Masih ingat entri kemarin? Ya, karena masih agak penasaran, maka aku berinisiatif untuk mencari tahu siapa sebenarnya pengirim email itu. Masalahnya cuma satu saja, aku tidak tahu cara melacak IP pengirim email.
…
…
…
Masalah kan?
Jadi kucoba bertanya kepada om Leksa, kebetulan beberapa waktu yang lalu saat kopdar ia pernah bercerita mengenai soal ini. Jawaban didapat, kuubek-ubek UTF email, dan kudapatkan IPnya. Setelah sedikit melacak IP, akhirnya aku sampai… Pikiranku sampai pada nama sebuah kota. Kaget aku. Merujuk kepada nama kota yang pernah kutempati saat SMA dulu.
Sampai di sini aku merasa seperti ada yang janggal. Dan itu benar. Setelah beberapa saat bernostalgia dalam pikiran, akhirnya aku sadar bahwa aku… Aku yang sebenarnya dituju oleh email itu.
Okelah jika ingin cerita jelasnya. Begini, sekitar mendekati tengah tahun 2006, ada perlombaan membuat blog yang diselenggarakan oleh Telkom. Entah karena baru pertama kali sehinga mungkin sosialisasinya kurang, lomba membuat blog sepi peserta sedangkan lomba ketahanan berinternet 48 jam non stop lah yang menyedot banyak peserta. Kebetulan waktu itu aku baru mulai belajar apa itu blog, dan kebetulan pula aku ikut. Kalau tidak salah, sebelum lomba dimulai aku bertanya kepada salah seorang temanku yang juga mengikuti lomba itu mengenai apa isi blog yang akan ia buat. Ia mengatakan akan membuat blog yang isinya curhat, aku berkomentar dengan ketus: “Ah, ga mutu…”
Mengapa aku bisa berpikir bahwa akulah yang bersalah? Nama kota itu. Nama kota itu yang mengingatkanku dan menyadarkan aku bahwa sebenarnya aku yang dituju olehnya. Setahuku ia masih menetap di sana selepas SMA. Karena itu aku yakin mungkin dia yang mengirimkan email itu. Itu hanya kota kecil, dengan sedikit blogger di dalamnya. Dan sekarang aku menjadi sangat merasa bersalah dengan penyataan sombongku saat itu. Betapa darah muda seorang pemula yang menganggap dirinya hebat, padahal aku tak ada apa-apanya saat itu. Hanya pecundang.
Jika benar itu dia. Aku akan sangat merasa bersalah, karena dia lumayan sering berkunjung dan memberi komentar di blogku yang coretangunawan.wordpress.com. Aku sangat bersalah karena selama ini tidak menyadarinya. Beberapa saat yang lalu kucba mengingat alamat blognya, dan setelah ingat kubuka blognya yang ada di Multiply. Cukup lama dibiarkan tidak update rupanya.
Satu lagi yang membuatku merasa bersalah. Kukira momen datangnya email itu pas untuk menyadarkan mereka yang mendiskreditkan blog curhat. Tapi ternyata aku, dulunya begitu arogan, dan dengan kasarnya mengecap blognya sebagai ang tidak bermutu. Melihat kesalahan sendiri itu sulit, apalagi itu sudah lewat. Arghhh… Sakit rasanya aku sekarang. Merasa seperti manusia paling rendah saja. Ternyata banyak sekali kesalahan di masa lalu yang tidak kita sadari. Menyalahkan orang lain itu mudah, menuduh orang lain itu mudah, merasa benar itu mudah, tapi melihat kesalahan diri sendiri itu sulit…
Maaf, maaf atas kesalahan masa lalu yang tak kusadari. Semuanya sudah kusampaikan lewat email, sekiranya benar itu dia. Tapi kuharap memang benar itu dia. Baru saja aku mendapatkan nomor ponselnya yang baru, dan baru saja kutelepon, dan nomornya sedang tidak aktif. Kutinggalkan pesan singkat berupa SMS terlebih dahulu, dan nantinya kucoba menelepon lagi untuk mengakui semuanya dan meminta maaf. Kalaupun bukan dia yang mengirimkan email padaku, mungkin saja ia bukan temanku itu, aku juga ingin mengaku dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah aku buat dulu. Maaf. Sekali lagi maaf atas semua arogansiku dulu, atas semua perlakuan dan kata-kataku. Aku telah sadar aku salah, dan konyolnya apa yang kukatakan tidak bermutu dulu malah kulakukan sekarang ini. Itu salah satu kesalahan paling fatalku. Kepada semuanya, aku juga mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan terakhir, kepada Miyu, aku minta maaf jika caraku bercanda lewat komentar membuatmu tersinggung. Aku tidak akan mengulanginya lagi di tempatmu.
.
m(_ _)m
.
…aku akan tetap melanjutkan curhatku lewat blog ini (dan dilanjutkan ke rumah virtual baru yang sedang dicari). Kulanjutkan. Mau menghujatku di sini? Silahkan.
Mungkin saja Pak Guru yang ini tahu siapa temanku tersebut…
Pindah ke: GunawanRudy.COM, sila klik di sini!
Ram-Ram Muhammad 03:37 on 01.15.2008 Permalink |
Weks…! Halah…
Vertamax!
caplang[dot]net 03:37 on 01.15.2008 Permalink |
salut, minta maap di depan umum
mudah2an temanmu mau memaapkan
Ram-Ram Muhammad 03:42 on 01.15.2008 Permalink |
Ooh gitu tho Roz ceritanya… Tapi kok memendamnya kesalnya lama banget, seperti terus inget dengan kata-kata ketusnya Roz dulu. Sampe segitunya.
Terlepas dari semuanya, salut deh udah bersikap seperti cowok *bletak* … mau meminta maaf dengan gigih, bukan cuma basa-basi, tapi bener-bener gigih…!
Udah deh… yang penting kewajiban meminta maafnya sudah ditunaikan. sekarang berkarya lagi nyok…!
Sodara elo yang gak bisa lepas dari peci
Ram-Ram Muhammad 03:43 on 01.15.2008 Permalink |
*gigi gemeretak*
Kesalip caplang buat komeng keduax…
cK 03:44 on 01.15.2008 Permalink |
saya maapken, nak.
cK 03:45 on 01.15.2008 Permalink |
postingan ini benar-benar membuat kamu terlihat jantan,
mbakgun…Abeeayang™ 03:47 on 01.15.2008 Permalink |
udah…jangan nagis gidu donk……..dah tak maafkeun kok…
Abeeayang™ 03:48 on 01.15.2008 Permalink |
ngakak baca komeng keduax cK
Nazieb 03:48 on 01.15.2008 Permalink |
Wah, pejantan tangguh coy..
Semoga Anda dimaafkan & diterima di sisi-Nya..
*ditendang..
sigid 04:16 on 01.15.2008 Permalink |
Wah, lagi saat emosional nih
Kenapa njuk merasa seperti manusia paling rendah to mas.
Tapi manusia hebat yang bisa ngalahkan ego hingga mampu membuat permintaan maaf, di depan umum lagi.
Sepertinya kalo “manusia rendah”, akan terlalu takut untuk melakukan hal seperti itu
itikkecil 04:17 on 01.15.2008 Permalink |
dimaafin….. tapi baguslah,
seorang seleb blogberani meminta maaf di depan publiksigid 04:17 on 01.15.2008 Permalink |
Ho ho, tadi nomor 10, nomornya Maradona …..
annots 04:19 on 01.15.2008 Permalink |
Jadi di kota asal bloggernya masih dikit? Hmm, prospek buat bikin komunitas blogger baru dan sepatutnya andalah yang jadi komandan. Trus sadarkan mereka, blog curhat gpp yang penting apdet
almascatie 04:19 on 01.15.2008 Permalink |
aha….. menyadari masa lalu emang sipp
goop 04:20 on 01.15.2008 Permalink |
wah… gimana caranya??
*tiba-tiba tertarik* halah *ngumpettt*
__________________________________________________
btw, memang kadang meminta maaf mudah, tapi entahlah kalo memaafkan… barangkali saja tabungan kepercayaan yang kau tabung pada nya, belum kau ambil semua roze… sehingga masih ada sisa, atau mungkin bunga, ah entahlah
CY 04:40 on 01.15.2008 Permalink |
Ah.. jadi ingat sebuah serial silat (Tapak Sakti Buddha kalo ga salah), seorang pendekar tanpa tanding pernah mencerca seorang tukang obat kecil dan jelek yg hendak berebut gadis pujaan dgnnya. Akhirnya gara2 itu, si tukangobat mendendam sampai menghabiskan seluruh keturunan sang pendekar dgn racun dan adu domba hingga tinggal sang pendekar sendirian tanpa sanak saudara lagi. Di pertempuran terakhir antara sang pendekar hebat dgn si tukang obat yg sama sekali tak tahu kungfu itu, baru terungkap semuanya.
Ah.. sungguh benar pepatah “mulutmu harimaumu”, mudah2an saya masih sanggup bertahan menjaga mulut ini keluar dari sarangnya.
Amitabha…
dobelden 04:49 on 01.15.2008 Permalink |
haha.. ternyata kamu curhat juga
*GAK MUNTUUU…
*kaburrr…
GiE 05:05 on 01.15.2008 Permalink |
hehe.. ada posting terbaru ternyata…
salut juga deh!
ini nih contoh cewek cowok sejati…
sang empunya blog cewek apa cowok sih???
fotonya kok cewe tapi banyak yang manggil “BRO”
lalaki nya?
*pulang…
Andrew Wijaya 05:34 on 01.15.2008 Permalink |
*cough cough*
saiyah di smandamarang bukan smadadut
*cough cough*
*diusir*
Luthfi 05:57 on 01.15.2008 Permalink |
eh, ini curhat juga bukan sih?
nangkep2nya sih ada curhat terselubung
*nyungsep*
funkshit 05:59 on 01.15.2008 Permalink |
iye .. itu emang lo yang dituju
nda nyadar aja lo .. .
“m(_ _)m”
tu ekspresi apa seh ?
ato benda apa seh sbnrnya ?
Praditya 06:10 on 01.15.2008 Permalink |
Wow… Ternyata seperti itu ceritanya…
Btw, caranya gimana gun buat ngecek IP imel itu..??
Btw btw, lho kok di sidebar blom ada link novelna?
chrisibiastika 07:02 on 01.15.2008 Permalink |
woohhh.. salut mas roze mau minta maap di depan publik *tepuktangan*
teringat laguya sherina,
“semua manusia di dunia pasti punya kesalahan
namun hanya yang pemberani yang mau mengakui
semua manusia di dunia pasti pernah sakit hati
hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan..”
daeng limpo 07:04 on 01.15.2008 Permalink |
yang lalu biarlah berlalu
extremusmilitis 07:31 on 01.15.2008 Permalink |
hmmm, ciri calon pejuang, berani mengakui ke-salah-an. aku dukung bro
serdadulangit 07:37 on 01.15.2008 Permalink |
Hmm….kira-kira cerita-nya beneran gak ya…? (*mungkin*)
Trus..minta maaf-nya sungguh2 gak..? (*mungkin*)
Kasihan dia….kelihatannya dia terpukul sekali…(*mungkin*)
Apakah dia sudah sadar….? (*mungkin*)
Ah…mungkin dia memang dah sadar….(*mungkin*)
Mungkinkah dia gak mengulanginya lagi…? (*mungkin*)
Haalahhhh…..kok jawabannya mungkin semua? (*mungkin*)
Yo wis….kita tunggu aja perubahannya….(*ho’oh….*)
Weiih….ternyata sampeyan eko patrio to…..? (*mungkin*)
*SToouuuP Press…: yg lalu biarlah berlalu*
aprikot 07:51 on 01.15.2008 Permalink |
gun, ????, ?????
zhia you
rozenesia 08:08 on 01.15.2008 Permalink |
@ Ram-Ram Muhammad [1]: …
@ caplang[dot]net: Soalnya bukan cuma kepada teman, tapi kepada semua blogger.
@ Ram-Ram Muhammad [2]: Uh, aku ga tau soalnya sampai sekarang ya hubungan baek-baek aja. Masih nunggu SMS nyampai.
@ Ram-Ram Muhammad [3]: Sabarrr..
@ cK [1]: *peluk-peluk*
@ cK [2]: Uhuk… *tertohok*
@ Abeeayang(tm) [1]: Avatarnya… Avatarnya…
@ Abeeayang(tm) [2]: …
@ Nazieb: Amien…
@ sigid: Uuuhhh… Soalnya selama ini aku nggak nyadar dulu pernah ngomong gitu.
@ itikkecil: Permintaan maaf kepada semua.
@ annots: Komunitas lagi, komunitas lagi. Ckckckckkk….
@ almascatie: APalgi kalau banyak dosa-dosanya…
@ goop: Ndak tau saya.
Ya ini lagi nunggu HP aktif, kok lama banget…
@ CY: Pinjemin bukunya~ Kalo ga, di mana bisa donlot aja.
Sadhu… Sadhu… Sadhu…
@ dobelden: Lha entryku hampir semua curhat to?
@ GiE: Anooo… Biasakan liat halaman about ya. ^^;
@ Andrew Wijaya: Smadadut namanya aneh banget sih, dulunya Smadaparay… Malah berubah….
@ Luthfi: Murni curehat, ndak terselubung.
@ funkshit: Ekspresi bersujud minta maaf.
@ Praditya: Ngecek imel udah kujelasin di Y!M barusan…
Ada tuh, gambar Haruhi yang paling atas.
@ chrisibiastika: Yah, dosa kepada banyak blogger. Aku sekarang mengharapakan maaf aja atas dosa masa lalu.
@ daeng limpo: Tapi dijadikan pelajaran, daeng.
@ extremusmilitis:
Hahahaa.. Thanks~
@ serdadulangit: Hoalah, aku bilang gitu cuma sekali… Tapi ga taunya bikin orang sakit hati. Apa aku akan mengulanginya….
@ aprikot: ANooo… itu bacanya… “ta shi zheng ming, nin (ni formal??) you da xin zang” ya? *ndak gitu bisa hanzi*
Ke neng, gan xie. Wo zai jiang she fa shi geng hao.
*sorry, ndak bisa nulis hanzi*
aRuL 08:13 on 01.15.2008 Permalink |
seperti koment sy sebelumnya di posting sebelumnya.
semoga kita bisa belajar yah..
Abeeayang™ 08:15 on 01.15.2008 Permalink |
napa? cuantix khan apatyarku…
rozenesia 08:19 on 01.15.2008 Permalink |
@ aRuL: Amin.
@ Abeeayang™: Selingkuh kau.
Itu kan fotonya si S.D. yang udah pernah kuliah di blognya bang fertob.
qzink666 08:30 on 01.15.2008 Permalink |
Tsah.. Semoga sekarang merasa lebih baik setelah minta maaf ya, bro..
Dan saya yakin dia pasti akan maafin kamu, bro..
Sawali Tuhusetya 08:31 on 01.15.2008 Permalink |
kalo emang sudah bisa terlacak alamatnya lewat IP, memungkinkan ndak utk kopdar. dengan bertemu langsung suasananya pasti beda mas gun. tapi kalo ndak mungkin, pernyataan maaf di entry ini sudah menjadi bukti kalo mas gun sudah bener2 merasa bersalah. meski demikian, juga ndak baik loh *halah sok nasihatin* terlalu larut dalam perasaan serba bersalah.
rozenesia 08:33 on 01.15.2008 Permalink |
@ qzink666: Amin…
@ Sawali Tuhusetya: Libur semester saya usahain ketemu. Lama juga saya ga pulang ke Palangkaraya, pak…
Barusan SMS saya sampai, mau nelpon dulu…
Abeeayang™ 08:43 on 01.15.2008 Permalink |
lha? selingkuh dari sapa?
lagi OL nich?
rozenesia 08:44 on 01.15.2008 Permalink |
@ Abeeayang™: Hohohooo… OL lah.
nicoustic 08:50 on 01.15.2008 Permalink |
terharu rek!
wah ya itu memang kita harus berhati-hati dalam berucap dan berkomentar!
rozenesia 08:54 on 01.15.2008 Permalink |
@ nicoustic: Yea, tapi kadang apapun yang kita omongkan, bisa tidak sadar terucap…
tukangkopi 08:55 on 01.15.2008 Permalink |
Bagus bung. Anda layak dapat bintang..
Btw, si ijal jago juga ya..
*sembah Ijal*
rozenesia 09:05 on 01.15.2008 Permalink |
@ tukangkopi: Bintang itu nama temenku, dia cowok… hoekkk…hoek…
Untung ada si om Ijal, kalo ndak ndak nyadar aku!
nana 09:14 on 01.15.2008 Permalink |
Jarang2 ada yang mo mengaku dirinya salah.. jarang2 juga ada orang yang mo minta maaf depan umum kek gini.. jarang2 juga ada orang yang mo maafin dgn tulus iklas.. heee
Nathania 09:25 on 01.15.2008 Permalink |
hwee.. jadi bener donk pepatah “padi kian berisi kian merunduk”?
takh apa.. yang penting sudah minta maaf dan ga ngulangin lagi tah..
chrisna 09:33 on 01.15.2008 Permalink |
maaf-maafan ga harus saat lebaran.
memang lebih mudah minta maaf drpd mameafkan dg tulus.
marilah saling memaafkan n kita bwt tulisan lebih menarik n lebih rame.
Zazi 09:35 on 01.15.2008 Permalink |
*sodorin steak*
rozenesia 09:57 on 01.15.2008 Permalink |
@ nana: Jarang ada yang mau komentar di blogku.
@ Nathania: Yup, pastinya deh.
@ chrisna: Amin…
@ Zazi: Ya! Kau janji traktir steak~
Sayap KU 10:14 on 01.15.2008 Permalink |
SALUT … *sambil meluk Roz …*
-Ade-
CY 10:16 on 01.15.2008 Permalink |
@Roze
eh, yg Tapak Sakti itu gw rental DVD-nya taon 2006 lalu. Kalo komik mungkin ada ya. Kan ada komik Tapak sakti yg model kayak Long Hu Men kan…
rozenesia 10:18 on 01.15.2008 Permalink |
@ Sayap KU: Aminnn..
@ CY: Bleh, Males, muahal…
atapsenja 10:31 on 01.15.2008 Permalink |
Pelajaran untukku juga. Kadang saya juga usil kaya gito. Ah, moga ga terulang hal yang sama. ???????
danalingga 11:01 on 01.15.2008 Permalink |
Ah, dikau ternyata manusia juga, kirain malekat.
Btw, entry ini termasuk curhat juga nih.
Cynanthia 11:40 on 01.15.2008 Permalink |
Salut untuk Mas Gun. Alhamdulillah Mas Gun sadar. Semoga kesalahan yang sama tidak terulang lagi.
adek 11:40 on 01.15.2008 Permalink |
Ketinggalan berita nih…
Mrs.Neo Fortynine 12:29 on 01.15.2008 Permalink |
huwewew…
akhirnya kau bertobat juga Nak…
ah, kau hebat sekali Nak… berani mengakui kesalahan dan menunjukkannya dihadapan orang lain itu bukan perkara yang mudah Nak…
salut untuk Gun…
Uchiha Miyu 13:16 on 01.15.2008 Permalink |
……
*duduk diam sementara dan berpikir*
Hmmmm…. -___-
What shall I do… -__-
*getok gun*
Puas! /gg
Kebetulan benar2 mengerikan lho.
p4ndu_454kura 13:34 on 01.15.2008 Permalink |
Wah, dendam bisa ampe segitu, ya.
*introspeksi diri*
Semoga temanmu itu mau memaafkan kesalahanmu.
brainstrom lagi ngga punya duit 13:43 on 01.15.2008 Permalink |
mengingat:
manusia adalah mahluk pendosa
menimbang:
dosa mas gun yang udah melebihi pak harto
memutuskan:
kalo pak harto aja dimaafken moso’ mas gun ndak dimaafken..
Hoek Soegirang 14:36 on 01.15.2008 Permalink |
ah…ga penting
*alt+F4*
.
.
.
.
*kaborrrrrrrrrrrrrr*
StreetPunk 14:43 on 01.15.2008 Permalink |
sekarang bukan saatnya hujat-menghujat, melainkan sebuah momen introspeksi diri.
terima kasih atas dua hal yang telah anda ajarkan kepada saya:
~ jangan asal bicara
~ bicara harus sesuai dengan tindakan.
kedua hal itu kayaknya [pernah] saya lakukan (sengaja ataupun tidak).
maafkan juga semua kesalahan saya.
zal 15:21 on 01.15.2008 Permalink |
::meskipun aku sadar terjebak dengan teori menaikkan trafict ala roze, aku tetap comment…goblog ya…
Xaliber von Reginhild 15:27 on 01.15.2008 Permalink |
Blog curhat!
Hoo, lomba yang waktu itu ya, yang di mall? Manusia belajar dari masa lalu…
Hoek Soegirang 16:22 on 01.15.2008 Permalink |
“@ nana: Jarang ada yang mau komentar di blogku”
*SPEECHLESSSSSSS*
alfaroby 16:23 on 01.15.2008 Permalink |
YANG BERLALU BIARLAH BERLALU
EMOSI DI BUANG JAUH JAUH
PELAJARANNYA YANG KITA AMBIL
Nisa 20:14 on 01.15.2008 Permalink |
dimaapin.
Herianto 22:45 on 01.15.2008 Permalink |
Masalah lagi… masalah lagi. Wuh …
Hidup ini memang masalah …
Tapi sudah selesaikan ?
Ayo cari masalah baru !
febrian 00:02 on 01.16.2008 Permalink |
pendendam banget ya… kok baru kerasa sekarang marahnya…..
Heru 01:05 on 01.16.2008 Permalink |
orang bilang sich “Bukan yang paling kuat yang bisa betahan, tidak juga yang paling pintar, tetapi siapa yg paling dapat merespons perubahan’
merespon kritikan dan menyadari kesalahan masuk kategori g ya….?
mrsyusuf 01:27 on 01.16.2008 Permalink |
Menyadari kesalahan dan langsung konfrensi press permohonan maaf…
Keplokkeplokeplokkeplok… *tepuk tangan maxutnya*
FaUZaNeVVa 01:31 on 01.16.2008 Permalink |
m(_ _)m <<—Ini maksudnya apa ya Mba? Lucu bgt!
harie insani putra 01:49 on 01.16.2008 Permalink |
mampir sejenak, kelelahan….boleh nginep di sini gak? hehehe
rozenesia 02:20 on 01.16.2008 Permalink |
@ atapsenja: Ta yi jing yuan liang wo, jie mei.
Graaaaa… Gimana caranya nulis hanzi?
@ danalingga: Emangnya malaekat ga pernah salah?
@ Cynanthia: Amiinn~
@ adek: Berita apa?
@ Mrs.Neo Fortynine: Tobat… Yeaa… Huhuhuuu…
@ Uchiha Miyu: Yeee… *peluk-peluk*
@ p4ndu_454kura: Udah kok, tadi malam nelpon.
@ brainstrom lagi ngga punya duit: Ahahaaa… Oi, jangan ungkit-ungkit dosa.
@ Hoek Soegirang [1]: *sambit*
@ StreetPunk: Amin. Sama-sama.
@ zal: Trepik kepalamu, wong aku terus nulis entri baru.
rozenesia 02:20 on 01.16.2008 Permalink |
@ Xaliber von Reginhild: Yup, udah agak lama… Aku sampai lupa.
@ Hoek Soegirang [2]: Lha iya to?
@ alfaroby: Amiinnn~
@ Nisa: Makacih~ *peluk-peluk*
@ Herianto: Itu udah di-post masalah barunya.
@ febrian: Ndak marah, cuma mau ngisengin plus ngingatin aku.
@ Heru: Ah, saya rasa termasuk!
@ mrsyusuf: Ahahaaaa… Aku kayak diisengin kemarein.
@ FaUZaNeVVa: Ekspresi minta maaf…
@ harie insani putra: SIlahken~
erander 02:25 on 01.16.2008 Permalink |
Banyak sekali hikmah yang bisa saya dapat dari dua postingan mu ini. Dan itu bisa terjadi pada siapa saja bahkan diri saya yaitu kesalahan masa lalu, yang sering terlewatkan atau terlupakan oleh kita tapi tidak oleh orang lain. Semoga Allah mengampunkan dosa2 kita. Menjadikan kita sebagai orang2 yang semakin baik di kemudian hari. Sukses ya Roze.
rozenesia 02:38 on 01.16.2008 Permalink |
@ erander: Amin… Setelah ini aku coba merenungi masa lalu saya sejenak, lalu mencoba memperbaikinya di masa depan.
hari2 02:43 on 01.16.2008 Permalink |
Emang betul bahwa yang suka marahnya diperpanjang akan berkurang bahagianya !
rozenesia 02:47 on 01.16.2008 Permalink |
@ hari2: Lha orangnya iseng ternyata…
Irwan 04:39 on 01.16.2008 Permalink |
Saya jg pernah komen ngasal, ud klik submit baru nyesel kenapa nulis begitu.
Uhuuuu…. jd merasa ga mutu :S
rozenesia 04:43 on 01.16.2008 Permalink |
@ Irwan: Masa laluku kebanyakan dosa.
zal 05:50 on 01.16.2008 Permalink |
::Roze, “Masa laluku kebanyakan dosa.
emang dosa itu apaan …
dasar sok tahu,
rozenesia 05:56 on 01.16.2008 Permalink |
@ zal: Lha? Lha?

Apa ya…
What? Du sa (capacity, let go~)?
ika 07:20 on 01.16.2008 Permalink |
welaaa,,ternyata oh ternyata,,,
rozenesia 07:46 on 01.16.2008 Permalink |
@ ika: Forgive me…
Me-u 13:41 on 01.17.2008 Permalink |
*semprot baygon* X(
rudyhilkya 15:50 on 06.09.2008 Permalink |
:d dy, kayaknya aku tau deh orangnya,
kemarin aku berkunjung ke situsnya itu
teman sekelas kah atau yang imut satunya ….
kalo no hape udah kagak punya tu temannya
tapi saya senang mendengarkan kata-katamu yang bertobat di atas hahahaha :d
kasi kabar apa yang bisa saya bantu ?
rudyhilkya 15:53 on 06.09.2008 Permalink |
weleh lama kali posting ini tapi masih mengundang kehadiran pembaca ya …