.09.2008 Permalink |
woogh… ada yg posting dikolom komen nih hehehe…
*lirik komen atasku ini*
CY 05:30 on 01.09.2008 Permalink |
oops.. salah tembak hehehe… sory ya saRe`
maksudku lirik posting yg panjang ngujubileh itu
maxbreaker 06:01 on 01.09.2008 Permalink |
lam kenal…
lo saya mah gag pernah maen game kek gitu,
pokok-e WE is the best game lagh….
ruBen ekor 9 06:23 on 01.09.2008 Permalink |
waduh jadi bosen jalan2 di wordpress. pasalnya blogger di wordpress gemar sekali tampaknya menulis satir, menulis kritik atas agama (agama apa pun itu).
ayolah kita beralih pada satir yang lain. satir tentang keadaan sosial kan bisa. atau ngomongin ekonomi secara satir. atau mungkin soal budaya indonesia secara satir sangadh.
variasikan tulisan kamu tidak hanya (didominasi) oleh satir tentang agama.
sory kalo rada bawel.
CHRISNA 07:49 on 01.09.2008 Permalink |
rasanya ceritanya asik.
tapi smua yang kita rasakan dari membaca dan melihat cerita teragantung pada pemikiran kita masing-masing.
tidak perlu tersinggung atas smua tulisan yang ada.
benar or tidaknya tinggal gmn cara kita berfikir.
jadilah orang terbuka dan melihat sesuatunya lebih luas.
mundurlah selangkan untuk melihat smuanya lebih jauh dan luas.
peace………..
donkopings 12:49 on 01.09.2008 Permalink |
Santai aja kalo sama TUHAN,
saya panggil TUHAN cuma dengan BOSS, !!!
Saya pingin ini nih,…
Gimana Caranya BOSSS ???
Mikir sejenak …
Kerjakan sendiri,
besoknya tiba-tiba nongol tanpa direncana …
BOSSS ,…
memang MAHA PEMURAH DAN JUGA MAHA PENYAYANG.
Makanya kenali Tuhanmu, … … …
Tuhan Penguasa Alam Semesta tidak seangker pandangan DUNIA ISLAM.
DIA MAHA BAIK BAGIKU…
MUDAH-MUDAHAN JUGA BAGIMU.
Was Salam.
Don Kopings.
http://donkopings.wordpress.com
rozenesia 13:13 on 01.09.2008 Permalink |
@ qzink666: Baca manga? Nonton anime?
@ Xaliber von Reginhild: Malaikat desho desho?
@ FaUZaNeVVa: Hohohooo… Pilihan Anda, dan Anda tahu yang terbaik bagi Anda.
@ z4ka: Terima kasih COPY-PASTEnya wahai BAGINDA.
@ saRe’:
@ CY [1]: Biarin aja.
@ CY [2]: Apa-apan kamu nembak sayangkuu…!!!??
@ maxbreaker: Salam kenal juga. WE? Desho desho?
@ ruBen ekor 9: Begini, mas/mbak. Saya cuma satu kali nulis satir, itupun mengenai fast-reader. Yang ada di hadapan mas/mbak sekarang ini….informasi. Bukan satir.
Jadi mas/mbak baca-baca duku lah referensi mengenai satir.
…atau cek saja tulisan saya, berapa kali saya menyatir?
@ CHRISNA: Ohohooo… Setubuh.
@ donkopings: WUih kerenn!!
Salam kenal juga.
maxbreaker 17:17 on 01.09.2008 Permalink |
Desho? What does it mean? Saya gag mudeng basa jepun
Li Xiang-ying 08:43 on 01.10.2008 Permalink |
@ maxbreaker: Desho? Desho?
*dibunuh(
CHRISNA 07:50 on 01.11.2008 Permalink |
aku masih banyak butuh referensi neh,
cerita yang lean boleh lah…………
CHRISNA 07:51 on 01.11.2008 Permalink |
salam kenal
http://chrisnablog.wordpress.com
rozenesia 07:52 on 01.11.2008 Permalink |
@ CHRISNA [1]: Cerita apa?
@ CHRISNA [2]: Salam kenal, juga~
nazieb dotcom » Tentang Keterlambatan 06:08 on 01.12.2008 Permalink |
[...] sembari membaca tulisan konyol, serius, kontroversial, serta mengharukan dari para tukang-ketik-yang-oleh-orang-orang-dinamai-blogger-itu. Kemudian [...]
BdSnowie 05:23 on 01.14.2008 Permalink |
Halooo
Salam kenal…
komen ya?
saya cuma mau bilang, kenapa umat yang agamanya dijadikan parodi seperti itu, atau kenapa membela Tuhan, Itu SEMUA karena CINTA. kalo sudah cinta, khan nggak rela yang di cinta di jelek-jelekknan toh?
rozenesia 06:20 on 01.14.2008 Permalink |
@ BdSnowie: Padahal yang dicintai itu katanya Maha segalanya.
Calvin Michel Sidjaja 17:36 on 05.02.2008 Permalink |
artikel oke banget nih. udah lama pengen bikin artikel kaya gini, anda membuat saya makin tergugah untuk segera menulisnya,
Ngomong-ngomong Shin Megami Tensei I adalah game tersusah yang pernah saya mainkan. Susahnya amit2 ga ketolongan deh. Saya main dan buntu mendekati akhir, padahal udah mau ngalahin yahweh dan lucifer.